Federal Open Market Committee The Fed Baru Saja Usai, Kabar Baik Atau Buruk Bagi Kebijakan Moneter Indonesia?

Saturday, 4 May 2024 - 22:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi rapat Federal Open Market Commitee - The Federal Reserve Amerika Serikat

Ilustrasi rapat Federal Open Market Commitee - The Federal Reserve Amerika Serikat

Frensia.id – Rapat bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve alias The Fed baru saja usai. Bagaimana dampaknya bagi kebijakan moneter Indonesia? 

Rapat yang diberi nama Federal Open Market Committee (FOMC) ini tentu merupakan rapat bank sentral ekonomi terbesar di dunia, yang tidak lain adalah salah satu faktor penggerak pasar.

Rudiyanto pakar ekonomi Indonesia dalam postingan akun X @Rudiyanto_zh menjelaskan setidaknya ada dua hal penting dari keputusan hasil rapat tersebut.

Dua hal tersebut adalah kemungkinan rapat berikutnya tidak menaikan suku bunga, dan kecepatan balance sheet reduction (bakar uang) akan diperlambat.

Baginya, rapat FOMC berikutnya tidak akan lagi menaikkan suku bunga.

“Rp/USD yang sekarang di atas Rp 16 ribu, Yen/USD yang juga sempat 160 Yen (biasanya cuma 130 an), penyebabnya adalah kekhawatiran bunga Amerika Serikat atau Fed Rate akan naik lagi,” tulisnya pada postingan akun X @Rudiyanto pada 2 Mei 2024.

Ia juga menjelaskan bahwa The Fed tidak memberikan prediksi spesifik, namun asumsi pasar akan berubah.

“Apakah akan langsung membuat Rp/USD menguat? masih butuh waktu. Timing penguatan ini sangat tergantung prediksi kapan dan berapa kali Fed Rate turun. Bank Sentra Amerika Serikat tidak memberikan prediksi, tapi asumsi pasar berubah dari turun 3x di awal tahun menjadi 1x saja,” terangnya.

Baca Juga :  Pidato Ketua The Fed, Dianggap Memicu Penurunan Bitcoin hingga $77.000

Menurutnya, asumsi pasar tersebut dapat menjadi penggerak dari harga oblikasi dan nilai tukar.

Hal kedua yang ia sebutkan penting adalah kecepatan balance sheet reduction alias bakar uang yang diperlambat.

“Kecepatan balance sheet reduction (bakar uang) akan diperlambat. Poin ini kurang dapat perhatian serta pemberitaan, padalah penting juga. Secara teori, yang cetak uang adalah Bank Central. Uang yang dicetak tersebut, akumulasinya dictata sebagai Aset dalam laporan keuangan,” tulisnya.

Ketika uang yang dicetak digunakan untuk membeli obligasi pemerintah (Treasury) atau efek beragun KPR (Mortage Backed Securities – MBS) bertambah, maka aset juga akan meningkat. 

Sebaliknya, ketika sudah banyak, dan waktu Treasury dan MBS jatuh tempo, maka bisa dihapus bukukan.

Porses penghapusan buku aset tersebut dinamakan Balance Sheet Reduction, alias lawan dari cetak uang, atau bakar uang.

Pada tahun 2022. The Fed sempat melakukan bakar uang, sempat berhenti sebentar dan cetak uang lagi ketika ada bank gagal bayar.

The Fed terus melakukannya hingga tahun ini, dari sekitar 9 Triliun USD, menjadi sekitar 7,4 Triliun USD di bulan April 2024.

Baca Juga :  Menjadi Paus di Pasar Saham, Apa Saja Portofolio Blackrock?

Hal ini menandakan bahwa pembelian oleh bank sentral semakin berkurang, namun para investor, bank sentral negara lain, reksa dana, serta institusi serupa yang membelinya.

Balance sheet reduction atau bakar uang ini menyebabkan investor asing mengurangi pembelian obligasi di Surat Utang Negara (SUN) Indonesia, karena mereka memperoleh pinjaman dari bank sentral dan harus mengembalikan utangnya.

“Dalam rapat tersebut, disebutkan kecepatan Balance Sheet Reduction akan dibuat pelan, dari USD 60 Miliar per bulan di treasury, menjadi USD 25 Miliar per bulan mulai Juni nanti. Apakah ini good news atau bad news? 50-50 menurut saya,” tulis Rudiyanto.

Bakar uang akan menambah tekanan bagi para investor asing untuk segera menjual SUN. Kecepatan yang dikurangi adalah kabar baik bagi Indonesia, namun “belum dihentikan” adalah kabar buruknya. Kebijakan ini pun harus juga memperhatikan akumulasi uang yang sudah dicetak.

“Secara umum, 2 berita ini akan menjadi berita baik bagi kurs nilai tukar dan harga obligasi pemerintah. Tidak akan segera menguat signifikan tapi akan menahan penurunan dan menstabilkan kondisi lebih lanjut sampai rapat bank sentral AS yang berikutnya,” pungkas Rudiyanto pada postingannya. (*)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Bitcoin Melonjak Hingga 4,76 %, Apa Sebabnya?
BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun di Triwulan II 2026 Berkat Konsisten Gerakkan Ekonomi Kerakyatan
Menjadi Paus di Pasar Saham, Apa Saja Portofolio Blackrock?
Pidato Ketua The Fed, Dianggap Memicu Penurunan Bitcoin hingga $77.000
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jember, Pemkab Bersama BI dan OJK Perkuat Kolaborasi Sektor Perbankan
Emas hingga Daging Sapi Jadi Penyumbang Andil Inflasi Tahunan Jember pada Juli 2026
BPS Catat Inflasi Tahunan Jember pada Juli 2026 Capai 2,53 Persen
Peringati Hari Koperasi Ke-79, Dekopinda Jember Gelar Jalan Sehat hingga Gaet Puluhan UMKM

Baca Lainnya

Friday, 4 September 2026 - 12:45 WIB

Bitcoin Melonjak Hingga 4,76 %, Apa Sebabnya?

Monday, 31 August 2026 - 17:44 WIB

BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun di Triwulan II 2026 Berkat Konsisten Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

Monday, 31 August 2026 - 07:01 WIB

Menjadi Paus di Pasar Saham, Apa Saja Portofolio Blackrock?

Sunday, 30 August 2026 - 07:19 WIB

Pidato Ketua The Fed, Dianggap Memicu Penurunan Bitcoin hingga $77.000

Tuesday, 18 August 2026 - 16:26 WIB

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jember, Pemkab Bersama BI dan OJK Perkuat Kolaborasi Sektor Perbankan

TERBARU

Gambar Enam Nelayan Selamat Setelah Kapal Tenggelam di Perairan Bomo (Sumber: Istimewa)

Regionalia

Enam Nelayan Selamat Setelah Kapal Tenggelam di Perairan Bomo

Sunday, 13 Sep 2026 - 08:30 WIB

Kontingen UIN KHAS Jember, bersama peserta pemenang Juara 1 Lomba Musabaqah Qiroatul Kutub (MQK) di PORSI JAWARA II 2026 (Foto: Humas UIN KHAS).

Educatia

UIN KHAS Jember Borong 7 Medali di Ajang PORSI JAWARA II 2026

Saturday, 12 Sep 2026 - 21:12 WIB

Kepala Satgas MBG sekaligus Penjabat (Pj) Sekda Jember, Achmad Fauzi (tengah) (Foto: Sigit/Frensia).

News

Sebanyak 46 Dapur SPPG di Jember Diberhentikan Sementara

Saturday, 12 Sep 2026 - 19:09 WIB

Puluhan sound horeg saat memadati kawasan lokasi wisata Dira Kafe, Kecamatan Kencong, Jember. (Foto: Istimewa).

News

Puluhan Sound Horeg Beraksi di Lokasi Wisata Dira Kafe

Saturday, 12 Sep 2026 - 17:44 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading