Akademisi Ekonomi UNEJ Tawarkan Solusi untuk Pemerintah dan UMKM saat Harga Plastik Naik

Tuesday, 14 April 2026 - 18:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember (UNEJ), Dr. Ciplis Gema Qoriah. (Foto: Istimewa).

Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember (UNEJ), Dr. Ciplis Gema Qoriah. (Foto: Istimewa).

Frensia.id – Harga plastik kini mengalami kenaikan hingga 100 persen. Para perlaku usaha mulai kebingungan mensiasati produknya agar tetap terjual banyak pada pembeli.

Menanggapi melonjaknya harga plastik tersebut.

Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember (UNEJ), Dr. Ciplis Gema Qoriah, mengatakan bahwa kenaikan harga plastik disebabkan dari perang di Timur Tengah, yang mengakibatkan jalur Selat Hormuz Iran ditutup, sehingga distribusi impor minyak bumi tersendat.

“Karena sebagian bahan baku produksi plastik berasal dari turunan unsur kimia, nafta dan etana. Keduanya merupakan unsur rantai karbon yang terdapat dalam minyak bumi dan gas alam,” kata Ciplis, saat dihubungi melalui WhatsApp, pada Selasa (14/4/2026).

Ciplis menjelaskan, terhambatnya pengiriman bahan baku plastik, sehingga mengakibatkan harga yang ditawarkan pada pembeli meningkat.

“Ketersediaan (supply) terhambat, sedangkan permintaan tetap, maka akan mengakibatkan kenaikan harga jual (supply shocks),” kata Ciplis.

Menurut Ciplis, dengan melonjaknya harga menjadi momentum untuk mencari pengganti terhadap maraknya penggunaan plastik.

Baca Juga :  Keren Mahasiswa S3 di Jember Kembangkan AI Pendeteksi Kematangan Durian

“Seharusnya menjadi momentum tepat untuk melakukan inovasi melalui riset ntuk mencari alternatif pengganti plastik,” kata dia.

Lebih lanjut, kata dia, dalam mengatasi lonjakan harga plastik, pemerintah perlu mengkombinasikan kebijakan jangka pendek dan panjang.

Adapun untuk jangka pendek, kata dia, bertujuan pada stabilisasi harga dan menahan di level produsen.

Menurut Ciplis, cara yang dapat dilakukan pada jangka pendek, diantaranya, insentif pajak impor bahan baku plastik, subsidi terbatas pada sektor strategis nasional, stabilisasi harga dengan memastikan Pertamina mengamankan dari sisi supply, dan mempercepat distribusi logistik.

Sementara untuk kebijakan jangka panjangnya, kata dia, pemerintah dapat melakukan penguatan riset dan pengembangan bahan baku baru yang ramah lingkungan.

“Untuk memproduksi bahan pengganti plastik (bahan dari singkong, sawit, rumput laut atau hasil recycling),” kata Ciplis.

Selain itu, kata Ciplis, pemerintah juga bisa dengan cara membangun kemandirian, melalui pabrik petrokimia domestik dan memperkuat industri recycling.

Kenaikan harga plastik ini telah berdampak pada keuangan produksi para pelaku usaha UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).

Baca Juga :  Emas hingga Daging Sapi Jadi Penyumbang Andil Inflasi Tahunan Jember pada Juli 2026

Kata dia, dalam menekan biaya produksi, para pelaku usaha UMKM, dapat memberlakukan efisiensi penggunaan plastik sesuai kebutuhan konsumen, sehingga tidak over packaging.

Tidak hanya itu, bahan selain plastik, bisa diesuaikan dengan bentuk bahan, seperti daun, kertas, rantang yang dibawa dari rumah.

Meskipun demikian, plastik merupakan bahan yang sulit terurai dalam tanah.

Dia juga menyoroti bahwa adanya plastik dapat menambah produksi sampah di masyarakat.

Oleh karena itu, menurutnya, untuk meminimalisir volume sampah, masyarakat perlu mengubah kebiasaan penggunaan plastik saat beraktivitas.

“Tidak menggunakan plastik saat berbelanja. Bawa kantong ramah lingkungan, kertas atau kain. Gunakan tempat makanan dan minuan dari rumah yang bisa diisi ulang,” tegas Ciplis.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jember, Pemkab Bersama BI dan OJK Perkuat Kolaborasi Sektor Perbankan
Emas hingga Daging Sapi Jadi Penyumbang Andil Inflasi Tahunan Jember pada Juli 2026
BPS Catat Inflasi Tahunan Jember pada Juli 2026 Capai 2,53 Persen
Peringati Hari Koperasi Ke-79, Dekopinda Jember Gelar Jalan Sehat hingga Gaet Puluhan UMKM
Dewan Komisioner OJK: Industri Keuangan adalah Industri Kepercayaan
Gawat! Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Tembus 18.000 Lebih
BRI Jember Salurkan KUR Rp 363,6 Miliar, Sektor Pertanian Mendominasi
Tren Tabungan Emas di BRImo Semakin Diminati saat Rupiah Melemah

Baca Lainnya

Tuesday, 18 August 2026 - 16:26 WIB

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jember, Pemkab Bersama BI dan OJK Perkuat Kolaborasi Sektor Perbankan

Wednesday, 5 August 2026 - 17:30 WIB

Emas hingga Daging Sapi Jadi Penyumbang Andil Inflasi Tahunan Jember pada Juli 2026

Wednesday, 5 August 2026 - 15:30 WIB

BPS Catat Inflasi Tahunan Jember pada Juli 2026 Capai 2,53 Persen

Sunday, 2 August 2026 - 17:33 WIB

Peringati Hari Koperasi Ke-79, Dekopinda Jember Gelar Jalan Sehat hingga Gaet Puluhan UMKM

Saturday, 27 June 2026 - 16:44 WIB

Dewan Komisioner OJK: Industri Keuangan adalah Industri Kepercayaan

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading