LPG Sempat Langka, Bahlil: Bentuk Cinta Kepada Rakyat

Wednesday, 5 February 2025 - 12:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers kepada awak media usai pertemuan di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa, 4 Februari 2025. (Sumber: BPMI Setpres/Rusman)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers kepada awak media usai pertemuan di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa, 4 Februari 2025. (Sumber: BPMI Setpres/Rusman)

Frensia.id – Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut penerbitan kebijakan melarang pengecer menjual LPG sebagai bentuk cinta pemerintah kepada rakyat.

“penataan ini penting kami lakukan sebagai bentuk cinta kami kepada rakyat agar uang negara yang disubsidi ini betul-betul tepat sasaran”, kata Bahlil pada Selasa (4/2) usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, dikutip dari laman BPMI Setpres.

Presiden Prabowo memberikan instruksi tegas terkait reformasi subsidi LPG agar lebih tepat sasaran dan menghindari penyalahgunaan oleh pihak-pihak tertentu.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa reformasi subsidi LPG menjadi perhatian utama pemerintah, terutama karena skema yang ada saat ini sudah berlangsung selama lebih dari 20 tahun tanpa perubahan signifikan.

Bahlil pun menegaskan bahwa subsidi LPG yang mencapai Rp87 triliun per tahun harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak.

“Diharapkan masyarakat mendapatkan harga dengan yang semurah-murah mungkin. Tapi kenyataannya kan sekarang, jujur kita katakan, ada di tingkat sampai tingkat masyarakat itu, dibeli sampai harga Rp25.000 per tabung. Tidak hanya itu, ada juga yang mengoplos. Ini kan sayang,” ujar Bahlil kepada awak media usai pertemuan.

Baca Juga :  Sapa Masyarakat, David Handoko Seto Ajak Warga Kawal Proyek Infrastruktur hingga Makan Bergizi Gratis

Presiden Prabowo pun menegaskan bahwa penataan subsidi harus dilakukan agar tidak terjadi pemborosan anggaran dan kebocoran di tingkat distribusi.

Sebagai solusi, pemerintah telah mengubah sistem distribusi LPG di tingkat pengecer dengan menaikkan status mereka menjadi subpangkalan yang lebih mudah diawasi.

“Nah, dengan mereka menjadi subpangkalan, maka kita akan menaruh fasilitas yang sama dengan di pangkalan. Supaya harganya bisa kita kontrol pakai IT. Itu maksudnya sebenarnya,” ungkap Bahlil.

Terkait kritik yang menyebut sosialisasi kebijakan ini kurang maksimal, Bahlil memastikan bahwa pemerintah terus melakukan pendampingan kepada para pelaku usaha. Bahlil juga memastikan bahwa tidak ada biaya yang dikeluarkan oleh subpangkalan.

“Saya menyadari bahwa ini kan barang baru, pasti ada penyesuaian. Nanti sambil kita melihat perkembangan beberapa waktu ke depan, sudah pasti kita akan melakukan asistensi. Tapi penataan ini penting kami lakukan sebagai bentuk cinta kami kepada rakyat agar uang negara yang disubsidi itu betul-betul tepat sasaran,” ucap Bahlil.

Presiden Prabowo juga memberikan arahan agar tidak ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan LPG akibat perubahan sistem ini. Melalui reformasi distribusi LPG ini, pemerintah menargetkan efisiensi anggaran serta memastikan bahwa subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga :  Pemkab Jember akan Launching Home Care pada 24 Juli 2026

“Tugas kami atas perintah Bapak Presiden adalah memastikan seluruh proses subsidi tepat sasaran. Yang kedua di tata kelolanya harus baik. Yang ketiga, rakyat dipastikan harus segera mendapat apa yang menjadi kebutuhan mereka, terutama menyangkut LPG. Jadi harus dapat, jangan jauh-jauh kata Bapak Presiden,” tutur Bahlil.

Pada hari yang sama, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar Kementerian ESDM mengaktifkan kembali pengecer-pengecer LPG yang sempat terhenti penjualannya akibat kebijakan penertiban.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad sebelum pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan pada waktu yang sama.

Dasco menyampaikan aspirasi masyarakat terkait kesulitan mendapatkan LPG akibat kebijakan penertiban pengecer oleh Kementerian ESDM.

“Presiden meminta supaya secara parsial dilakukan administrasi penertibannya, tetapi pengecer-pengecer bisa tetap berjualan supaya masyarakat tidak kesulitan mendapatkan LPG,” pungkas Dasco.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Menpar dan Pemprov Jatim Optimis JFC Bakal Tembus Kalender Wisata Dunia
Menpar Puji JFC, Sebut Jember Jadi Inspirasi dan Bawa Budaya Indonesia ke Dunia
Datang ke JFC, Sekjen Kemenbud: Bangsa yang Rawat Budaya Akan Disegani Dunia
Bupati Gus Fawait sebut JFC Karnaval Terbesar Kedua Dunia angkat Nama Jember Lebih Dikenal
Ketua Fraksi Nasdem Puji Program Home Care Jember: Warga Miskin Tak Perlu Cemas Berobat
Gus Fawait Optimis JFC 2026 Dongkrak Perputaran Ekonomi Jember
Cerita Gus Fawait yang Teringat Pesan Ibunya Sebelum Meluncurkan Program UHC Prioritas Warga Jember
Datang ke Jember, Wamenkes Sebut Program Homecare Potensial Jadi Percontohan Nasional

Baca Lainnya

Sunday, 26 July 2026 - 17:38 WIB

Menpar dan Pemprov Jatim Optimis JFC Bakal Tembus Kalender Wisata Dunia

Sunday, 26 July 2026 - 15:48 WIB

Menpar Puji JFC, Sebut Jember Jadi Inspirasi dan Bawa Budaya Indonesia ke Dunia

Sunday, 26 July 2026 - 14:43 WIB

Bupati Gus Fawait sebut JFC Karnaval Terbesar Kedua Dunia angkat Nama Jember Lebih Dikenal

Sunday, 26 July 2026 - 14:35 WIB

Ketua Fraksi Nasdem Puji Program Home Care Jember: Warga Miskin Tak Perlu Cemas Berobat

Saturday, 25 July 2026 - 01:44 WIB

Gus Fawait Optimis JFC 2026 Dongkrak Perputaran Ekonomi Jember

TERBARU

Salah satu penampilan kostum yang dipakai oleh talent, saat acara puncak Grand Carnival JFC 2026 (Foto: Sigit/Frensia).

Entertainment

Grand Carnival JFC 2026 Tampilkan 8 Defile Spektakuler

Sunday, 26 Jul 2026 - 23:01 WIB

Gambar Dua Sepeda Motor Adu Banteng, Satu Pengendara Tewas (sumber: Istimewa)

Regionalia

Dua Sepeda Motor Adu Banteng, Satu Pengendara Tewas

Sunday, 26 Jul 2026 - 16:36 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading