Jelang 100 Hari Prabowo-Gibran, ICW Nilai Berbalik Arah dari Asta Cita dan Toleran Terhadap Korupsi

Saturday, 25 January 2025 - 11:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Catatan 100 Hari Prabowo-Gibran & Outlook Pemberantas Korupsi 2025 (Sumber: ICW/antikorupsi.org)

Gambar Catatan 100 Hari Prabowo-Gibran & Outlook Pemberantas Korupsi 2025 (Sumber: ICW/antikorupsi.org)

Frensia.id – Jelang 100 hari kepemimpinan Prabowo-Gibran pada 28 Januari 2025 mendatang, beberapa lembaga telah menerbitkan penilaian dan hasil survei. Dari hasil kepuasaan masyarakat yang cukup tinggi, hingga rapor merah beberapa Menteri.

Namun, ICW atau Indonesia Corruption Watch menilai bahwa dalam 100 hari kerja Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak adanya gebrakan untuk segera merealisasikan agenda anti korupsi.

Bahkan, dalam Outlook “Catatan 100 Hari Prabowo-Gibran dan dan Proyeksi Pemberantasan Korupsi 2025” ICW menyebut pasangan yang terpilih pada Pilpres 2024 itu memiliki kecenderungan berbalik arah dari Asta Cita yang diusung saat kampanye, dan terkesan toleran terhadap koruptor.

Hal tersebut terkonfirmasi dari berbagai pernyataan dan kebijakan langsung Prabowo atau pernyataan dan rencana kebijakan para Menteri Kabinet Merah Putih.

Pernyataan Prabowo yang akan memberikan pengampunan atau memaafkan koruptor jika mengembalikan uang rakyat yang dikorupsi dianggal hal yang paling membuktikan kendornya komitmen pemerintahan Prabowo-Gibran.

Lebih lanjut, ICW menyebut kendornya komitmen ini juga diperkuat dengan rencana kontroversial Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, yang akan mengeluarkan kebijakan berpotensi tidak transparan, sulit dipertanggungjawabkan dan tidak menimbulkan efek jera, yakni denda damai bagi koruptor.

Baca Juga :  Gus Fawait Minta Fasilitas Pasien Harus Lebih Mewah dari Ruang Pejabat Kesehatan

Selain itu, Menteri Hukum yang menjabat sejak jelang berakhirnya masa pemerintahan Jokowi ini menunjukkan sikap inkonsistensi terhadap koordinator kementerian diatasnya, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menkopolkam).

Budi Gunawan, Menkopolkam pada peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia pada 9 Desember lalu memberikan dukungan untuk penguatan Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK), sedangkan Supratman Andi Agtas mengeluarkan gagasan KPK tidak lagi dibutuhkan jika Undang-Undang partai politik, perampasan asset dan pembatasan uang karta dibahas dan disakan oleh DPR.

Inkonsistensi lainnya, terhadap eksistensi KPK juga pernah disampaikan Menteri Koordinator Hukum, Yusril Ihza Mahendra yang mengusulkan adanya lembaga Tunggal untuk memberantas korupsi, dengan menyatukan lembaga berwenang melakukan penyidikan dan penuntutan dalam bidang tindak pidana korupsi.

Pernyataan yang saling bertentangan dari para menteri Kabinet Merah Putih itu, dalam pengantar Outlook yang terbit pada 23 Januari lalu itu, menurut ICW mencerminkan buruknya pemahaman, koordinasi, dan pola komunikasi publik terkait agenda antikorupsi dalam Astacita yang digagas oleh Prabowo-Gibran.

Baca Juga :  Bupati Fawait Sebut Perputaran Ekonomi Harus Terjadi di Desa untuk Tekan Angka Kemiskinan di Jember

Demikian juga, dapat dinilai menjadi indikator bahwa pemberantasan korupsi di era Prabowo-Gibran belum jelas arahnya dan terkesan hanya sebatas retorika penguatan antikorupsi tanpa tindakan nyata.

Padahal dalam Astacita, delapan misi pemerintaha Prabowo-Gibran, salah satu hal paling dikampanyekan ialah akan memperkuat reformasi politik, hukum dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba.

Selain itu, secara terperinci agenda anti korupsi dalam Astacita diurai dalam lima poin penting. Pertama, mengatur sistem pendanaan dan pembiayaan politik yang transparan.

Kedua, melakukan penguatan KPK, Kepolisian, Kejaksaan, dan Kehakiman serta menjamin untuk tidak mengintervensi penegakan kasus korupsi.

Ketiga, menjadikan KPK sebagai center of excellence dalam upaya pemberantasan korupsi yang bersifat preventif.

Keempat, memperkuat program edukasi anti-korupsi bagi generasi muda, serta bekerja sama dengan swasta untuk menguatkan sinergi gerakan anti-korupsi di sektor swasta dan publik.

Kelima, revitalisasi pengawasan melalui pembangunan inspektorat (independen dan akuntabel) dan pengawasan kebocoran penerimaan perpajakan yang dikombinasikan sistem transaksi keuangan yang bersifat bankable dan pembayaran non-tunai.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Bupati Fawait Imbau Warga Jember Tetap Tenang soal Stok BBM
Antrean Mengular di SPBU Jember, Bupati Fawait Gelar Rapat Daring dengan Pertamina
Hiswana Migas Besuki Jamin Stok BBM di Jember Aman, Warga Diimbau Tak Panic Buying
Satgas Jember Sebut Puluhan Dapur MBG di Jember Belum Kantongi SLHS
Tanggapan Ketua DPC PKB Jember Soal Fatayat NU Jember Kembalikan Bantuan yang Diminta oleh DPR RI
DPRD Jember Desak Sekda Koordinasi dengan Bulog Guna Atasi Anjloknya Harga Gabah
Satgas MBG Jember Ancam Cabut Izin Dapur yang Pangkas Anggaran Makan Bergizi
Tanggapan Penerima Manfaat Tentang Salah Satu Dapur di Jember di Suspend BGN

Baca Lainnya

Friday, 6 March 2026 - 02:21 WIB

Bupati Fawait Imbau Warga Jember Tetap Tenang soal Stok BBM

Thursday, 5 March 2026 - 23:50 WIB

Antrean Mengular di SPBU Jember, Bupati Fawait Gelar Rapat Daring dengan Pertamina

Thursday, 5 March 2026 - 23:35 WIB

Hiswana Migas Besuki Jamin Stok BBM di Jember Aman, Warga Diimbau Tak Panic Buying

Wednesday, 4 March 2026 - 18:14 WIB

Satgas Jember Sebut Puluhan Dapur MBG di Jember Belum Kantongi SLHS

Tuesday, 3 March 2026 - 22:55 WIB

Tanggapan Ketua DPC PKB Jember Soal Fatayat NU Jember Kembalikan Bantuan yang Diminta oleh DPR RI

TERBARU

Bupati Jember, Muhammad Fawait saat melakasanan rapat koordinasi dengan Pertamina melalui layar zoom (Foto: Fadli/Frensia).

Politia

Bupati Fawait Imbau Warga Jember Tetap Tenang soal Stok BBM

Friday, 6 Mar 2026 - 02:21 WIB

Sumber: Foto Instagram Luhut.Pandjaitan

Regionalia

Luhut Berharap Adanya Kesadaran Kolektif Seluruh Elemen Bangsa

Thursday, 5 Mar 2026 - 22:34 WIB