Menara Masjid Bukan Lagi Tempat Adzan, Lantas Gunanya Apa?

Saturday, 4 May 2024 - 10:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar menara Masjid (sumber: Istimewa)

Gambar menara Masjid (sumber: Istimewa)

Frensia.id– Meskipun menara tidak ada bentuk pakem infrastruktur masjid. Namun hampir semua memilikinya. Keberadaan tetap saja dianggap penting hingga saat ini.

Lantas apa gunannya? Menurut informasi dari Smart History, masjid umumnya dilengkapi dengan menara yang berdekatan atau melekat pada bangunan utama.

Bentuk menara ini bervariasi, mulai dari yang berbentuk spiral hingga menara yang mirip pensil. Fungsi utama dari menara masjid bukan hanya sebagai elemen visual yang mencolok yang mengingatkan akan keberadaan agama Islam.

Dilansir dari laporan dari Hindustan Times juga, di masa lalu, menara masjid memainkan peran penting sebagai tempat bagi muazin untuk mengumandangkan azan. Terutama di kota-kota dengan populasi padat dan tersebar luas, menara ini menjadi sangat berharga.

Muazin dengan suara yang jelas akan memanjat menara tersebut setiap hari lima kali untuk mengumandangkan azan, memberi tanda dimulainya waktu shalat bagi umat Islam. Karena posisinya yang tinggi, suara azan ini dapat dengan mudah terdengar hingga ke wilayah yang jauh.

Baca Juga :  Awal Ramadan, Jumlah Penumpang KA di Jember Alami Penurunan

Sehingga, selain sebagai elemen arsitektur, menara masjid memiliki peran kultural dan praktis. Hal ini yang sangat penting dalam membantun kedisiplinan ibadah sehari-hari umat Islam.

Adapun yang kedua adalah untuk menguatkan estetika infrastruktur masjid. Sebuah menara masjid bukan hanya di fungsikan sebagai tempat pemberi sinyal masuknya waktu sholat. Ternyata, juga dapat di jadikan sebagai pemberi kesan estetika.

Estetika dalam masjid berarti keindahan, dengan adanya menara masjid maka keindahan akan sebuah masjid akan cenderung terlihat. Menara yang di bangun dapat berada di atas masjid atau menyatu dengan masjid atau di bangun di sebelah pojok masjid itu sendiri.

Kedua fungsi di atas, salah satunya telah melemah, yakni berkaitan dengan fungsinya sebagai pelantang suara adzan. Perubahan peran menara masjid dalam era modern mencerminkan adaptasi terhadap kemajuan teknologi dan perubahan dalam kebutuhan masyarakat.

Dulu, menara masjid memegang peran penting sebagai tempat untuk muazin mengumandangkan azan secara langsung, memberi tanda kepada umat Muslim bahwa waktu shalat telah tiba. Namun, dengan berkembangnya teknologi, seperti penggunaan mikrofon dan pengeras suara, fungsi tradisional menara mulai bergeser.

Baca Juga :  Berkah Tidak Mesti Identik dengan Kekayaan, Begini Penjelasan Dr. Haidar Baqir

Dengan adanya mikrofon dan pengeras suara yang dipasang di puncak menara, suara azan dapat diumandangkan dengan jelas ke seluruh komunitas.

Bahkan, dalam lingkungan yang padat atau berisik. Hal ini memungkinkan umat Islam untuk tetap terhubung dengan panggilan shalat tanpa harus bergantung pada muazin yang naik ke menara.

Meskipun demikian, meskipun peran praktis menara telah berubah, keberadaannya masih penting dalam konteks simbolis dan arsitektur tradisional. Menara tetap menjadi bagian integral dari identitas visual masjid dan cenderung dipertahankan sebagai ciri khas dalam desain bangunan.

Jadi, dalam hal ini, menara masjid bukan hanya menjadi alat praktis, tetapi juga simbol keberadaan Islam dan keindahan arsitektur yang menginspirasi.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Berkah Tidak Mesti Identik dengan Kekayaan, Begini Penjelasan Dr. Haidar Baqir
Idealisme Nabi Muhammad SAW Ketika DiLobi oleh Orang Terdekat
Awal Ramadan, Jumlah Penumpang KA di Jember Alami Penurunan
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Kamis, Serukan Persatuan di Tengah Perbedaan
Riset Orientalis Ungkap Inkonsistensi Moral dan Disiplin Diri Saat Ramadhan Para Pemuda Mesir
Resepsi 100 Tahun NU, Ketua LDNU PBNU Paparkan Tiga Kerangka Khidmat
Peziarah Terhambat Ziarah ke Wali Lima Gegara Bus Masuk Sawah di Mayang Jember
Di Momen Hari Santri Nasional, Brulantara Grup Gerakkan Santri Bangun Kemandirian Laut

Baca Lainnya

Sunday, 8 March 2026 - 14:28 WIB

Berkah Tidak Mesti Identik dengan Kekayaan, Begini Penjelasan Dr. Haidar Baqir

Thursday, 26 February 2026 - 23:19 WIB

Idealisme Nabi Muhammad SAW Ketika DiLobi oleh Orang Terdekat

Saturday, 21 February 2026 - 17:00 WIB

Awal Ramadan, Jumlah Penumpang KA di Jember Alami Penurunan

Tuesday, 17 February 2026 - 21:00 WIB

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Kamis, Serukan Persatuan di Tengah Perbedaan

Saturday, 14 February 2026 - 01:29 WIB

Riset Orientalis Ungkap Inkonsistensi Moral dan Disiplin Diri Saat Ramadhan Para Pemuda Mesir

TERBARU