Frensia.Id- Kecelakaan maut melibatkan kereta api dan pejalan kaki terjadi di di KM 157+1/0, Dusun Krajan Kidul, Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, Jember. Seorang ibu rumah tangga dilaporkan tewas setelah tertemper KA 156 Ranggajati.
Menurut Kapolsek Sumberbaru, AKP Joko Sumargo, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Korban diketahui bernama Sukaemi (65), warga setempat.
“Benar, telah terjadi kecelakaan kereta api yang menimpa seorang pejalan kaki di wilayah hukum Polsek Sumberbaru pagi tadi,” katanya, Jumat (17/4/2026).
Selanjutnya kata dia, berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula saat KA Ranggajati melaju dari arah timur. Di saat yang bersamaan, korban sedang melintas di jalur kereta api tersebut.
“Korban menyadari ada kereta dari arah timur. Masinis juga sudah membunyikan semboyan 35, tetapi pejalan kaki tidak sempat menepi sehingga kecelakaan tidak terhindarkan,” ujarnya.
Petugas gabungan yang terdiri dari personel Polsek Sumberbaru, Koramil, Polsuska, hingga tenaga kesehatan dari Puskesmas Sumberbaru segera tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi. Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
“Korban sudah dievakuasi ke Ruang Jenazah Puskesmas Tanggul,” paparnya.
Sementara itu, Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa laporan diterima dari masinis KA Ranggajati melalui Pusat Pengendali Operasi (Pusdal) Daop 9 Jember.
Berdasarkan laporan kronologi, saat rangkaian kereta melintas di lokasi, terdapat seorang pejalan kaki yang berada di ruang manfaat jalur kereta api.
“Masinis sudah berkali-kali membunyikan semboyan 35 (klakson lokomotif) sebagai peringatan. Namun, karena jarak yang sudah sangat dekat, insiden temperan tersebut tidak dapat terhindarkan,” ungkapnya.
Cahyo juga memaparkan faktor teknis bahwa kereta api memiliki karakteristik unik di mana rangkaian tidak dapat berhenti secara mendadak.
Proses pengereman membutuhkan jarak yang panjang, sangat bergantung pada kecepatan, beban rangkaian, serta kondisi lintasan.
“Kami memohon kerja sama masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sepanjang jalur rel, baik berjalan kaki maupun bermain di atas rel. Pastikan selalu waspada dan patuhi rambu di perlintasan sebidang demi keselamatan bersama,” tandasnya.






