Harga Tomat Sempat Menggiurkan Sebelum Anjlok, Petani Berkeluh Kesah

Tuesday, 6 August 2024 - 11:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Harga Tomat Sempat Menggiurkan Sebelum Anjlok, Petani Berkeluh Kesah (Sumber/Istimewa/Prastyo)

Gambar Harga Tomat Sempat Menggiurkan Sebelum Anjlok, Petani Berkeluh Kesah (Sumber/Istimewa/Prastyo)

Frensia.id- Manusia hanya bisa merencanakan dengan pertimbangan yang paling akurat tetapi tetap Tuhan yang menentukan hasil. Mungkin inilah yang terjadi pada para petani Tomat yang merasakan harga anjlok setelah susah payah menanam dan merawat, karena mendengar harga tumbuhan asli asal Amerika Tengah dan Barat ini cukup menggiurkan kala itu.

Sebelumnya diketahui harga Tomat hingga kisaran angka 40.000 per-kg. Angka yang cukup fantastis dan menggiurkan. Sehingga membuat beberapa kalangan petani untuk mengambil inisiatif untuk menanam. Sebagaimana yang dilakukan oleh Buhar, seorang petani yang beralamat di dusun Jogaran, desa Gumelar, Kecamatan Balung.

“waktu itu harga tomat mencapai 40.000 perkilo, karena cukup tinggi akhirnya saya mencoba untuk menanamnya. Tetapi setelah tomat yang saya tanam berbuah tiba-tiba harganya jatuh menjadi 1.000 rupiah perkilonya, bahkan ada yang sampai 750 rupiah dari petani”, jelasnya.

Baca Juga :  Kepala OJK Jember Minta Korban Penipuan Segera Lapor ke IASC Kurang Dari 24 Jam

Laki-laki yang kesehariannya memang bertani ini awalnya cukup optimis dengan peruntungan bertani tomat, sampai kemudian akhirnya ia juga berkeluh kesah karena pada waktu panen harga tidak sesuai ekspektasi yang diinginkan bahkan melesat jatuh dari yang diperkirakan.

Menurut keterangan yang ia berikan, faktor utama yang menjadi alasan mengapa harga tomat bisa anjlok dikarenakan pada saat harganya tinggi banyak petani yang berbondong-bondong untuk menanam karena tergiur dengan harganya, tanpa peduli dengan kemungkinan dasar harga yang tinggi juga akan memicu petani lain untuk turut serta menanam.

Ternyata hal tersebut memang benar-benar terjadi, banyak petani yang menanam tomat sehingga pada saat panen produksi buah meningkat dan tidak diikuti dengan permintaan dari konsumen secara memadai.

Baca Juga :  BRI Cabang Jember Sapa Nabasah saat Rayakan Hari Pelanggan Nasional

Maka dalam kondisi seperti ini berlaku hukum ekonomi, apabila produksi barang banyak maka harga akan turun, begitu pula dengan sebaliknya apabila produksi sedikit sedangkan permintaan cukup banyak maka harga akan meningkat.

Waktu tanam yang serentak menjadi alasan utama mengapa harga tomat turun secara drastis dan sistematis. Lebih-lebih mengingat komoditas holtikultura seperti tomat bukanlah menjadi tanaman yang menjadi kebutuhan pokok, seperti beras. Sehingga tidak semua konsumen yang membutuhkannya secara terus-menerus.

Beberapa daerah juga memiliki variasi harga yang berbeda-beda, ada yang mencapai 5.000 per-kg ada pula yang sampai angka 7.500. Meskipun terdapat perbedaan, akan tetapi selisihnya tidak cukup signifikan yang memungkinkan petani merasa untung berlebih.     

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Miliarder Crypto Mike Novogratz memperkirakan Bitcoin akan Tembus $100.000
BRI Cabang Jember Sapa Nabasah saat Rayakan Hari Pelanggan Nasional
Sidak Pasar Tanjung-Ritel Modern, Satgas Pangan Jember Pastikan Harga Beras Tak Lampaui HET
Kepala OJK Jember Minta Korban Penipuan Segera Lapor ke IASC Kurang Dari 24 Jam
Jember Jadi Kabupaten dengan Permintaan SLIK OJK Terbanyak hingga Agustus 2026
Kenaikan Indeks Dollar Berpotensi Menekan Nilai Tukar Rupiah
Keluhan Pedagang Pasar Tanjung Jember soal Pembiaran Penataan Lapak Dagang
Bitcoin Melonjak Hingga 4,76 %, Apa Sebabnya?

Baca Lainnya

Tuesday, 6 October 2026 - 10:38 WIB

Miliarder Crypto Mike Novogratz memperkirakan Bitcoin akan Tembus $100.000

Tuesday, 29 September 2026 - 12:45 WIB

BRI Cabang Jember Sapa Nabasah saat Rayakan Hari Pelanggan Nasional

Monday, 28 September 2026 - 13:03 WIB

Sidak Pasar Tanjung-Ritel Modern, Satgas Pangan Jember Pastikan Harga Beras Tak Lampaui HET

Wednesday, 23 September 2026 - 19:32 WIB

Kepala OJK Jember Minta Korban Penipuan Segera Lapor ke IASC Kurang Dari 24 Jam

Wednesday, 23 September 2026 - 15:10 WIB

Jember Jadi Kabupaten dengan Permintaan SLIK OJK Terbanyak hingga Agustus 2026

TERBARU

Gambar Evaluasi! Anggota DPRD Banyuwangi Jalani Tes Urine Serentak (Sumber: Istimewa)

Regionalia

Evaluasi! Anggota DPRD Banyuwangi Jalani Tes Urine Serentak

Monday, 5 Oct 2026 - 16:27 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading