Haji Mabrur Dimata Gus Dur

Wednesday, 29 May 2024 - 22:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frensia.id – “Kalau dia pulang ke Indonesia dia berbuat baik buat semua orang. Bukan jadi haji yang kabur, tapi yang mabrur.” ujar Gus Dur

Kelakar Gus Dur yang dilansir dari inilah.com tersebut tidak hanya sekedar kata-kata yang menyelipkan humor, namun memuat makna yang dalam dan pesan bisa diambil hikmahnya. Ungkapan yang memiliki korelasi dan kesinambungan dengan situasi saat ini —musim haji–.

Dari ungkapan Gus Dur tersebut, haji harus memuat dimensi kesalehan sosial. Menurut Gus Dur sebagaimana tertuang dalam study yang dilakukan Firdaus berjudul Tarekat Qadariyah Wa Naqsabandiyah: Implikasinya Terhadap Kesalehan Sosial disebutkan, kesalehan sosial sebuah bentuk kesalehan yang tidak hanya ditandai dengan rukuk, sujud, puasa atau sholat semata.

Melainkan, juga berbentuk cucuran keringat seseorang yang berwujud praksis dalam kehidupan riil sehar-hari. Sebuah kesalehan yang ditandai dengan seberapa peka (sense) dan empati dalam memberikan solusi bagi persoalan sosial yang ada disekitarnya.

Baca Juga :  Warga Desa Suger Kidul Jember Rayakan Lebaran Lebih Awal

Sederhananya, kesalehan sosial dalam kacamata Gus Dur merupakan aktualisasi iman dalam praktis kehidupan sosial kemanusiaan. Memberikan kemanfaatan yang bisa dirasakan oleh masyarakat umum, berbeda kesalehan individu yang manfaatnya hanya kembali pada diri sendiri.

Begitu halnya dalam konteks ibadah haji. Titel haji mabrur menjadi doa dan harapan setiap orang yang melaksanakannya, sebab haji yang mabrur yang mendapat balasan yang istimewa dari Allah swt.

Menurut Gus Dur, mabrur itu jika setibanya dari haji di masyarakat memberikan kebaikan bagi semua orang. Sehingga oran tidak kabur, kelakar Gus Dur bukan haji yang kabur tapi haji yang mabrur.

Spirit kemanusiaan Gus Dur dalam ungkapan tersebut jika dicermati, memilki kesesuaian dengan hadis Rasulullah mengenai tanda haji mabrur.

Dilansir dari NU Online Rasulullah saw menjanjikan ganjaran surga bagi jamaah haji mabrur sebagai balasannya. Rasulullah Saw juga menyebutkan tanda haji mabrur.

Baca Juga :  Kepala KUA Tanggul Jember Sampaikan Fokus Transformasi Pelayanan di 100 Hari Kerja

Dari sahabat Jabir bin Abdillah ra, dari Rasulullah saw, ia bersabda, ‘Haji mabrur tiada balasan lain kecuali surga.’ Sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apa (tanda) mabrurnya?’ Rasulullah saw menjawab, ‘Memberikan makan kepada orang lain dan melontarkan ucapan yang baik,.

(HR Ahmad, At-Thabarani, Ibnu Khuzaimah, Al-Baihaqi, dan Al-Hakim). Pada riwayat Ahmad dan Baihaqi, ‘Memberikan makan kepada orang lain dan menebarkan salam,’” (Al-Mundziri, 1998 M/1418 H: II/72).

Penanda mabrurnya haji seseorang dalam hadis diatas selepas dari hajinya senantiasa menolong, membantu orang lain khususnya kebutuhan elementer serta menebarkan kasih sayang.

Bagi Gus Dur, semua itu bisa digapai dengan menghilangkan kesombongan diri saat berhaji di padang arafah. Dan itu harus berdampak pada prilakunya sesuai berhaji. (*)

*Moh. Wasik (Penggiat Filsafat Dar al Falasifah)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Kepala KUA Tanggul Jember Sampaikan Fokus Transformasi Pelayanan di 100 Hari Kerja
Rektor UIN KHAS Jember Sampaikan Peran MUI di Pembukaan Musda ke-XI
Perempuan Cantik Tidak Disunnahkan Mengikuti Sholat Idul Fitri, Begini Penjelasan dalam Kitab Fathul Qorib
Warga Desa Suger Kidul Jember Rayakan Lebaran Lebih Awal
Berkah Tidak Mesti Identik dengan Kekayaan, Begini Penjelasan Dr. Haidar Baqir
Idealisme Nabi Muhammad SAW Ketika DiLobi oleh Orang Terdekat
Awal Ramadan, Jumlah Penumpang KA di Jember Alami Penurunan
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Kamis, Serukan Persatuan di Tengah Perbedaan

Baca Lainnya

Saturday, 18 April 2026 - 22:00 WIB

Kepala KUA Tanggul Jember Sampaikan Fokus Transformasi Pelayanan di 100 Hari Kerja

Saturday, 4 April 2026 - 15:05 WIB

Rektor UIN KHAS Jember Sampaikan Peran MUI di Pembukaan Musda ke-XI

Saturday, 21 March 2026 - 14:54 WIB

Perempuan Cantik Tidak Disunnahkan Mengikuti Sholat Idul Fitri, Begini Penjelasan dalam Kitab Fathul Qorib

Thursday, 19 March 2026 - 07:58 WIB

Warga Desa Suger Kidul Jember Rayakan Lebaran Lebih Awal

Sunday, 8 March 2026 - 14:28 WIB

Berkah Tidak Mesti Identik dengan Kekayaan, Begini Penjelasan Dr. Haidar Baqir

TERBARU

Suasana Diskusi Publik bertema: Bayang-bayang TPPO di Dalam Kampus, Modus Baru TPPO Berkedok Magang (Foto: Fadli/Frensia).

Educatia

Migrant Care Jember Soroti Modus Baru TPPO di Dalam Kampus

Friday, 1 May 2026 - 22:47 WIB