Ada Tuma’nina Dalam Krisis! Konsep Hasil Penelitian Akademisi UIN KHAS Jember

Tuesday, 12 May 2026 - 09:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ada Tuma'nina Dalam Krisis! Konsep Hasil Penelitian Akademisi UIN KHAS Jember (Sumber: Grafis Frensia)

Gambar Ada Tuma'nina Dalam Krisis! Konsep Hasil Penelitian Akademisi UIN KHAS Jember (Sumber: Grafis Frensia)

FRENSIA.ID– Penelitian akademisi UIN KHAS Jember cukup menarik. Ada konsep tuma’nina dalam menghadapi krisis sosial. Penelitian ini telah diterbitkan dalam The Eastasouth Journal of Social Science and Humanities (ESSSH), 28/02.

Pada akademisi UIN KHAS yang meneliti ini ada tiga, terdiri dari dua dosen yakni Farhah, Safrudin Edi Wibowo dan juga wakil rektor IIInya, Khoirul Faizin.

Fenomena kesehatan mental saat ini menjadi isu yang semakin kompleks, terutama di kalangan generasi muda di mana banyak masyarakat modern mengalami gangguan emosional, tingginya tingkat kecemasan, hingga depresi. Rentetan masalah psikologis ini kerap kali dipicu oleh kerasnya tekanan lingkungan, ketidakpastian ekonomi, dan masifnya paparan media sosial.

Banyak masyarakat modern yang secara fisik terlihat bugar namun menderita penyakit mental yang seiring waktu mengikis ketahanan mereka, sehingga hal ini membutuhkan perhatian tidak hanya secara biologis atau sosiologis, tetapi juga dari aspek spiritual.

Menyadari hal krusial tersebut, riset kualitatif ini membedah persoalan kesehatan mental menggunakan pendekatan spiritual melalui Tafsir al-Munir. Berdasarkan temuan para akademisi tersebut, konsep kesehatan mental pada dasarnya mencakup perilaku dan sikap yang tertanam kuat dalam pikiran seseorang, yang kemudian bermanifestasi dalam wujud kebahagiaan, ketenangan, dan kedamaian jiwa.

Baca Juga :  KKN Posko 61 Lakukan Penyuluhan Pencegahan Pernikahan Dini di Kupang Curahdami Bondowoso

Dalam interpretasi tafsir tersebut, kondisi mental yang sehat direpresentasikan melalui pencapaian spiritual berupa kemenangan (al-Fauz), kebahagiaan hakiki (as-Sa’adah), jiwa yang tenang (muthma’innah), serta kenyamanan dan ketentraman (as-Sakinah).

Untuk mewujudkan ketenangan jiwa atau tuma’ninah di tengah krisis, kajian ini merumuskan beberapa upaya konkret yang bersumber dari Al-Qur’an. Upaya tersebut dapat diwujudkan melalui sikap sabar dan memohon pertolongan lewat shalat ketika menghadapi berbagai kesulitan hidup, di mana kesabaran dan sikap berserah diri akan menuntun pada kebahagiaan serta menjauhkan dari keputusasaan.

Selain itu, kedamaian jiwa juga dapat diraih dengan memperbanyak dzikir untuk mengingat Allah SWT, yang secara alami dapat menghilangkan kecemasan, keraguan, dan kekecewaan. Al-Qur’an sendiri diposisikan sebagai penyembuh atau obat yang paling ampuh dan efektif untuk segala bentuk penyakit fisik maupun mental, termasuk membersihkan penyakit hati seperti kesombongan dan keraguan.

Baca Juga :  UIN KHAS Berduka, Prof Hepni Wafat

Jadi, ketenangan dan relaksasi bisa didapatkan dengan menyadari bahwa segala peristiwa adalah ketetapan Sang Pencipta, sehingga saat tertimpa musibah seseorang diajarkan untuk berserah diri dengan mengucapkan Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn agar tidak membuang waktu meratapi masalah dan lebih berfokus mencari panduan dari Allah SWT.

Secara keseluruhan, riset ini menegaskan relevansi yang kuat antara aplikasi kesehatan mental dalam Tafsir al-Munir dengan kecemasan kontemporer masyarakat modern. Masalah kesehatan mental seperti gangguan kecemasan, stres, dan depresi terbukti sudah sangat sering terjadi dan sama sekali tidak boleh dianggap remeh.

Oleh karena itu, mengatasi berbagai ancaman psikologis tersebut mutlak membutuhkan keseimbangan gaya hidup dan pendekatan diri kepada Allah SWT agar manusia dapat benar-benar mencapai kondisi ketuma’ninahan yang sejati di dalam kehidupannya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Akademisi Hukum UIN KHAS Sebut Program Homecare Pemkab Jember Mudahkan Akses Kesehatan Warga Kurang Mampu
Polije Gaet Kampus Korsel Gelar WFK-ICT 2026, Libatkan 10 Politeknik
KKN Posko 61 Lakukan Penyuluhan Pencegahan Pernikahan Dini di Kupang Curahdami Bondowoso
Tim URC Satreskrim Polresta Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster senilai ratusan juta
Siswi SLB Negeri Jember Raih Juara Nasional, Ortu Berharap Pemkab Beri Apresiasi
Luapan Sungai Gerus Plengsengan di Sempu Banyuwangi, Nyaris Hantam Bangunan Warga
Puting Beliung Terjang Purwoharjo Banyuwangi, 12 Rumah Rusak dan Pohon Tumbang Timpa Bangunan
Keren Mahasiswa S3 di Jember Kembangkan AI Pendeteksi Kematangan Durian

Baca Lainnya

Tuesday, 4 August 2026 - 23:40 WIB

Akademisi Hukum UIN KHAS Sebut Program Homecare Pemkab Jember Mudahkan Akses Kesehatan Warga Kurang Mampu

Monday, 3 August 2026 - 19:15 WIB

Polije Gaet Kampus Korsel Gelar WFK-ICT 2026, Libatkan 10 Politeknik

Thursday, 30 July 2026 - 17:19 WIB

KKN Posko 61 Lakukan Penyuluhan Pencegahan Pernikahan Dini di Kupang Curahdami Bondowoso

Thursday, 30 July 2026 - 14:28 WIB

Tim URC Satreskrim Polresta Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster senilai ratusan juta

Tuesday, 28 July 2026 - 18:15 WIB

Siswi SLB Negeri Jember Raih Juara Nasional, Ortu Berharap Pemkab Beri Apresiasi

TERBARU

Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Teguh Setyabudi (Foto: Fadli/Frensia).

Politia

Dirjen Dukcapil Apresiasi Layanan Peta Cinta Pemkab Jember

Thursday, 6 Aug 2026 - 21:44 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading