Italia Dianggap Darurat Femisida, Padahal Angka Korban Masih Kalah Ke Indonesia

Wednesday, 25 September 2024 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

gambar Italia saat menghadapi krisis, publiknya dianggap tidak ramah perempuan. Ada kasus heboh yang membuat seluruh pihak panas (Sumber: Canva)

gambar Italia saat menghadapi krisis, publiknya dianggap tidak ramah perempuan. Ada kasus heboh yang membuat seluruh pihak panas (Sumber: Canva)

Frensia.id-Italia saat menghadapi krisis, publiknya dianggap tidak ramah perempuan. Ada kasus heboh yang membuat seluruh pihak panas dan melakukan protes besar-besaran.

Padahal angka korban Femisida di Italia belum sebesar yang terjadi di Indonesia. Namun, mereka turun ke jalan melakukan advokasi dan menyuarakan keadaan darurat tersebut.

Para aktivis anti diskriminasi perempuan marah dan menyadarkan publik Italia bahwa negara sedang menghadapi darurat Femisida. Hal demikian disulit sejak ada Kasus Giulia Cecchettin.

Giulia Cecchettin adalah seorang wanita berusia 22 tahun dari Italia yang ditemukan tewas pada November 2023, telah menggemparkan masyarakat dan kembali memunculkan diskusi mengenai kekerasan terhadap perempuan. Giulia diduga ditikam hingga meninggal oleh mantan kekasihnya setelah berpekan-pekan menerima ancaman dan pelecehan.

Dengan dimulainya proses persidangan minggu ini, perhatian publik kembali tersedot pada isu pembunuhan terhadap perempuan, di mana banyak orang melihat kejadian ini sebagai contoh menyedihkan dari pembunuhan yang terjadi hanya karena korban adalah perempuan. Kasus ini telah memicu seruan untuk perlindungan yang lebih kuat bagi perempuan di Italia.

Sebenarnya kasus tersebut sudah lama. Ia meninggal pada Mei 2023 setelah tubuhnya dilaporkan ditikam berkali-kali. Pasangannya, seorang pria yang menurut jaksa menjalani kehidupan ganda, akhirnya mengakui perbuatannya.

Baca Juga :  Penjelasan Ketua RW Soal Pembacokan Sebabkan 1 Tewas di Kalisat Jember

Pengakuan ini semakin memperdalam perasaan pengkhianatan dan duka yang mengelilingi kasus tersebut. Kedua insiden tersebut dianggap sebagai cerminan kelam dari kekerasan patriarki yang masih sangat kuat di Italia, menyoroti betapa dalamnya masalah ini tertanam dalam masyarakat.

Hanya saja, dilansir dari ABC News, sebanyak 120 perempuan dibunuh di Italia pada tahun 2023, dengan lebih dari separuh kasus pembunuhan tersebut dilakukan oleh pasangan atau mantan pasangan. Statistik mengerikan ini telah meningkatkan tekanan pada pihak berwenang untuk mengatasi akar penyebab kekerasan berbasis gender.

Meskipun kasus-kasus pengadilan seperti ini mendominasi pemberitaan di Italia, dampaknya meluas ke seluruh Uni Eropa. Negara-negara seperti Spanyol dan Prancis telah memberlakukan undang-undang khusus untuk melawan pembunuhan terhadap perempuan, sementara Parlemen Eropa terus mendesak adanya aturan yang lebih ketat dan konsisten di seluruh negara anggota.

Namun, penegakan hukum terhadap kekerasan terhadap perempuan masih belum merata. Pada tahun lalu, Spanyol melaporkan adanya hubungan antara gelombang panas dan peningkatan kekerasan dalam rumah tangga. Di Italia, pada tahun 2020, kemarahan publik pecah ketika seorang pria berusia 80 tahun dibebaskan setelah membunuh istrinya.

Sebagai reaksi atas pembunuhan Giulia Cecchettin, ribuan warga Italia turun ke jalan pada akhir November 2023, berpartisipasi dalam aksi protes untuk mengenang Giulia dan menuntut tindakan nyata terhadap kekerasan dan pembunuhan terhadap perempuan.

Baca Juga :  Dua Motor Penjual Nasi di Panti Jember Digondol Maling, Korban Trauma Hingga Berhenti Jualan

Demonstrasi besar-besaran yang berlangsung di Naples dan Roma dihadiri oleh banyak orang, dengan para demonstran mengangkat plakat yang bertuliskan “Hentikan Pembunuhan terhadap Perempuan” dan “Keadilan untuk Giulia.”

Bahkan seorang aktivis yang melakukan demonstrasi kemarin, menuturkan meminta secara resmi respon dari seantero PAN-Eropa.

““Kita memerlukan upaya pan-Eropa untuk memberantas kekerasan terhadap perempuan”, ujarnya tegas, 24/09/2024.

Demonstrasi demikian berbeda dengan yang terjadi di Indonesia. Padahal korban Femisida di Indonesia lebih banyak. Berdasarkan data Komnas Perempuan, kasus femisida di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2020, tercatat 95 kasus femisida, sementara pada tahun 2021 angkanya melonjak menjadi 237 kasus. Pada tahun 2022, jumlah tersebut terus meningkat hingga mencapai 307 kasus. Hingga April 2023, sudah tercatat 159 kasus femisida, menunjukkan bahwa kekerasan berbasis gender masih menjadi masalah serius di Indonesia. Data ini menggambarkan perlunya langkah-langkah lebih lanjut untuk mengatasi dan mencegah kekerasan terhadap perempuan.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Polisi Sebut Pelaku Pembacokan di Kalisat Terancam 9 Tahun Penjara
Penjelasan Ketua RW Soal Pembacokan Sebabkan 1 Tewas di Kalisat Jember
Dua Pria di Jember Carok Gara-Gara Batas Tanah, 1 Tewas
Dua Motor Penjual Nasi di Panti Jember Digondol Maling, Korban Trauma Hingga Berhenti Jualan
Curanmor di Jember Tertangkap dan Diamuk Massa
Kondisi Psikologis Siswi SMP Korban Kejahatan Seksual, Enggan Balik Sekolah karena Malu
Siswi SMP di Jember Setahun Jadi Korban Kejahatan Seksual Ayah Tiri Saat Ibu Jadi TKW
Mobil Honda Brio Warga Jember Dirampas Debt Collector Saat Makan di Rest Area

Baca Lainnya

Wednesday, 28 January 2026 - 12:37 WIB

Polisi Sebut Pelaku Pembacokan di Kalisat Terancam 9 Tahun Penjara

Wednesday, 28 January 2026 - 12:31 WIB

Penjelasan Ketua RW Soal Pembacokan Sebabkan 1 Tewas di Kalisat Jember

Monday, 26 January 2026 - 16:06 WIB

Dua Pria di Jember Carok Gara-Gara Batas Tanah, 1 Tewas

Tuesday, 20 January 2026 - 22:30 WIB

Dua Motor Penjual Nasi di Panti Jember Digondol Maling, Korban Trauma Hingga Berhenti Jualan

Saturday, 17 January 2026 - 19:16 WIB

Curanmor di Jember Tertangkap dan Diamuk Massa

TERBARU

 Bupati Jember, Muhammad Fawait dan Wakil Bupati Jember, Djoko Susanto (Foto: Istimewa).

Politia

Gugatan Wabup Jember Djoko Susanto ke Bupati Fawait Kandas

Wednesday, 25 Feb 2026 - 16:26 WIB

Foto: Istimewa.

Kulineria

Bakso Tulangan Iga di Jember Ramai Pengunjung Saat Ramadan

Wednesday, 25 Feb 2026 - 15:20 WIB