Yenny Wahid Kuliti Aparat Kepolisian di Haul Gus Dur: Ironis, Polisi Justru Jadi Represi dan Ancaman, Bukan Pelindung Bagi Masyarakat

Sunday, 22 December 2024 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frensia.id- Yenny Wahid, Putri Gus Dur sekaligus ketua panitia Haul ke-15 Gus Dur menyampaikan sambutan yang mendalam tentang warisan mendiang ayahnya dalam menegakan demokrasi. Salah satu isi sambutannya mengenai langkah Gus Dur memisahkan kepolisian dan TNI.

Yenni, mengkuliti aparat kepolisian yang justru menjadi alat repsesi dan ancaman, bukan pelindung masyarakat seperti yang dicita-citakan Gus Dur. Ia sampaikan saat Haul ke-15 Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (22/12/2024).

“Gus Dur berkontribusi besar pada demokrasi Indonesia dengan memisahkan kepolisian dari TNI agar menjadi institusi sipil yang melindungi rakyat. Namun, kini kepolisian justru banyak dikritik karena penyalahgunaan kekuasaan, termasuk kekerasan, penyiksaan, dan pembunuhan di luar hukum.” Ujar Yenni dalam sambutannya

Yenny Wahid mengingatkan pentingnya pandangan Gus Dur dalam memastikan peran kepolisian sebagai pelindung rakyat.

“Gus Dur dengan kejernihan pikirannya memahami bahwa untuk mewujudkan sebuah negara yang benar-benar demokratis, kita harus memastikan bahwa kepolisian adalah institusi sipil berfungsi melindungi rakyat bukan alat kekuasaan yang menindas.” Imbuh dia

Ia memberikan apresiasi kepada TNI atas komitmennya menjaga disiplin dan tidak terlibat dalam politik praktis.

Baca Juga :  Pemkab Resmi Launching Program Homecare Gratis untuk Warga Jember

“Saat ini kita memberikan acungan jempol untuk TNI yang telah belajar dari kesalahan masa lalu dan telah menerapkan disiplin diri yang sangat kuat untuk tidak lagi cawe-cawe dalam politik.” Ujarnya

Namun, Yenny Wahid mengungkapkan keprihatinannya yang mendalam terhadap berbagai kasus penyalahgunaan kekuasaan oleh kepolisian yang berdampak buruk bagi masyarakat.

“Tetapi fenomena sebaliknya terjadi pada aparat kepolisian, polisi yang seharusnya melindungi rakyat justru jadi ancaman di masyarakat. Gamma Rizkynata, siswa SMA 4 semarang, budiman Arisandi warga palangkaraya, Haryono saksi pelapor yang justru jadi tersangka, mereka adalah contoh-contoh kecil para korban dari abuse of power aparat kepolisian.” Tukasnya

Putri ke 2 Gus Dur itu menyoroti data dari Amnesty International yang menunjukkan tingginya angka pelanggaran oleh aparat kepolisian.

“Amnesty International mencatat sepanjang tahun 2024 saja ada 116 kasus kekerasan yang melibatkan polisi, 29 diantaranya adalah extrajudicial killing atau pembunuhan di luar hukum, 26 adalah kasus penyiksaan dan tindakan kejam.” Tegas Yenny

Yenni mengajak masyarakat untuk merenungkan nilai-nilai perjuangan Gus Dur dalam menghadapi ketidakadilan dan penderitaan rakyat.

Baca Juga :  Pemkab Jember Selidiki Dugaan Keracunan Makanan Bergizi Gratis di Bangsalsari

“Saya ingin mengajak kita semua untuk merasakan sejenak apa yang Gus Dur rasakan, ketika Gus Dur melihat ketidakadilan, kebrutalan, melihat masyarakat yang terabaikan dan tertindas, bayangkanlah sejenak, bagaimana perasaan kita jika kita diposisi mereka yang selalu dipinggirkan, yang suaranya tak pernah didengar.” Ajaknya

Yenny Wahid menekankan pentingnya menjaga posisi kepolisian sebagai institusi sipil yang independen, sesuai dengan perjuangan Gus Dur. Ia juga mengingatkan perlunya reformasi dalam tubuh kepolisian agar dapat kembali berfungsi sesuai dengan tugas utamanya.”

“Kita tentu tidak setuju posisi Polisi di bawah TNI atau dibawah kementerian tertentu, karena ini merupakan hal yang diperjuangkan oleh Gus Dur untuk memastikan alat masyarakat sipil yaitu kepolisian. Tapi, kita juga perlu mengingatkan aparat kepolisian untuk pembenahan secara menyeluruh dalam semua lembaganya, agar tidak lagi terjangkit fenomena trigger happy atau terlalu mudah menarik pistol. Tugas kita bersama adalaha mengembalikan polisi dan semua lembaga negara pada fitrahnya. Menjadi pelindung rakyat bukan kepentingan segelintir orang belaka”. Serunya, diungkapkan dengan tegas.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Gus Fawait Wujudkan Asta Cita ke 4 dan 6 Presiden Prabowo melalui Program Homecare
Pemkab Jember Siapkan Renovasi Pembangunan TPA Senilai Rp 2 Triliun
DPRD Jember Larang Wartawan Liput Rapat KUA-PPAS APBD 2027, Widarto: Sesuai Tatib !
Gus Fawait Sosialisasikan Program Homecare saat Bunga Desaku di Tanggul
Gus Fawait Beri BPJS Kesehatan dan Beasiswa Jalur Khusus bagi Anak Kader Posyandu dan Ketua RT/RW
Pavingisasi di Jember Gunakan Material Beralamat SNI Dibekukan, DPRD Jatim Minta Proyek Diberhentikan
Pemkab Jember Kukuhkan Pengurus Kormi, Gus Fawait: Kalau Buat Event Harus Multiplier Effect
PAN Bondowoso Gelar Muscab ke-VI untuk Perkuat Internal Partai melalui Restrukturisasi Pengurus

Baca Lainnya

Wednesday, 29 July 2026 - 23:18 WIB

Gus Fawait Wujudkan Asta Cita ke 4 dan 6 Presiden Prabowo melalui Program Homecare

Wednesday, 29 July 2026 - 22:06 WIB

Pemkab Jember Siapkan Renovasi Pembangunan TPA Senilai Rp 2 Triliun

Wednesday, 29 July 2026 - 22:00 WIB

DPRD Jember Larang Wartawan Liput Rapat KUA-PPAS APBD 2027, Widarto: Sesuai Tatib !

Tuesday, 28 July 2026 - 23:25 WIB

Gus Fawait Sosialisasikan Program Homecare saat Bunga Desaku di Tanggul

Tuesday, 28 July 2026 - 22:02 WIB

Gus Fawait Beri BPJS Kesehatan dan Beasiswa Jalur Khusus bagi Anak Kader Posyandu dan Ketua RT/RW

TERBARU

Dinkes Jember saat melakukan rontgen paru-paru warga di salah satu Kantor Desa (Foto: Dinkes Jember)

Healthia

Dinkes Jember Temukan 271 Orang Terdiagnosa TBC per Juni 2026

Friday, 31 Jul 2026 - 19:42 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading