4 Tingkatan Tauhid Menurut Imam Al-Ghazali

Thursday, 12 March 2026 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber Foto Artificial Intelligent

Sumber Foto Artificial Intelligent

Frensia.id- Sebagai seorang cendekiawan terkemuka dalam berbagai bidang keilmuan, sosok Al-Ghazali tidak diragukan lagi pengaruhnya dalam mewarnai khazanah keislaman dengan coraknya yang khas.

Sosok yang memperoleh gelar sebagai Hujjatul Islam ini juga mendapatkan banyak predikat berdasarkan kepakaran yang ia miliki, mulai dari mutakallimin, filsuf, ahli tasawuf. Kemampuannya dalam menguasai berbagai bidang studi, memberikan pandangan-pandangan yang lua terhadap objek kelimuan itu sendiri dengan sudut pandang yang berbeda.

Salah satunya adalah tinjauannya tentang tauhid yang ia rumuskan berdasarkan kacamata tasawuf falsafi. Konsep ini berbeda sekali dengan apa yang diutarakan oleh para sarjana teologi Islam dalam menjelaskan keesaan Allah SWT.

Pengarang kitab Ihya’ Ulumiddin ini mengklasifikasikan tauhid ke dalam 4 macam. Hal tersebut didasarkan pada tingkatan status dari seorang hamba di hadapan Allah SWT.

Baca Juga :  UIN KHAS Jember Siapkan Keamanan Berlapis saat Pelaksanaan UM-PTKIN

Pertama, tauhidnya orang munafik. Yaitu mereka yang lidahnya berucap Lailahailallah sementara hatinya lalai akan maknanya atau malah mengingkarinya.

Kedua, tauhidnya orang awam. Yaitu seseorang yang mengakui dengan hatinya akan makna Lailahailallah, sebagaimana yang diakui dan dibenarkan oleh kebanyakan umat Islam pada umumnya.

Ketiga, tauhidnya orang Muqarrabin. Yaitu seseorang yang menyaksikan pada makna kalimat Lailahailallah dengan hatinya tentang keesaan Allah dengan jalur kasyaf, lewat perantaraan cahaya Al-Haq. Dengan cara ini, orang yang pada tingkatan muqarrabin melihat banyak hal tetapi sebenarnya yang mereka lihat dalam kejamakan itu adalah sesuatu yang terlahir dari yang esa dan maha kuasa.

Keempat, tauhidnya orang-orang Shidiq. Yaitu seseorang yang sudah tidak lagi melihat dalam wujud apapun selain wujud yang maha esa. Kalangan Sufi menyebutnya “fana dalam tauhid“. Dalam kondisi seperti ini, seseorang yang telah mencapai tingkatan tertinggi dalam bertauhid maka tidak ada yang terlihat, bahkan diri mereka sendiri. Hal ini dikarenakan mereka telah tenggelam dalam lautan tauhid.

Baca Juga :  Akademisi Hukum UIN KHAS Sebut Program Homecare Pemkab Jember Mudahkan Akses Kesehatan Warga Kurang Mampu

Mudahnya dalam memberikan gambaran terhadap klasifikasi tauhid sebagaimana digagas oleh Al-Ghazali dapat dilihat dengan perumpamaan kacang. Tingkatan pertama adalah kulit luarnya, tingkatan kedua adalah kulit dalamnya, tingkatan ketiga adalah kacang itu sendiri sedangkan untuk tingkatan keempat atau puncaknya adalah lemak dan protein dari kacang.

Tauhid sebagai sebuah konsep yang membahas mengenai ihwal keesaan Allah sebenarnya menjadi bidang pembahasan ilmu Kalam. Akan tetapi,  menjadi berbeda secara drastis setelah mendapatkan tilikan lewat sudut pandang tasawuf falsafi.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Akademisi Hukum UIN KHAS Sebut Program Homecare Pemkab Jember Mudahkan Akses Kesehatan Warga Kurang Mampu
Polije Gaet Kampus Korsel Gelar WFK-ICT 2026, Libatkan 10 Politeknik
KKN Posko 61 Lakukan Penyuluhan Pencegahan Pernikahan Dini di Kupang Curahdami Bondowoso
Tim URC Satreskrim Polresta Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster senilai ratusan juta
Siswi SLB Negeri Jember Raih Juara Nasional, Ortu Berharap Pemkab Beri Apresiasi
Luapan Sungai Gerus Plengsengan di Sempu Banyuwangi, Nyaris Hantam Bangunan Warga
Puting Beliung Terjang Purwoharjo Banyuwangi, 12 Rumah Rusak dan Pohon Tumbang Timpa Bangunan
Keren Mahasiswa S3 di Jember Kembangkan AI Pendeteksi Kematangan Durian

Baca Lainnya

Tuesday, 4 August 2026 - 23:40 WIB

Akademisi Hukum UIN KHAS Sebut Program Homecare Pemkab Jember Mudahkan Akses Kesehatan Warga Kurang Mampu

Monday, 3 August 2026 - 19:15 WIB

Polije Gaet Kampus Korsel Gelar WFK-ICT 2026, Libatkan 10 Politeknik

Thursday, 30 July 2026 - 17:19 WIB

KKN Posko 61 Lakukan Penyuluhan Pencegahan Pernikahan Dini di Kupang Curahdami Bondowoso

Thursday, 30 July 2026 - 14:28 WIB

Tim URC Satreskrim Polresta Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster senilai ratusan juta

Tuesday, 28 July 2026 - 18:15 WIB

Siswi SLB Negeri Jember Raih Juara Nasional, Ortu Berharap Pemkab Beri Apresiasi

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading