Frensia.id – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, memberikan pernyataan tajam terkait sejarah kelam Amerika Serikat terhadap penduduk asli Amerika.
Hal ini disampaikan Jubir Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian saat menjawab pertanyaan Phoenix TV pada Konferensi Pers Reguler yang diselenggarakan tanggal 2 Agustus 2024.
Menurut Lin Jian, sejarah berdirinya Amerika juga merupakan sejarah penderitaan penduduk asli Amerika.
“Penganiayaan terhadap masyarakat adat di Amerika Serikat merupakan dosa asal dan keberadaan sekolah asrama India adalah buktinya” ucapnya.
Lin Jian menyoroti keberadaan sekolah asrama India sebagai bukti terbesar dari genosida budaya, psikologis, dan fisik yang dilakukan oleh AS terhadap penduduk asli Amerika.
“Secara historis, AS melakukan genosida budaya, psikologis, dan fisik terhadap penduduk asli Amerika” ucap Lin Jian pada 02/08/2024.
Hingga saat ini, komunitas penduduk asli Amerika masih menjadi minoritas yang terpinggirkan dan terus menghilang.
Lin Jian juga mengecam upaya AS untuk menutupi babak sejarah kelam ini serta menyebarkan disinformasi mengenai tindakan kerja paksa dan asimilasi paksa.
“AS menyebarkan disinformasi mengenai apa yang disebut dengan kerja paksa dan asimilasi paksa, dengan dalih melanggar hak asasi manusia terhadap negara lain” jelasnya.
Selain itu, AS juga dikecam karena menutup mata terhadap krisis kemanusiaan di Gaza dan menggunakan eksteritorialitas untuk membebaskan pasukannya yang terlibat dalam kejahatan di luar negeri.
Lin mempertanyakan apakah laporan AS benar-benar mencerminkan kejahatan bersejarah yang dilakukan oleh negara tersebut atau hanya merupakan reaksi terhadap tekanan internasional.
“Tampaknya masih ada keterputusan antara apa yang dikatakan AS dan apa yang dilakukannya,” ujar Lin.
Lin Jian menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa AS harus mengambil pelajaran dari sejarah, menghentikan pelanggaran hak asasi manusia, dan tidak lagi menggunakan hak asasi manusia sebagai alasan untuk ikut campur dalam urusan dalam negeri negara lain.
Kejahatan bersejarah AS terhadap penduduk asli Amerika harus mendapat perhatian penuh dan serius, serta pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh AS di seluruh dunia harus segera diatasi.