Frensia.id – Lailatul Qadar adalah malam yang lebih mulia daripada seribu bulan.
Rasulullah menganjurkan umatnya untuk memperbanyak ibadah pada malam Lailatul Qadar.
Namun, hingga hari ini, banyak kalangan ulama berbeda pendapat mengenai waktu turunnya malam mulia ini
Al-Ghazali, ulama sekaligus sufi kondang ini telah meprediksi kapan Lailatul Qadar berlangsung.
Dilansir melalui karya besar Sayyid Abu Bakar Utsman bin Muhammad Syatho ad-Dimyathi as-Syafi’I, I’anatut Thalibin, juz 2, hal. 257, Al-Ghazali menjelaskan bahwa Lailatul Qadar dapat diprediksi melalui hari pertama pada bulan Ramadhan.
قال الغزالي وغيره إنها تعلم فيه باليوم الأول من الشهر
فإن كان أوله يوم الأحد أو يوم الأربعاء فهي ليلة تسع وعشرين
أو يوم الاثنين فهي ليلة إحدى وعشرين
أو يوم الثلاثاء أو الجمعة فهي ليلة سبع وعشرين
أو الخميس فهي ليلة خمس وعشرين
أو يوم السبت فهي ليلة ثلاث وعشرين
قال الشيخ أبو الحسن ومنذ بلغت سن الرجال ما فاتتني ليلة القدر بهذه القاعدة المذكورة
Artinnya:
- Jika awal Ramadhan jatuh pada hari Minggu atau Rabu, Maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-29
- Jika awal Ramadhan jatuh pada hari Senin, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-21
- Jika awal Ramadhan jatuh pada hari Selasa atau Jumat, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27
- Jika awal Ramadhan jatuh pada hari Kamis, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-25
- Jika awal Ramadhan jatuh pada hari Sabtu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-23
Maka dari itu, Ramadhan kali ini, utamanya bagi kalangan Sunni di Indonesia, jatuh pada hari Selasa 12 Maret 2024.
Al Ghazali mengatakan jelas bahwa jika awal Ramadhan adalah hari Selasa, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke 27 Ramadhan, tepatnya pada hari Minggu tanggal 7 April 2024. (*)