Ungkap Bentuk Kekerasan Perempuan Saat Pacaran Di UIN KHAS, Seorang Peneliti Temukan Pola Penanganannya

Saturday, 20 July 2024 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Ungkap Bentuk Kekerasan Perempuan Di UIN KHAS, Seorang Peneliti Temukan Pola Penanganannya (Sumber: Imam's Grafis)

Ilustrasi Ungkap Bentuk Kekerasan Perempuan Di UIN KHAS, Seorang Peneliti Temukan Pola Penanganannya (Sumber: Imam's Grafis)

“Violence experienced by students in romantic relationships includes psychological, physical, economic, and sexual violence, such as coercion into sexual activities”

Frensia.id- Ungkap bentuk kekerasan perempuan, niscaya dapat memahami langkah penanganan siksaan psikologisnya. Proses tersebut dilakukan oleh Syaidah, seorang akademisi Universitas Islam Negeri Kiai Ahmad Shiddiq (UIN KHAS) Jember guna menemukan langkah resilensi psikologis pada mahasiswa yang menerima kekerasan dari pasangannya saat pacaran.

Ia mengumpulkan data dari sejumlah mahasiswi di kampus sendiri, UIN KHAS Jember. Data tersebut kemudian dianalisis untuk mengetahui upaya mereka dalam menangani trauma pasca menerima kekerasan dari pasangannya.

Berdasarkan data yang dikumpulkan tersebut, terlebih dahulu, Syaidah mengurai bentuk-bentuk kekerasan yang terima mahasiswi UIN KHAS Jember saat berpacaran. Setidaknya ada empat bentuk kekerasan yang dideteksi di jurnal penelitiannya yang telah diterbitkan dalam PSYCHOSPIRITUAL.

Kekerasan Psikologis

Ia menjelaskan bahwa mahasiswa yang ditelitinya, mengalami siksaan psikologis. Ada yang mengaku dihina  menggunakan kata-kata kasar, dianggap tolol,  gendut dan hingga hinaan karena berkulit hitam, 

Bahkan ada juga yang tertekan karena cemburu berlebihan, terlalu posesif, dikekang dan dibentak. Semua kejadian tersebut dianggap merupakan kekerasan psikologis.

Baca Juga :  Anak Kambing Bermata Satu di Jember Mati Setelah 12 Jam Lahir

Kekerasan Fisik

Bukan hanya psikologis, mahasiswi UIN KHAS Jember saat berpacaran juga ada yang mengalami kekerasan secara fisik. Beberapa fenomena yang ditemui, diantaranya, mulai dari dicubit, dipukul, dibenturkan ke dinding, menarik tangan, bahkan ada yang hingga menarik jilbabnya.

Kekerasan Ekonomi

Para mahasiswi yang diteliti juga ada yang mengalami kekerasan pada sisi ekonominya. Syaidah menemui sebagian dari mereka menghadapi diskriminasi ekonomi.

Ada banyak kejadian yang dicatat dalam penelitiannya. Beberapa diantaranya, dipaksa menanggung kebutuhan,  uangnya dipinjam tapi tak dikembalikan hingga sok berkuasa dalam pengelolaan keuangannya.

Kekerasan Seksual

Hal mencengangkan, Syaidah juga menemukan data adanya kekerasan seksual yang dialami pada mahasiswi UIN KHAS Jember saat berpacaran. Mulai dari disentuh di area intimnya, hingga dipaksa melakukan hubungan badan yang tak semestinya.

Bentuk kekerasan yang diterimanya di atas, menurut Syaidah telah berdampak negatif pada kondisi psikologisnya. Mereka teridentifikasi mengalami trauma emosional yang mendalam.

Namun, hebatnya beberapa narasumbernya mengaku terus berusaha untuk bangkit dari trauma yang dialami dengan berbagai cara yang positif. Misalnya, ada mahasiswi UIN KHAS Jember yang kemudian bergabung dalam berbagai kegiatan positif.

Baca Juga :  4 Tingkatan Tauhid Menurut Imam Al-Ghazali

Ada yang berusaha menjaga emosinya dengan baik, melalui sosial dengan orang lain, dan membentuk pandangan hidup positif. Pasca trauma mereka cenderung melakukan analisis pada masalah-masalah yang mereka hadapi, kemudian mencari jalan keluarnya.

Proses tersebut yang disebut Syaidah sebagai resilensi psikologis. Artinya, mereka berupaya bertahan dan bangkit dari kesulitan serta untuk keluar dari situasi sulit, kesedihan, dan keterpurukannya sendiri.

Bahkan Syaidah juga menemukan bahwa proses resilensi diri mereka juga melibatkan dukungan dari lingkungan sosialnya. Ada teman dan keluarga, ternyata dapat berkontribusi besar dalam mengatasi trauma pasca menerima kekerasan saat berpacaran.

Pada intinya, untuk mengatasi trauma pasca menerima kekerasan dari pacarnya, Mahasiswa UIN KHAS Jember mengombinasikan kekuatan internal dan dukungan eksternal untuk bangkit kembali. Dan terbukti, mereka mampu mengatasi pengalaman traumatis dengan lebih baik dan berkembang menjadi individu yang lebih kuat.(*)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

4 Tingkatan Tauhid Menurut Imam Al-Ghazali
Mahasiswa Cendekia BAZNAS UNIKHAMS Jember Gelar Aksi Sosial: Dari Penguatan UMKM Hingga Edukasi Anak Yatim
Rektor UIN KHAS Jember Sampaikan Gagasan Pendidikan Islam Berkarakter Ulil Albab dan Ulin Nuha
UIN KHAS Jember Luncurkan Program Unggulan Selama Bulan Ramadan 2026
Diteliti! Kelompok Perempuan Rentan Diabetnya Meningkat Saat Ramadhan
Gerbang SDN di Jember Disegel Ahli Waris Dini Hari
Gegara Sejoli Mesum, UNEJ Bakal Perbanyak Frekuensi Patroli Security di Wilayah Kampus
Viral Video Sejoli Mesum di Lingkungan Kampus UNEJ

Baca Lainnya

Thursday, 12 March 2026 - 12:14 WIB

4 Tingkatan Tauhid Menurut Imam Al-Ghazali

Saturday, 7 March 2026 - 20:00 WIB

Mahasiswa Cendekia BAZNAS UNIKHAMS Jember Gelar Aksi Sosial: Dari Penguatan UMKM Hingga Edukasi Anak Yatim

Saturday, 28 February 2026 - 12:56 WIB

Rektor UIN KHAS Jember Sampaikan Gagasan Pendidikan Islam Berkarakter Ulil Albab dan Ulin Nuha

Thursday, 26 February 2026 - 17:15 WIB

UIN KHAS Jember Luncurkan Program Unggulan Selama Bulan Ramadan 2026

Wednesday, 25 February 2026 - 21:14 WIB

Diteliti! Kelompok Perempuan Rentan Diabetnya Meningkat Saat Ramadhan

TERBARU