Frensia.id – Gus Fawait diinformasikan telah mendapat rekomendasi Dewan Pengurus Pusat (DPP) beberapa partai besar dan berpotensi hanya melawan kotak kosong. Ia akan jadi calon tunggal, karena Hendy Siswanto sebagai petahana bisa gagal maju di Pemilihan Umum Daerah Kepala Daerah (Pilkada) Jember tahun ini.
DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) secara resmi telah mengumumkan rekomendasi dukungannya untuk Gus Fawait di Pilkada Jember, Jumat (12/7/2024). Keputusan tersebut tentu semakin memperbesar potensi Pilkada tahun ini hanya diikuti oleh calon tunggal.
Dukungan dari DPP PPP telah memperkecil peluang adanya rival yang akan maju di Pilkada kota yang terkenal dengan sebutan pandalungan ini. Sebagaimana dikabarkan sebelumnya bawah Gus Fawait telah didukung oleh Partainya, Gerindra. Bahkan dikabarkan juga mendapatkan dukungan rekomendasi secara tertulis dari DPP Partai Nasdem, (12/6/2026).
Kemudian, juga datang dukungan dari DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada hari-hari berikutnya. Yang mencengangkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga menyusul memberikan dukungan pada 24 Juni 2024.
Tidak hanya itu, sosok presiden Laskar Sholawat ini juga tercatat telah dideklarasikan oleh keenam partai non parlemen Jember, seperti Partai Hanura, PBB, PKN, Partai Garuda, Partai Gelora, dan Partai Buruh.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Jember, Muhammad Dofir atau Gus Dofir menyatakan bahwa turunnya dukungan PPP pada Gus Fawait, artinya Gus Fawait akan melawan kotak kosong.
Lebih lanjut, Gus Dofir juga menyampaikan bahwa Partai Golkar yang kemarin sempat dikabarkan mengusung dr. Faida juga diperkirakan akan memberikan dukungan rekomendasinya pada Gus Fawait besok Sabtu (13/7), hanya tersisa PDI-P yang mendukung petahana, H. Hendy Siswanto.
“Tapi, kalau hanya PDI-P yang mendukung, ya gagal nyalon H. Hendy. Karena PDI-P hanya memiliki 8 kursi di DPRD”, ujar Gus Dofir.
Namun, semua hal tersebut masih bersifat perkiraan. Pasalnya, calon wakil bupati yang akan mendampingi Gus Fawait dari partai koalisi belum pasti. Artinya masih memiliki potensi perubahan rekomendasi dan dukungan dari parpol koalisi.
Semuanya dapat dipastikan, jika koalisi sudah terbentuk dan solid. Jadi kepastiannya masih haru menunggu hingga akhir Juli atau awal Agustus.