Walau Wafat, Habib Sholeh Dianggap Masih Pendidik, Berikut Penjelasan Dalam Buku Karya Dosen UIN KHAS Jember

Sunday, 21 April 2024 - 16:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Buku Dosen UIN KHAS Jember (Sumber;Istimewa)

Gambar Buku Dosen UIN KHAS Jember (Sumber;Istimewa)

Frensia.id- Haul Habib Sholeh Tanggul setiap tahunnya, selalu dikerumuni ribuan orang. Hal demikian membuktikan sosoknya benar-benar penting dalam kehidupan sosial masyarakat muslim Indonesia. Walaupun telah wafat, disebut-sebut masih bisa mendidik Ummat.

Habib yang memiliki nama lengkap Sholeh bin Muhsin al-Hamid ini ternyata bukan hanya sosok yang karismatik dan ahli zikir saja, namun juga masyhur sebagai pendidik. Salah satu faktanya secara lugas ditulis dalam buku yang berjudul, “Habib Sholeh Tanggul Pendidik Ummat”.

Buku ini merupakan karya salah satu akademisi, Abd Mu’is, yang saat tulisan ini ditulis menjabat sebagai Universitas Islam Negeri Kiai Haji Ahmad Shiddiq Jember. Karya tersebut telah diterbitkan pada tahun 2020 di LEPPAS (Lembaga Pengembangan Pendidikan, Agama dan Sosial).

Pembahasan dalam buku ini dibagi menjadi 5 bab. Bab terakhir menegaskan bahwa walau wafat Habib Sholeh masih menjadi pendidik.

Bab pertama, menggambarkan tentang profil lengkap Sholeh bin Muhsin al-Hamid. Banyak informasi yang bisa oleh pada bab ini salah satunya disebutkan bahwa Habib Sholeh dilahirkan di Korbah, Ba Karman (Wadi Amd), Hadramaut pada tahun 1313 H. Ayahnya adalah Habib Muhsin bin Ahmad, yang terkenal dengan sebutan Albakry-AlHamid. Ayah dari Habib Sholeh Tanggul merupakan seorang yang saleh dan dihormati oleh masyarakat. Selain sebagai keturunan Rasulullah Saw, ayah Habib Sholeh juga merupakan seorang ulama yang selalu mengajak kepada kebaikan.

Baca Juga :  Rektor UIN KHAS Jember Sampaikan Peran MUI di Pembukaan Musda ke-XI

Hal uniknya, diungkap sebuah fakta bahwa sosok Habib Sholeh Juga serta dalam pembangunan Masjid Jami’ Baitul Amin. Diceritakan bahwa Letkol. Abd. Hadi (Bupati Jember) meminta pendapat dari Habib Sholeh dalam proses pembangunan Masjid Agung (Masjid Jami) yang baru bagi masyarakat Jember.

Bab kedua berbicara tentang nasehat pendidikannya. Pada bab ini diuraikan bahwa Habib Sholeh juga sering memberikan nasehat pada masyarakat. Salah satu sumber rujukan nasehat adalah kitab Nashoihud Diniyah yang ia ajarkan tiap sore hari.

Bab ketiga, tentang Jaringan ulama’ Sang Habib. Cukup sedikit yang diungkap dalam bab ini. Jaringan Habib Sholeh yang disebutkan hanya ada dua kalangan yakni pemerintahan yakni Letkol. Abd. Hadi sebagai Bupati Jember dan para Habaib terkenal lain seperti Habib Ali bin Abdurrahman bin Abdullah Al-Habsyi, Kwitang Jakarta, Habib Ali di Bungur, Jakarta hingga Habib Lutfi Bin Yahya Pekalongan.

Pada bab keempat, menelisik tentang hubungan Habib Sholeh dengan pejabat Negara. Yang unik, sang penulis menjabarkan reformasi struktur kekuasaan tahun 1984 dan hubungan dengan Habib Sholeh. Entah dari mana datanya? Yang pasti penulis begitu rigit menjelaskan kisah-kisahnya.

Baca Juga :  Awal Ramadan, Jumlah Penumpang KA di Jember Alami Penurunan

Bab keempat ini memosikan Habib Sholeh sebagai orang yang memiliki keistimewaan menebak pergantian Menteri Luar Negeri (Menlu). Adam Malik hingga Alwi Shihab adalah dua tokoh yang diramal bergantian menjadi Menlu RI. Tidak heran, jika dikemudian hari dikatakan banyak tokoh yang berkunjung ke kediaman dan bahkan maqom Habib Sholeh di Tanggul.

Bab kelima menjelaskan sang Habib yang kini dianggap masih mendidik Ummat. Bab terakhir ini penulis berani menyimpulkan bahwa walaupun sudah wafat hingga saat ini Habib Sholeh tetap mendidik.

Pada mengisahkan upaya Habib Sholeh dalam memberikan pendidikan ajaran agama bagi masyarakat. Mulai dari membangun musholah hingga mendirikan masjid, dianggap oleh Abdu Mu’is sebagai jerih payah dan tauladan sang Habib sebagai pendidik.

Menurut penulis buku ini, beberapa Ummat Muslim  yang datang untuk berziarah, bukan semata berdo’a, namun juga menimba ilmu dan berupaya mentauladani Sang Habib. Alasan ini yang tampak menjadi dasar penegasan Abd Muis dalam bukunya, bahwa walaupun telah Wafat Habis Sholeh tetap menjadi pendidik. (“)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Rektor UIN KHAS Jember Sampaikan Peran MUI di Pembukaan Musda ke-XI
Perempuan Cantik Tidak Disunnahkan Mengikuti Sholat Idul Fitri, Begini Penjelasan dalam Kitab Fathul Qorib
Warga Desa Suger Kidul Jember Rayakan Lebaran Lebih Awal
Berkah Tidak Mesti Identik dengan Kekayaan, Begini Penjelasan Dr. Haidar Baqir
Idealisme Nabi Muhammad SAW Ketika DiLobi oleh Orang Terdekat
Awal Ramadan, Jumlah Penumpang KA di Jember Alami Penurunan
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Kamis, Serukan Persatuan di Tengah Perbedaan
Riset Orientalis Ungkap Inkonsistensi Moral dan Disiplin Diri Saat Ramadhan Para Pemuda Mesir

Baca Lainnya

Saturday, 4 April 2026 - 15:05 WIB

Rektor UIN KHAS Jember Sampaikan Peran MUI di Pembukaan Musda ke-XI

Saturday, 21 March 2026 - 14:54 WIB

Perempuan Cantik Tidak Disunnahkan Mengikuti Sholat Idul Fitri, Begini Penjelasan dalam Kitab Fathul Qorib

Thursday, 19 March 2026 - 07:58 WIB

Warga Desa Suger Kidul Jember Rayakan Lebaran Lebih Awal

Sunday, 8 March 2026 - 14:28 WIB

Berkah Tidak Mesti Identik dengan Kekayaan, Begini Penjelasan Dr. Haidar Baqir

Thursday, 26 February 2026 - 23:19 WIB

Idealisme Nabi Muhammad SAW Ketika DiLobi oleh Orang Terdekat

TERBARU

Bupati Jember, Gus Muhammad Fawait (Foto: Istimewa).

Politia

Terobosan Baru Gus Fawait, Gelar Forum Uji Publik Secara Live

Saturday, 11 Apr 2026 - 16:22 WIB

Bupati Jember, Gus Muhammad Fawait (Foto: Istimewa).

Politia

Gus Fawait Sulap Jalan Kartini Jadi Food Street Ikon Baru Jember

Saturday, 11 Apr 2026 - 16:17 WIB