Ternyata Puasa Sunnah 6 Hari di Bulan Syawal Menurut Imam Malik Hukumnya Makruh! Simak Penjelasannya Disini

Thursday, 11 April 2024 - 03:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frensia.id – Mayoritas Ulama telah menyepakati bahwa puasa 6 hari di bulan Syawal hukumnya ialah sunnah, karena melaksanakan puasa sunnah tersebut memiliki sekian keutamaan dan keistimewaan dari dasar hadits yang shahih.

Dikutip dari buku, Ternyata Shalat dan Puasa Sunnah Dapat Mempercepat Kesuksesan karya Ceceng Salamudin bahwa puasa 6 hari di bulan Syawal memiliki beberapa keutamaan diantaranya, setara dengan puasa setahun, menyempurnakan puasa Ramadhan, tanda diterimanya puasa Ramadhan, serta tanda Syukur dan konsistensi pengabdian kepada Allah SWT.

Bahkan, Wahbah Zuhaili dalam kitabnya Fiqhul Islami wa Adillatuhu menyebutkan berpuasa di bulan Syawal tetap memperoleh pahala seakan-akan puasa selama setahun sekalipun puasanya diniati untuk mengganti hutang puasa Ramadhan, puasa nadzar atau lainnya.

Puasa syawal dapat dimulai sejak hari kedua hari raya Idul Fitri atau tanggal 2 Syawal, untuk tahun ini dapat sejak Kamis 11 April 2024. Pelaksanaannya bisa dengan 6 hari berturut-turut atau secara acak selama tetap berada di bulan Syawal.

Baca Juga :  Resepsi 100 Tahun NU, Ketua LDNU PBNU Paparkan Tiga Kerangka Khidmat

Hal ini berdasarkan hadits shahih dari Abu Ayyub Al-Anshari:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَأَتْبَعَهُ سِتَّاً مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Artinya, “Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun.” (HR. Bukhari Muslim)

Namun, Imam Malik dalam kitabnya ­Al-Muwathha’ menyebutkan bahwa puasa 6 hari di bulan Syawal hukumnya makruh yang berdasar juga pada hadits shahih, juga berpedoman pada A’malu Ahlil Madinah (kebiasaaan penduduk Madinah). Dan hadits dari Abu Ayyub Al-Anshari tersebut disebut menyelisihi kebiasaan penduduk Madinah.

Demikian juga, salah satu alasan Imam Malik memakruhkan puasa 6 hari di bulan Syawal atas dasar pertimbangan maslahah, karena dikhawatirkan menganggap perkara sunnah menjadi wajib, dikhawatirkan puasa sunnah di Bulan Syawal dianggap merupakan lanjutan dari kewajiban puasa di Bulan Ramadhan.

Baca Juga :  Penjualan Kurma di Jember Melejit Menjelang Ramadan

Selain itu, para Ulama Madzhab Maliki (pengikut Imam Malik) juga menghukumi makruh puasa Syawal jika mengandung beberapa hal berikut ini:

  1. Orang yang melakukan puasa merasa khawatir bahwa puasanya diyakini orang lain sebagai puasa wajib sebagaimana puasa Ramadhan;
  2. Puasanya dilakukan secara bersambung setelah Idul Fitri, yakni dimulai sejak tanggal 2 Syawal secara berturut-turut.
  3. Puasanya dilaksanakan 6 hari berturut-turut.
  4. Orang yang melaksanakan puasa menampakkan bahwa sedang berpuasa Syawal dengan tujuan untuk diketahui orang lain.

Untuk itu, sahabat Frensia.id dapat mengambil dasar pendapat Imam Malik serta Ulama Madzhabnya ini, selain makanan-makanan di hari Raya saat bersilaturrahmi sangat mempesona juga memiliki dalil ilmiah dari Imam Madzhab.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Awal Ramadan, Jumlah Penumpang KA di Jember Alami Penurunan
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Kamis, Serukan Persatuan di Tengah Perbedaan
Riset Orientalis Ungkap Inkonsistensi Moral dan Disiplin Diri Saat Ramadhan Para Pemuda Mesir
Resepsi 100 Tahun NU, Ketua LDNU PBNU Paparkan Tiga Kerangka Khidmat
Peziarah Terhambat Ziarah ke Wali Lima Gegara Bus Masuk Sawah di Mayang Jember
Di Momen Hari Santri Nasional, Brulantara Grup Gerakkan Santri Bangun Kemandirian Laut
Santri Jember Geruduk Transmart, Tuntut Trans7 Minta Maaf 7 Hari Berturut-turut di Medianya Sendiri
Ketua Perbasi Jatim Sumbang Ring Basket ke Ponpes di Sidoarjo

Baca Lainnya

Saturday, 21 February 2026 - 17:00 WIB

Awal Ramadan, Jumlah Penumpang KA di Jember Alami Penurunan

Tuesday, 17 February 2026 - 21:00 WIB

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Kamis, Serukan Persatuan di Tengah Perbedaan

Saturday, 14 February 2026 - 01:29 WIB

Riset Orientalis Ungkap Inkonsistensi Moral dan Disiplin Diri Saat Ramadhan Para Pemuda Mesir

Sunday, 1 February 2026 - 18:05 WIB

Resepsi 100 Tahun NU, Ketua LDNU PBNU Paparkan Tiga Kerangka Khidmat

Friday, 23 January 2026 - 13:37 WIB

Peziarah Terhambat Ziarah ke Wali Lima Gegara Bus Masuk Sawah di Mayang Jember

TERBARU

Gambar Ilustrasi Konflik Amerika-Iran di Mata Masyarakat Awam (Grafis Frensia)

Kolomiah

Konflik Amerika-Iran di Mata Masyarakat Awam

Wednesday, 25 Feb 2026 - 00:24 WIB