September Kelam Bagi Perempuan, Telah 3 Orang Merenggang Nyawa, Korban Femisida

Saturday, 21 September 2024 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar September Kelam Bagi Perempuan, Telah 3 Orang Merenggang Nyawa, Korban Femisida (Ilsutrasi/Frensia)

Gambar September Kelam Bagi Perempuan, Telah 3 Orang Merenggang Nyawa, Korban Femisida (Ilsutrasi/Frensia)

Frensia.id-September tahun ini benar-benar kelam bagi perempuan. Tercatat, telah 3 orang yang jadi merenggang nyawa. Mereka jadi korban Femisida.

Femisida sendiri, merujuk pada pembunuhan yang menargetkan perempuan berdasarkan jenis kelamin atau gender mereka, sering kali terjadi sebagai puncak dari kekerasan berbasis gender yang telah berlangsung sebelumnya. Tindakan ini sering jadi atensi Komnas Perempuan.  

Dari saking banyak kejadiannya, Mereka juga merekomendasikan agar pemerintah mendirikan femisida watch. Yang demikian merupakan sebuah mekanisme untuk mengidentifikasi kasus, serta mengembangkan langkah-langkah pencegahan, penanganan, dan pemulihan bagi keluarga korban.

Memang di Indonesia telah banyak kasus femisida yang memilukan. Terutama, akhir-akhir ini. Setidaknya, di bulan September saja, telah ada tiga kasus korban Femisida yang memilukan. Mayoritas pelakunya adalah lelaki.

Siswi Pelambang Korban 4 Anak Laki-laki

Perempuan beriniasil AA (13), seorang siswi asal Palembang, Sumatra Selatan, ditemukan tewas. Jenazahnya ditemukan di area pemakaman umum Talang Krikil, Palembang, 01/09/2024.

Baca Juga :  Polisi Buka Garis Polisi di SPBU Teuku Umar Jember, Fokus Buru Pelaku

Ada empat tersangka dalam kasus ini. Kepolisian Sumatra Selatan sebelumnya mengungkapkan bahwa tindakan mereka didorong oleh pengaruh buruk dari kebiasaan mengonsumsi film tak senonoh atau konten dewasa.

Para pelaku diketahui terpapar konten yang memicu perilaku yang tidak sesuai dan melanggar hukum. Yang menarik, menurut Komisioner KPAI, Dian Sasmita, tiga dari para pelaku yang masih berusia anak dan saat ini ditempatkan di panti sosial, menyadari bahwa tindakan mereka salah. Mereka bahkan beberapa kali menangis sebagai tanda penyesalan atas perbuatan yang telah mereka lakukan.

Gadis Penjual Gorengan Korban Residivis

Seminggu kemudian, giliran seorang gadis tekun penjual gorengan yang jadi korban. Inisialnya NKS, ia ditemukan meninggal dan dikubur 2 hari setelah dinyatakan hilang.

Pihak kepolisian berhasil menangkap IS (26), seorang residivis yang sebelumnya juga melakukan kasus serupa dan narkoba. Kapolda Sumatera Barat, Irjen Suharyono, mengungkapkan bahwa peristiwa ini bermula ketika tersangka, bersama tiga rekannya, membeli gorengan dari korban.

Baca Juga :  Resahkan Warga, Polisi Gerebek Rumah Tempat Pesta Gay di Antirogo Jember

Saat itulah muncul niat buruk dari tersangka yang berujung pada tindakan tragis tersebut. Polisi juga telah menjelaskan kronologi lengkap kejadian ini.

Mirisnya, NKS merupakan tulang punggung keluarga dan gadis memiliki cita-cita tinggi menempuh pendidikan yang layak. Tentu begitu menyayat hati, dirinya ditemukan terekubur di tanah dan tanpa memakai sehelai benang pun.

Korban KDRT Di Bandung

Beberapa hari kemudian, Femisida memakan korban kembali. Kali ini seorang wanita berinisial SO (21), asal Ciwastra, Bandung. Ia meninggal dengan sejumlah luka yang mengerikan.

Pelakunya, DJ (31), telah ditetapkan sebagai tersangka kekerasan dalam rumah tangga. Sebenarnya, tidakan tersebut bermula dengan konflik yang sangat sederhana. Kejadian bermula dari pertengkaran DJ dan SO cek cok. DJ menuduh SO selingkuh. Karena gelap mata, ia memukul dan menusuk kekasihnya 7 kali dengan pisau.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Kejari Jember Temukan Fakta Baru Kasus Kebakaran dan Dugaan Korupsi Bank Jatim Capem Kalisat
Kejari Jember Panggil Sejumlah Saksi soal Dugaan Penyelewengan Dana BOS Sekolah
Kejari Jember Usut Dugaan Korupsi Klaim BPJS Kesehatan, Status Naik ke Penyidikan!
Kejari Jember Periksa Sejumlah Saksi soal Skandal Bank Jatim Capem Kalisat
Babak Baru Kasus Dugaan Penyelewengan Solar di SPBU Tegal Besar
Polisi Tetapkan 1 Tersangka Kasus Pengeroyokan Usai Nobar Bola di Tanggul Jember
Polisi Selidiki Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan APBDes di Karangsono Jember
Usai Nobar Bola, Rombongan Antar Pemuda Terlibat Cekcok-Perkelahian

Baca Lainnya

Friday, 8 May 2026 - 02:55 WIB

Kejari Jember Temukan Fakta Baru Kasus Kebakaran dan Dugaan Korupsi Bank Jatim Capem Kalisat

Friday, 8 May 2026 - 00:20 WIB

Kejari Jember Panggil Sejumlah Saksi soal Dugaan Penyelewengan Dana BOS Sekolah

Thursday, 7 May 2026 - 23:03 WIB

Kejari Jember Usut Dugaan Korupsi Klaim BPJS Kesehatan, Status Naik ke Penyidikan!

Wednesday, 6 May 2026 - 19:22 WIB

Kejari Jember Periksa Sejumlah Saksi soal Skandal Bank Jatim Capem Kalisat

Tuesday, 5 May 2026 - 13:52 WIB

Babak Baru Kasus Dugaan Penyelewengan Solar di SPBU Tegal Besar

TERBARU