Frensia.id – Mobil Daihatsu Sigra dengan nomor polisi DK 1995 WL terguling di Jalan Trunojoyo, Kecamatan Kaliwates, Jember, pada Rabu, (15/4/2026) malam hari.
Saksi mata bernama Ana Indriyanti, mengungkapkan kejadian awal adanya insiden tersebut, diduga sopir mobil banting setir saat dari arah Jalan Ahmad Yani, Geladak Kembar.
“Ini kan jalurnya satu jalur. Sebagai driver karena di satu jalur, otomatis bukan kecelakaan berlawanan arah,” kata dia, saat ditemui di lokasi kejadian.
Ketika terjadi kecelakaan, Ana melihat ada kendaraan roda dua (R2) dan roda empat (R4) di lokasi kejadian.
“Saya lihat ada R2 (roda dua atau motor) di situ. Bukan kecelakaan tunggal gitu. Asumsi kita sebagai driver mungkin senggolan. Karena kan kejar-kejaran informasinya. Nah, yang R4 (roda empat atau mobil) tidak menguasai diri mungkin banting setir,” kata Ana.
Ana mengatakan, jika pengendara mobil tersebut menabrak pembatas jalan pertigaan sebelah kanan arah Jalan Trunojoyo.
“Kan dari arah sebelah kiri (Jalan Geladak Kembar) banting setir terlalu mepet ke kanan, nabraklah,” kata dia.
Kata Ana, insiden kecelakaan tersebut tidak mungkin terjadi jika sopir mobil berkecepatan rendah.
“Dari arah Geladak Kembar. Terus kecepatan tinggi kejar-kejaran, langsung nabrak, ada senggolan mungkin ya,” tuturnya.
Ana mengetahui informasi kecelakaan tersebut, dari temannya yang berada di dekat lokasi kejadian.
Menurutnya, penyabab lain dari kecelakaan diduga ada permasalahan pribadi.
“Kalau tidak ada permasalahan pribadi ngapain seperti itu. Kalau misalnya dia tidak ada masalah dengan si R4, saya pikir biasa-biasa aja dia nyetirnya,” kata dia.
Sementara itu, dalam kejadian ini, tidak ada korban jiwa.
“Dari R2 sama R4 tidak ada yang luka, mungkin hanya shock aja dia. Yang R4 shock karena terbalik mobilnya. Terus R2 juga shock, karena tidak menyangka seperti itu kejadiannya,” tegasnya.






