Duka Pilkada

Tuesday, 19 November 2024 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frensia.id – Hajatan politik seperti Pilkada sewajarnya harus mejadi selebrasi demokrasi yang menyenangkan. Ruang bagi rakyat untuk memilih pemimpin dengan tenang, berdasarkan pilihan yang rasional serta keputusan matang sesuai hati nurani. Namun, mendekati hari pemungutan suara, publik digegerkan oleh tragedi berdarah, pilkada yang merenggut nyawa, seperti yang terjadi di Sampang, Madura.

Gelaran demokrasi yang semestinya menjadi ajang merayakan keberagaman pilihan dengan riang gembira, disertasi gelak tawak, malah menjadi duka pilkada. Ini bukanlah cara yang tepat merayakan demokrasi. Siapapun harus bersepakat tidak ada pilkada seharga nyawa manusia.

Fenomena duka pilkada ini mencerminkan sebuah kecelakan besar dalam proses demokrasi tanah air, ekspresi politik bukan lagi tentang memilih pemimpin berdasarkan hati nurani, tetapi perjuangan hidup mati.

Seolah-olah melihat pilkada bukan sebagai medan kompetisi politik, melainkan semacam pertempuran jihad suci yang mengharuskan membela dengan segala cara, bahkan merenggut nyawa.

Pilkada adalah ajang memilih pemimpin. Sudah sepatutnya, masyarakat bisa memilih dengan hati lapang dan kepala dingin. Keberagaman pilihan adalah kenyataan demokrasi, tidak ada pilihan lain kecuali menghormati perbedaan pilihan.

Baca Juga :  Polisi Bubarkan 7 Unit Sound Horeg Berkeliaran Dini Hari di Jember

Jangan biarkan dukungan terhadap calon tertentu menjadi sikap fanatisme yang membutakan akal sehat. Pilkada bukan soal membela agama atau keluarga, alih-alih soal politik mencari pemimpin untuk kebaikan bersama.

Jikapun ada dugaan kecurangan, diselesaikan dengan jalur hukum sesuai aturan negara. Masyarakat tak perlu merasa paling dirugikan, lantas terbawa emosi dan seluruh tenaga dikerahkan.

Selesaikan dengan prosedur kepada pihak yang berwenang. Tidak ada alasan untuk mengorbankan nyawa hanya persoalan membela calon tertentu.

Ada yang paling penting kenapa masyarakat tak perlu gegabah dalam persoalan politik, sampai menghilangkan nyawa. Hal yang mesti dipertimbangkan jika seseorang mengorbankan nyawa demi membela paslon, akibatnya tidak hanya merugikan dirinya tetapi keluarganya. Baik yang membunuh atau korban, semua sama-sama tidak diuntungkan.

Keluarga kedua belah pihak akan kehilangan segalanya, bukan satu atau dua tahu, sampai pemilihan pilkada kembali bahkan seumur hidup akan menjadi kenyataan pahit yang selalu diingat. Ditambah lagi, anak-anak kehilangan sosok orang tua terlebih ayah sebagai kepala rumah tangga, pasangan kehilangan pendamping hidup, tanggungjawab keluarga pun terabaikan.

Baca Juga :  Polisi Temukan 1 Granat dan 1 Butir Peluru di Rumah Warga Jember

Perlu disadari bersama, Pilkada bukan medan jihad membela harga diri keluarga, bukan pula agama. Dalam membela agama sekalipun, diharuskan menghindari membunuh, apalagi cuman sepele persoalan politik. Nyawa bukanlah harga yang pantas dibayar untuk memenangkan kompetensi politik.

Untuk itu, semua pihak, baik masyarakat, paslon, maupun tim sukses, terus saling mengingatkan dan mengkampanyekan tujuan utama pilkada: memilih pemimpin untuk kebaikan dan tujuan bersama, bukan mempertaruhkan nyawa demi kemenangan yang semu.

Jika tidak, tanah air ini akan terus melihat demokrasi tanpa makna, duka pilkada terulang kembali. Sebuah harapan yang tak diinginkan oleh siapapun. Semoga tak Terulang lagi.*

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Aksi Solidaritas Mahasiswa UNEJ untuk Korban Pelecehan Seksual di Kampus
Viral di X, Mahasiswa Hukum UNEJ Diduga Lecehkan Perempuan
Tengkulak BBM Secara Ilegal di Silo Jember Dibekuk Polisi
Motor Honda Beat Warga Wuluhan Jember Hilang, Polisi Selidiki Pelaku dan Motif Pencurian
Pria di Ajung Jember Diamankan Polisi Gegara Suruh Anak Beli Rokok Pakai Uang Mainan
Lawan 4 Begal yang Hendak Gasak Motornya, Karyawan SPPG di Jember Dibacok
Anggota DPRD Jember Usulkan Ada Pendampingan Hukum pada Kasus Penganiayaan Siswa di Jombang
Diduga Gegara Kesalahpahaman, Siswa SMA di Jombang Jember Dianiaya Teman Sendiri

Baca Lainnya

Monday, 20 April 2026 - 17:57 WIB

Aksi Solidaritas Mahasiswa UNEJ untuk Korban Pelecehan Seksual di Kampus

Friday, 17 April 2026 - 19:15 WIB

Viral di X, Mahasiswa Hukum UNEJ Diduga Lecehkan Perempuan

Monday, 13 April 2026 - 17:23 WIB

Tengkulak BBM Secara Ilegal di Silo Jember Dibekuk Polisi

Saturday, 11 April 2026 - 20:15 WIB

Motor Honda Beat Warga Wuluhan Jember Hilang, Polisi Selidiki Pelaku dan Motif Pencurian

Tuesday, 7 April 2026 - 18:17 WIB

Pria di Ajung Jember Diamankan Polisi Gegara Suruh Anak Beli Rokok Pakai Uang Mainan

TERBARU

Deretan merk minyak di salah satu toko yang berada di dekat Pasar Tanjung, Jember, (Foto: Istimewa).

Economia

Harga Minyakita Naik, Pedagang di Jember Stop Penjualan

Thursday, 23 Apr 2026 - 16:40 WIB