Belum Dapat Bantuan, Guru Korban Gempa NTT Curhat ke Radio

Tuesday, 18 August 2026 - 17:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Belum Dapat Bantuan, Guru Korban Gempa NTT Curhat ke Radio (Sumber: Suarasurabaya.net)

Gambar Belum Dapat Bantuan, Guru Korban Gempa NTT Curhat ke Radio (Sumber: Suarasurabaya.net)

FRENSIA.ID – Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB atau 05.58 Wita. Merujuk data BMKG, pusat gempa berada sekitar 36 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman dangkal sekitar 10 kilometer, dan sempat memicu peringatan dini tsunami untuk Sikka serta Labuan Bajo.

Lebih lanjut dari laporan BMKG, guncangan terkuat berskala VII MMI dirasakan di Aesesa (Nagekeo), Riung (Ngada), dan Kota Mbay skala di mana orang berhamburan keluar rumah dan bangunan berkonstruksi baik pun mulai retak.

Dilansir dari Kompas.com, hingga Minggu (16/8/2026) sore BNPB mencatat 53 orang meninggal dunia dan 137 orang luka-luka. Sebanyak 5.488 jiwa bertahan di posko pengungsian dan 171 jiwa lainnya mengungsi secara mandiri.

Khusus Nagekeo, sebagaimana dikutip Pos Kupang dari data BPBD NTT per 16 Agustus, tercatat 1 orang meninggal, 10 luka-luka, 2.056 warga mengungsi, serta 116 rumah rusak berat, 6 rusak sedang, dan 42 rusak ringan.

Baca Juga :  Dinsos Jember Anggarkan Rp2,8 Miliar untuk Stiker Warga Miskin, DPRD: Kami Minta Pencetakan Diefisiensi

Namun tiga hari berlalu, warga Desa Degalea, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, masih tidur di bawah terpal yang mereka dirikan sendiri. Tak ada posko. Tak ada tenda pemerintah. Hanya halaman rumah yang disulap jadi tempat berlindung, karena rumahnya sendiri tak lagi aman dimasuki.

Keluhan itu sampai ke publik lewat jalur yang tak biasa: siaran radio. Tena, guru yang bertugas di desa tersebut, menuturkan kondisi kampungnya kepada penyiar Radio Suara Surabaya 100.0 FM, Senin (17/8/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

“Bangunan yang batu itu rusak berat. Ada juga rumah warga yang berdekatan dengan tebing, jurang, terus jadi langsung longsor semuanya,” katanya.

Gempa susulan yang tak kunjung reda membuat warga tak berani kembali masuk rumah. “Semua masyarakatnya tidak bisa beraktivitas di dalam rumah,” ujar Tena.

Baca Juga :  Bupati Jember akan Renovasi Pasar Tanjung Senilai Rp250 Miliar dari Dana APBN

Yang berdiri kemudian bukan pengungsian resmi, melainkan tenda-tenda darurat di pekarangan masing-masing.

“Tidak ada pengungsian. Hanya benar-benar di tenda-tenda yang dibangun atas inisiatif masyarakat,” katanya.

Ditanya soal bantuan, jawaban Tena singkat dan diulang tiga kali: belum ada.

“Dari pemerintah belum ada. Hanya kemarin sempat diambil-ambil gambar, ambil video, tapi untuk penanganan secara langsungnya belum ada,” tuturnya.

Yang mengambil gambar, menurut dia, justru perangkat desa sendiri.

Warga kini bertahan hidup hanya dengan menyisir sisa stok dan mencari makanan hingga ke Dusun Pangalian. Tena memperkirakan cadangan itu hanya cukup satu sampai dua hari ke depan.

“Kalau tidak ada perhatian, mungkin bisa terjadi hal yang lain, mungkin bisa kelaparan,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Pemkab Jember Lakukan Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Samanhudi Depan Pasar Tanjung
Gus Fawait Tegaskan Kebijakan Perubahan Tata Kelola Pasar Tanjung Jember atas Usulan Pedagang
Gus Fawait Sampaikan Penjelasan Raperda APBD 2027, Targetkan Pendapatan Daerah Senilai Rp 4.520 Triliun
Komisi A DPRD Jember Gelar Hearing Terkait Dugaan Indisipliner ASN
Temui Massa Aksi Pasar Tanjung, Bupati Jember Gus Fawait Ajak Dialog Lesehan di Pendopo
Pesan Pengamat UMKM Jember ke Gus Fawait yang Berpotensi Maju Pilgub Jatim
Bupati Jember akan Renovasi Pasar Tanjung Senilai Rp250 Miliar dari Dana APBN
Penjelasan Ketua DPRD Jember terkait Persetujuan Anggaran Raperda Perubahan APBD Tahun 2026

Baca Lainnya

Monday, 28 September 2026 - 22:20 WIB

Pemkab Jember Lakukan Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Samanhudi Depan Pasar Tanjung

Monday, 28 September 2026 - 20:32 WIB

Gus Fawait Tegaskan Kebijakan Perubahan Tata Kelola Pasar Tanjung Jember atas Usulan Pedagang

Monday, 28 September 2026 - 16:58 WIB

Gus Fawait Sampaikan Penjelasan Raperda APBD 2027, Targetkan Pendapatan Daerah Senilai Rp 4.520 Triliun

Monday, 28 September 2026 - 16:07 WIB

Komisi A DPRD Jember Gelar Hearing Terkait Dugaan Indisipliner ASN

Wednesday, 23 September 2026 - 01:20 WIB

Temui Massa Aksi Pasar Tanjung, Bupati Jember Gus Fawait Ajak Dialog Lesehan di Pendopo

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading