Frensia.Id– Nasib nahas menimpa Taufikur Rahman, seorang penjual nasi asal Dusun Karang Kebon, Desa Suci, Kecamatan Panti, Jember. Dua unit sepeda motor miliknya raib digondol pencuri pada Senin (19/1/2026), yang mengakibatkan aktivitas usahanya lumpuh total.
Pencurian tersebut baru disadari korban saat terbangun sekitar pukul 03.00 WIB. Taufikur merasa ada yang janggal ketika pintu rumahnya tidak bisa dibuka dari dalam.
“Saat mau buka pintu ternyata berat. Setelah dicek, ada kabel antena yang melilit daun pintu dari luar,” kata Taufikur saat dikonfirmasi pada Selasa (20/1/2026).
Tak hanya mengunci korban dari luar, pelaku diduga telah merencanakan aksinya dengan matang. Pelaku menumpahkan minyak goreng (minyak curah) di area tangga rumah untuk menghambat pengejaran.
“Saya bahkan sempat terjatuh akibat jebakan minyak tersebut saat berusaha keluar rumah,” ujarnya.
Setelah berhasil keluar, korban mendapati ruang tengah rumahnya sudah kosong. Dua motor yang terparkir di sana, yakni Honda Revo (2007) dan Yamaha Mio (2014) telah raib.
“Sepeda motor itu diparkir di ruang tengah, bukan di dapur,” tambahnya.
Honda Revo tersebut merupakan kaki bagi Taufikur untuk mencari nafkah sebagai penjual nasi, sementara Yamaha Mio digunakan untuk keperluan sekolah anak dan pasar. Taufikur mengaku sangat trauma hingga memutuskan untuk berhenti berjualan sementara waktu.
“Banyak saudara menawarkan pinjam motor, tapi saya pilih istirahat dulu karena masih trauma. Takut kejadian lagi,” paparnya.
Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Panti telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan pengumpulan keterangan. Namun, minimnya fasilitas kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi menjadi kendala dalam mengidentifikasi identitas pelaku.
“Polisi sudah datang untuk melakukan olah TKP. Kalau memang motornya bisa kembali, Alhamdulillah, jika tidak saya berusaha mengikhlaskannya sebagai musibah,” tandasnya.







