Home / Uncategorized

Bulan Puasa Kenapa Disebut Ramadhan? Para’ Ulama’ Jelaskan ini

Tuesday, 5 March 2024 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Sumber Pixels @PNW Production

Ilustrasi Sumber Pixels @PNW Production

Frensia.id- Bulan puasa tentu jatuh pada bulan Ramadhan. Semua ulama’ bersepakat dengan hal tersebut. Sesuatu yang masih misteri adalah nama Ramadhan itu sendiri. Apa sebenarnya artinya dan bagaimana asal usulnya.

Ada beberapa ulama yang membahas tentang penamaan bulan puasa sebagai Ramadhan. Kajian Frensia.id berupaya meringkas pendapat-pendapat ulama’ tersebut sebagaimana di bawah ini;

Ramadhan Diartikan Musim Panas

Dalam al-Jauhari,  Ash-Shihah 3/1080–1081 dan Syekh Ibnu Utsaimin dalam Fathu Dzil Jalal wal Ikram 7/18 menjelaskan Ramadhan disebut sebagai bulan panas. Jadi puasa menurut mereka diperintah pada musim panas.

Hal demikian tampaknya mengacu pada arti “Ramadan” berdasar akar katanya, yakni ر – م – ض . Maknanya adalah panas yang menyengat.

Musim panas ini dihitung berdasarkan kalender surya candra dari bangsa Babilonia yang umumnya dipakai di Arab. Penghitungannya menggabungkan gerak bulan dan matahari.

Pernah dikisahkan bahwa pada waktu itu, dari pagi hingga petang, batu-batu gunung dan pasir gurun terpanggang oleh sengatan matahari musim panas yang waktu siangnya lebih panjang daripada waktu malamnya. Ketika malam tiba, panas di bebatuan dan pasir tersebut sedikit mereda, tetapi sebelum dingin benar-benar terjadi, pagi hari sudah kembali.

Keadaan ini terjadi berulang-ulang, sehingga setelah beberapa pekan terjadi akumulasi panas yang dapat menyengat dan menghanguskan. Oleh karena itu, hari-hari dalam bulan kesembilan ini disebut sebagai Ramadan. Artinya, bulan yang panas yang menyengat atau menghanguskan.

Ramadhan Panas Membakar Dosa-dosa

Syech Ibnul Mulaqqin  dalam Al-I’lam bi Fawa’id Umdatil Ahkam 5/153 dan Syech asy-Syaukani Fathul Qadir 1/250 menjelaskan hal yang berbeda.

Keutamaan bulan Ramadan sebagai pelebur dosa-dosa merupakan salah satu aspek penting dalam ajaran Islam. Dalam bulan ini, umat Islam diwajibkan untuk menjalankan puasa dan dianjurkan untuk meningkatkan ibadah, terutama di malam-malamnya.

Keutamaan ini diakui dalam hadits dari Abu Hurairah RA, di mana Rasulullah SAW menyatakan bahwa bulan Ramadan adalah waktu peleburan dosa-dosa. Penjelasan lebih lanjut mengenai konsep “maghfirah” (ampunan) dan “takfir” (penghapusan) disampaikan oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah.

Menurutnya, lafaz “maghfirah” memiliki makna yang lebih luas dan sempurna dibandingkan dengan “takfir“. Ampunan mencakup dosa-dosa besar dan melibatkan pemeliharaan serta penjagaan, sementara penghapusan lebih terkait dengan dosa-dosa kecil, mencakup penutupan aib dan penghapusannya.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah juga menyoroti bahwa ketika kata-kata tersebut disebutkan secara sendiri-sendiri, masyarakat bisa memahaminya dalam konteks yang berbeda. Oleh karena itu, maghfirah dapat mencakup amal-amal buruk sekalipun. Penekanan pada ampunan dalam bulan Ramadan menunjukkan pentingnya kesempatan untuk membersihkan diri dari dosa-dosa dan mendekatkan diri kepada Allah dengan amal ibadah yang ditingkatkan selama bulan suci ini.

Ramadhan Tidak Memilik Makna

Ibnu Taimiyyah  dalam kitab Syarh Umdah 1/36 menjelaskan bahwa Ramadhan tidak memiliki makna. Tidak banyak dijelaskan perihal pemakanan ini. Namun, secara garis besar, ulama’ yang memandangnya tidak memiliki makna. Allahu A’lam.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Kurang dari 24 Jam, Pelaku Bobol Toko-Salon di Genteng Banyuwangi Dibekuk Tim URC Macan Blambangan
Viral Pria di Jember Mengaku Bertemu Zat Allah Berujung Laporan Polisi
Apes! Mahasiswa di Jember Lapor Polisi, Pesan Cewek di Michat Dapatnya Boti
Pesan Pengamat UMKM Jember ke Gus Fawait yang Berpotensi Maju Pilgub Jatim
Orasi Ilmiah Moderasi Beragama, Prof Muis: Bukan Agamanya Dimoderat, Tapi Praktik Keagamaannya
Real Madrid Mampus! Kalah Lawan Atletico, Terseok-seok Kejar Barca
Ribuan Orang Ramaikan Soekarno Run, Sarana Edukasi Sosok Sang Proklamator
PC ANSOR Kencong Luncurkan Kampung Moderasi Beragama Berbasis Lokasi untuk Perkuat Toleransi

Baca Lainnya

Monday, 21 September 2026 - 18:44 WIB

Kurang dari 24 Jam, Pelaku Bobol Toko-Salon di Genteng Banyuwangi Dibekuk Tim URC Macan Blambangan

Monday, 21 September 2026 - 17:47 WIB

Viral Pria di Jember Mengaku Bertemu Zat Allah Berujung Laporan Polisi

Monday, 21 September 2026 - 15:34 WIB

Apes! Mahasiswa di Jember Lapor Polisi, Pesan Cewek di Michat Dapatnya Boti

Monday, 21 September 2026 - 14:50 WIB

Pesan Pengamat UMKM Jember ke Gus Fawait yang Berpotensi Maju Pilgub Jatim

Monday, 21 September 2026 - 13:44 WIB

Orasi Ilmiah Moderasi Beragama, Prof Muis: Bukan Agamanya Dimoderat, Tapi Praktik Keagamaannya

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading