DPRD Jember Desak Sekda Koordinasi dengan Bulog Guna Atasi Anjloknya Harga Gabah

Tuesday, 3 March 2026 - 22:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto (Foto: Istimewa).

Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto (Foto: Istimewa).

Frensia.Id– Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jember segera berkoordinasi dengan Kepala Bulog Cabang Jember. Langkah ini mendesak dilakukan guna mengantisipasi anjloknya harga gabah di tingkat petani akibat cuaca ekstrem.

Kendala Kadar Air dan Kualitas Panen

Tingginya curah hujan di wilayah Jember saat ini berdampak buruk pada kualitas gabah. Kadar air yang tinggi menyebabkan butiran gabah berubah warna menjadi kekuningan dan mudah pecah saat digiling.

Kondisi ini membuat Bulog kesulitan menyerap seluruh hasil panen raya karena tidak memenuhi kriteria standar.

“Ketentuannya, kadar air pada gabah tidak boleh lebih dari 30%. Namun karena hujan terus-menerus, kadar air melampaui batas tersebut. Jika dipaksakan masuk mesin maklon, selain merusak alat, kualitas beras yang dihasilkan juga menurun sehingga harganya jatuh,” kata Candra, Selasa (3/3/2026).

Baca Juga :  Pemkab Jember Selidiki Dugaan Keracunan Makanan Bergizi Gratis di Bangsalsari

Intervensi Pemerintah Sangat Dibutuhkan

Candra menambahkan bahwa tanpa campur tangan pemerintah daerah, gabah petani terancam ditolak oleh Bulog. Hal ini berdampak pada tidak tercapainya Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500/kg.

“Sekda harus cepat bergerak agar petani dan Bulog sama-sama tidak dirugikan. Sosialisasi mengenai standar gabah yang dapat diterima Bulog juga perlu segera diperluas,” imbuhnya.

Keluhan Petani di Lapangan

Di sisi lain, Hendrik Wibowo, seorang petani asal Kecamatan Kalisat, mengapresiasi upaya DPRD dalam memfasilitasi komunikasi dengan pihak terkait. Menurutnya, kondisi di lapangan cukup berat karena banjir di wilayah Jember timur dan utara membuat lahan padi tergenang.

Baca Juga :  Sapa Masyarakat, David Handoko Seto Ajak Warga Kawal Proyek Infrastruktur hingga Makan Bergizi Gratis

“Hujan tidak bisa dibendung. Satu-satunya harapan kami adalah bantuan dan kebijakan dari pemerintah agar gabah kami tetap terserap,” ungkap Hendrik.

Capaian Bulog Jember

Sebagai informasi, Bulog Cabang Jember mencatat prestasi gemilang pada tahun 2025 dengan realisasi penyerapan gabah mencapai 118 ribu ton. Angka tersebut melampaui target dan menjadi yang tertinggi di Jawa Timur. Namun, untuk tahun 2026, Bulog belum merilis angka penyerapan karena terkendala faktor cuaca dan kualitas panen yang fluktuatif.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Sempat Diinfus, Bupati Jember Tetap Ikut Jalan Bareng 25 Ribu Peserta Tajemtra 2026
Tajemtra 2026 Jadi Rekor Peserta Terbanyak Sepanjang Sejarah, Gus Fawait: Nanti Tembus 26.000 Orang
Gus Fawait Targetkan Dana Perubahan APBD 2026 untuk Pengentasan Kemiskinan di Jember
Gus Fawait Ungkap Alasan Ingin Jember Dikenal dengan Warna Pink
Gus Fawait Sampaikan Nota Pengantar Perubahan APBD 2026, Fokuskan Anggaran Program Prioritas dan Pembangunan
Buku Tentang Kepemimpinan, AHY Tidak Mengetahui Proyek Penulisannya
Gus Fawait Usul Setiap Anggota DPRD Jember Punya Tenaga Ahli
Resmikan Kantor Baru Jember, PSI Bagikan Sembako ke 100 Ojol

Baca Lainnya

Saturday, 5 September 2026 - 17:01 WIB

Sempat Diinfus, Bupati Jember Tetap Ikut Jalan Bareng 25 Ribu Peserta Tajemtra 2026

Friday, 4 September 2026 - 19:32 WIB

Gus Fawait Targetkan Dana Perubahan APBD 2026 untuk Pengentasan Kemiskinan di Jember

Thursday, 3 September 2026 - 15:07 WIB

Gus Fawait Ungkap Alasan Ingin Jember Dikenal dengan Warna Pink

Wednesday, 2 September 2026 - 17:47 WIB

Gus Fawait Sampaikan Nota Pengantar Perubahan APBD 2026, Fokuskan Anggaran Program Prioritas dan Pembangunan

Wednesday, 2 September 2026 - 06:28 WIB

Buku Tentang Kepemimpinan, AHY Tidak Mengetahui Proyek Penulisannya

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading