Diteliti, Ternyata Lelaki Lebih Rawan Bunuh Diri Dari Wanita

Friday, 16 August 2024 - 03:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Diteliti, Laki-laki Ternyata Lelaki Lebih Rawan Bunuh Diri Dari Wanita (Sumber:Canva)

Gambar Diteliti, Laki-laki Ternyata Lelaki Lebih Rawan Bunuh Diri Dari Wanita (Sumber:Canva)

Frensia.id- Diteliti, aksi nekat bunuh diri masyarakat Indonesia ternyata lebih banyak dilakukan oleh laki-laki dari pada wanita. Hal demikian dibuktikan dengan hasil riset kolaborasi akademisi mancanegara dan nasional yang baru-baru ini telah terbitkan.

Sejumlah akademisi dari luar negeri yang berkolaborasi dengan  peneliti nasional, dipimpin oleh Sandersan Onie dari University of New South Wales (UNSW Sydney), Australia. Ia bersama rekannya Jane Pirkis dari Australian National University dan dan Mark Larsen dari University of Melbourne, Australia berkolaborasi dengan sejumlah periset nasional.

Hasil risetnya telah diterbitkan dalam bentuk jurnal. Semua dapat mengaksesnya pada The Lancet Regional Health – Southeast Asia pada March 2024.

Mereka melakukan analisis pada data SRS 2018 dan registrasi kematian 2020. Ternyata, terdapat perbedaan yang signifikan dalam rasio bunuh diri antara laki-laki dan perempuan di Indonesia.

Rasio bunuh diri perempuan terhadap laki-laki adalah 1:1,69 berdasarkan data SRS 2018, dan meningkat menjadi 1:2,11 pada data registrasi kematian 2020. Ini menunjukkan bahwa laki-laki lebih rentan untuk terlibat dalam tindakan bunuh diri dibandingkan perempuan.

Baca Juga :  Nekat Curi Kopi di Perkebunan Gunung Pasang Jember, 2 Pria Dibekuk

Temuan ini sejalan dengan tren global, di mana bunuh diri lebih banyak terjadi pada laki-laki, termasuk di wilayah Asia Tenggara. Tercatat se Asia tenggara rasio 1,57:1 antara kematian bunuh diri laki-laki dan perempuan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan ini bisa bervariasi, mulai dari perbedaan gender dalam pendekatan terhadap masalah mental, hingga akses terhadap sarana bunuh diri. Laki-laki sering kali menggunakan metode yang lebih fatal, sementara perempuan lebih mungkin mencari bantuan atau menggunakan metode yang kurang mematikan.

Hal ini juga dapat dikaitkan dengan ekspektasi sosial dan budaya yang lebih menekan laki-laki. Seringkali mereka untuk mencari dukungan psikologis atau emosional ketika menghadapi krisis mental.

Penelitian di luar Indonesia banyak mengungkapkan adanya perbedaan gender ditentukan oleh kognisi, pengalaman hidup, perilaku mencari bantuan, serta respons terhadap masalah yang terjadi. Perbedaan ini menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan menghadapi tekanan mental dengan cara yang berbeda, baik dalam cara mereka memproses masalah maupun dalam pendekatan untuk mencari solusi.

Baca Juga :  Operasi Tumpas Semeru Polres Jember Sita Setengah Kilo Sabu dan Ribuan Okerbaya

Misalnya, laki-laki cenderung kurang terbuka untuk mencari bantuan profesional, sementara perempuan lebih sering mengandalkan dukungan sosial dan layanan kesehatan mental.

Meskipun temuan ini sudah banyak diidentifikasi di berbagai negara, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami bagaimana perbedaan gender ini terwujud di Indonesia. Mengingat keragaman budaya, sosial, dan ekonomi di berbagai provinsi di Indonesia

Heterogenitas tersebut mungkin membentuk interaksi dengan perbedaan gender dalam cara yang unik. Setiap masyarakat memiliki nilai-nilai sosial yang berbeda, misalnya, dapat memiliki pola perilaku mencari bantuan dan respons terhadap masalah kesehatan mental yang sangat berbeda pula antara laki-laki dan perempuan.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Pulang Kerja, Pria di Kabat Banyuwangi Dibacok Golok hingga Luka di Dagu
Pria di Jember Cabuli Keponakan Sendiri Modus Diiming-imingi Uang dan Tonton Upin Ipin
Operasi Tumpas Semeru Polres Jember Sita Setengah Kilo Sabu dan Ribuan Okerbaya
Sapu Bersih Kejahatan, Satreskrim Polres Jember Gulung 15 Pelaku Curanmor-Curat
Praperadilan Febrie Ditolak Dua Kali dalam Dua Hari: Status Tersangka TPPU dan Penahanan Dinyatakan Sah
Kasat Reskrim Polres Jember Sebut Judol Perusak Masa Depan Anak Bangsa
Penganiayaan Siswi SD di Jember Gegara Cemburu Saling Follow TikTok
Dua Pria Pencuri Kopi di Gunung Pasang Jember Ditetapkan Jadi Tersangka

Baca Lainnya

Tuesday, 8 September 2026 - 18:10 WIB

Pulang Kerja, Pria di Kabat Banyuwangi Dibacok Golok hingga Luka di Dagu

Wednesday, 2 September 2026 - 18:56 WIB

Pria di Jember Cabuli Keponakan Sendiri Modus Diiming-imingi Uang dan Tonton Upin Ipin

Tuesday, 1 September 2026 - 21:50 WIB

Operasi Tumpas Semeru Polres Jember Sita Setengah Kilo Sabu dan Ribuan Okerbaya

Tuesday, 1 September 2026 - 18:38 WIB

Sapu Bersih Kejahatan, Satreskrim Polres Jember Gulung 15 Pelaku Curanmor-Curat

Friday, 28 August 2026 - 21:35 WIB

Praperadilan Febrie Ditolak Dua Kali dalam Dua Hari: Status Tersangka TPPU dan Penahanan Dinyatakan Sah

TERBARU

Plt. Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Phil. Sahiron, saat mengukuhkan 4 guru besar di Gedung Kuliah Terpadu (GKT). (Foto: Fadli/Frensia).

Educatia

UIN KHAS Jember Kukuhkan 4 Guru Besar

Thursday, 17 Sep 2026 - 19:23 WIB

ilustrasi kenaikan indeks dollar (sumber: Pixabay)

Economia

Kenaikan Indeks Dollar Berpotensi Menekan Nilai Tukar Rupiah

Thursday, 17 Sep 2026 - 12:01 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading