Kode Etik Jurnalistik, Pernah Dikaji Akademisi UIN SUKA Dalam Perspektif Islam

Monday, 9 February 2026 - 20:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Kode Etik Jurnalistik, Pernah Dikaji Akademisi UIN SUKA Dalam Perspektif Islam (Sumber: Grafis Frensia)

Gambar Kode Etik Jurnalistik, Pernah Dikaji Akademisi UIN SUKA Dalam Perspektif Islam (Sumber: Grafis Frensia)

FRENSIA.ID-Hamdan Daulay, seorang akademisi dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, pernah menyoroti secara mendalam mengenai dinamika pers nasional dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada Jurnal Penelitian Agama tahun 2008.

Kajian ini menjadi sangat relevan mengingat gelombang kebebasan pers pasca-reformasi yang, di satu sisi membawa angin segar demokrasi, namun di sisi lain memunculkan kekhawatiran serius mengenai degradasi moral akibat hilangnya kontrol etika.

Dalam tulisannya, Hamdan memotret fenomena di mana kebebasan sering kali disalahartikan sebagai kebebasan tanpa batas. Atas nama kebebasan pers, bermunculan media yang justru menabrak norma susila, mulai dari publikasi pornografi hingga penyebaran berita bohong yang memicu krisis spiritual di tengah masyarakat.

Orientasi bisnis yang berlebihan kerap membuat media mengabaikan nilai-nilai edukasi, semata-mata demi mengejar keuntungan materi. Padahal, pers sejatinya memikul tanggung jawab besar sebagai alat kontrol sosial yang konstruktif, bukan sekadar alat komersial yang memprovokasi atau menyajikan kekerasan vulgar tanpa solusi.

Baca Juga :  UIN KHAS Jember Terima 2.131 Calon Mahasiswa Baru Jalur SPAN-PTKIN 2026

Menariknya, Hamdan membedah persoalan ini menggunakan pisau analisis perspektif Islam. Ia menegaskan bahwa Kode Etik Jurnalistik (KEJ)—khususnya yang disepakati oleh Dewan Pers dan berbagai organisasi wartawan pada tahun 2006—sejatinya memiliki nafas yang selaras dengan nilai-nilai Islam.

Pasal-pasal dalam KEJ yang menuntut wartawan untuk bersikap independen, akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk adalah manifestasi dari ajaran Islam yang menjunjung tinggi kejujuran (shiddiq). Larangan keras membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul dalam kode etik sangat sejalan dengan firman Allah yang memerintahkan manusia menjauhi perkataan dusta.

Baca Juga :  LP2M UIN KHAS Jember Siapkan Akreditasi Ulang Jurnal di Tahun 2026

Kajian ini juga menyoroti sejarah panjang evolusi kode etik di Indonesia, mulai dari masa revolusi 1947 hingga penyempurnaan di era reformasi, yang menunjukkan upaya terus-menerus insan pers untuk menemukan format ideal.

Hamdan menyimpulkan bahwa mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam praktik jurnalistik bukan hanya sekadar formalitas agama, melainkan sebuah titik awal kebangkitan untuk menciptakan pers yang bermartabat.

Dengan mematuhi kode etik yang berlandaskan nilai kebenaran, wartawan tidak saja menjalankan profesinya secara profesional, tetapi juga memenuhi kewajiban moral untuk menyebarkan informasi yang mencerahkan, bukan menyesatkan

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Menarik! Wadek III FTIK UIN KHAS Ternyata Pernah Aktif Meneliti Kehidupan Seksual Pesantren
Ada Tuma’nina Dalam Krisis! Konsep Hasil Penelitian Akademisi UIN KHAS Jember
Hardiknas 2026 di Jember Tak Sekadar Upacara, Ribuan Karya Siswa Dipamerkan
Optimalkan Layanan Digital, UIN KHAS Jember Hadiri Penyusunan Daftar Informasi Publik PTKIN
“Rayuan Perempuan Gila”, Karya Nadin Disebut Kritik Konstruksi Budaya Tentang Perempuan
BEM Nusantara Tapal Kuda Tolak SPPG Dibangun di Kampus
Menarik! Review Kajian Bullying Mendorong Partisipasi Pencegahan Berbasis Teknologi
Kepala Kepelatihan Pagar Nusa UIN KHAS Jember Raih Juara di Kejurprov IBCA MMA Surabaya

Baca Lainnya

Tuesday, 12 May 2026 - 09:57 WIB

Menarik! Wadek III FTIK UIN KHAS Ternyata Pernah Aktif Meneliti Kehidupan Seksual Pesantren

Tuesday, 12 May 2026 - 09:11 WIB

Ada Tuma’nina Dalam Krisis! Konsep Hasil Penelitian Akademisi UIN KHAS Jember

Monday, 11 May 2026 - 17:50 WIB

Hardiknas 2026 di Jember Tak Sekadar Upacara, Ribuan Karya Siswa Dipamerkan

Saturday, 9 May 2026 - 17:20 WIB

Optimalkan Layanan Digital, UIN KHAS Jember Hadiri Penyusunan Daftar Informasi Publik PTKIN

Friday, 8 May 2026 - 20:22 WIB

“Rayuan Perempuan Gila”, Karya Nadin Disebut Kritik Konstruksi Budaya Tentang Perempuan

TERBARU

Pihak kepolisian saat melakukan olah TKP (Foto: Sigit/Frensia).

News

Pemuda di Jember Tewas Tersambar KA Sangkuriang

Wednesday, 13 May 2026 - 23:33 WIB

Kiprah Politik Vicky Prasetyo. Sumber Gambar: AI

Kolomiah

Kiprah Politik sang Gladiator

Wednesday, 13 May 2026 - 18:45 WIB