Usai Sahkan Regulasi Penambangan Crypto, Rusia Mulai Tarik Pajak, Langkah Serius Tinggalkan Dolar AS

Tuesday, 24 September 2024 - 19:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementrian Keuangan Rusia mulai berlakukan Pajak untuk Penambangan Crypto - Russian Goverment.

Kementrian Keuangan Rusia mulai berlakukan Pajak untuk Penambangan Crypto - Russian Goverment.

Frensia.id – Kementerian Keuangan Rusia akan mulai mengenakan pajak kepada penambang crypto berdasarkan jumlah listrik yang mereka gunakan. 

Hal ini merupakan kebijakan lanjutan usai Presiden Rusia Vladimir Putin mengesahkan Undang-undang Penambangan crypto

Dikutip dari laman resmi Kementrian Keuangan Rusia, hampir semua negarawan Rusia mulai bersepakat dengan kebijakan ini, lantaran dinilai sebagai upaya strategis untuk mengurangi ketergantungan terhdap dolar Amerika Serikat.

Ide ini digagas sebab negara tersebut masih belum menemukan cara menghitung penghasilan penambang crypto secara akurat.

Baca Juga :  Tiada Pemenang di Tengah Reruntuhan: Kemanusiaan yang Terabaikan di Perang Iran–Israel

Ivan Chebeskov Wakil Menteri Keuangan Rusia menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk meratakan penarikan pajak bagi semua kalangan dan jenis bisnis.

“Target kami tetap mengenakan pajak atas keuntungan, sebab kami memahami bahwa ini adalah struktur yang benar dalam bentuk bisnis apa pun. Sistem perantara dapat didasarkan pada perpajakan dalam bentuk pajak cukai,” ujar Wakil Menteri Keuangan Rusia Ivan Chebeskov.

Baca Juga :  Paus Leo XIV Gemakan Seruan "Raja Damai" di Misa Minggu Palma, Diwarnai Insiden Pencegatan Kardinal di Yerusalem

Di bawah kerangka baru ini, pemegang crypto Rusia diharuskan melaporkan transaksi jika lebih dari US$7.757 dengan penalti jika tidak mematuhinya. 

Meski begitu, gagasan ini tidak disangkal oleh para petinggi industri crypto, dan siap untuk membayar pajak atas pendapatan mereka.

Negara lain yang tergabung dalam BRICS seperti Brasil, China, Afrika Selatan, dan India pun mulai mengikuti langkah Rusia soal terobosan ini. (*)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Paus Leo XIV Gemakan Seruan “Raja Damai” di Misa Minggu Palma, Diwarnai Insiden Pencegatan Kardinal di Yerusalem
Faktor Kesehatan, Jurgen Habermas Mengurungkan Diri Berkunjung ke Indonesia
Perang Amerika-Israel Melawan Iran Memanas, Akademisi HI UNEJ Soroti Dampak Terhadap Ekonomi Indonesia
Akademisi HI UNEJ Sebut Konflik Amerika-Israel ke Iran Jadi Penentu Masa Depan Timur Tengah
Tiada Pemenang di Tengah Reruntuhan: Kemanusiaan yang Terabaikan di Perang Iran–Israel
Imigrasi Siaga di Bandara Internasional Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah
Elon Musk Berani! Akan Biayai Proses Hukum Pihak Yang Siap Ungkap Kasus Epstein
Nobody’s Girl, Buku Korban Epstein Yang Telah Bunuh Diri

Baca Lainnya

Friday, 3 April 2026 - 22:29 WIB

Paus Leo XIV Gemakan Seruan “Raja Damai” di Misa Minggu Palma, Diwarnai Insiden Pencegatan Kardinal di Yerusalem

Monday, 16 March 2026 - 13:07 WIB

Faktor Kesehatan, Jurgen Habermas Mengurungkan Diri Berkunjung ke Indonesia

Thursday, 5 March 2026 - 09:09 WIB

Perang Amerika-Israel Melawan Iran Memanas, Akademisi HI UNEJ Soroti Dampak Terhadap Ekonomi Indonesia

Wednesday, 4 March 2026 - 19:30 WIB

Akademisi HI UNEJ Sebut Konflik Amerika-Israel ke Iran Jadi Penentu Masa Depan Timur Tengah

Tuesday, 3 March 2026 - 21:24 WIB

Tiada Pemenang di Tengah Reruntuhan: Kemanusiaan yang Terabaikan di Perang Iran–Israel

TERBARU

Remaja yang bunuh diri saat dievakuasi di tempat kejadian (Foto: Istimewa).

Criminalia

Remaja di Jember Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dekat Saluran Air

Monday, 27 Apr 2026 - 22:02 WIB

Suasana FGD yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Magister Ilmu Hukum Universitas Indonesia (UI) di Fakultas Hukum UI, Jakarta (Foto: Istimewa).

Educatia

IMMH UI Dorong RUU Sisdiknas Hadirkan Keadilan Pendidikan

Saturday, 25 Apr 2026 - 23:27 WIB