Frensia.Id- Kepanikan melanda sejumlah wali murid taman kanak-kanak (TK) di Jember, Jawa Timur. 18 anak di Kecamatan Kaliwates diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menu tersebut diketahui berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kaliwates 3. Salah satu korban yang harus dilarikan ke rumah sakit adalah Kirani Sabita Putri Marwah (4), siswi PAUD Aster 29 yang berlokasi di Jalan Gajah Mada, Kaliwates.
Anak dari pasangan warga Perumahan Bumi Tegal Besar (BTB) ini terpaksa menjalani perawatan intensif di Puskesmas Kaliwates. Dia mengalami gejala muntah-muntah dan diare usai mengonsumsi makanan dari sekolahnya tersebut.
Ibunda Kirani, Hasna Wulandari, menceritakan awal mula kepanikannya. Saat kejadian, Hasna sedang bekerja dan mendapat laporan dari ibunya yang menjaga Kirani di rumah bahwa sang anak mendadak muntah berkali-kali.
“Di rumah itu muntahnya sudah enggak bisa ditoleransi, berapa kalinya enggak tahu. Kalau diarenya dua kali,” katanya, Jum’at (22/5/2026).
Kondisi Kirani terus memburuk karena setiap kali diberi minum, dia langsung memuntahkannya kembali. Tubuhnya mulai lemas dan ia terus mengeluh kehausan.
Karena khawatir, keluarga langsung melarikan Kirani ke Puskesmas Kaliwates.
Bahkan dalam perjalanan hingga tiba di ruang observasi dokter, Kirani masih terus muntah.
“Padahal dibawa ke sini pun masih muntah-muntah terus sampai semalam,” ujarnya.
Hasna kemudian mencoba mengingat kembali apa saja yang dikonsumsi putrinya sebelum jatuh sakit. Kecurigaannya mengarah pada menu MBG berupa ayam suwir bumbu kuning yang dibagikan di sekolah.
Berdasarkan cerita pengasuhnya, Kirani saat itu makan dengan sangat lahap hingga menghabiskan seluruh porsi yang diberikan.
“Biasanya tidak habis. Nah, ini kok karena doyan, habis sampai habis,” ungkapnya.
Beruntung, setelah mendapatkan penanganan medis, kondisi Kirani perlahan mulai membaik. Gejala muntah yang dialaminya mulai berkurang dan diare sudah berhenti sejak malam hari.
Meski demikian, tim medis masih terus melakukan observasi ketat karena kondisi pencernaan Kirani belum sepenuhnya stabil.
“Tadi sudah konsultasi sama dokternya, masih observasi karena perutnya masih enggak stabil,” paparnya.
Ternyata, gejala serupa tidak hanya dialami Kirani. Hasna mengungkapkan anak sulungnya yang ikut mencicipi menu MBG tersebut sempat mengeluh sakit perut, meski tidak sampai muntah ataupun diare.
“Akibat insiden ini, pihak keluarga kami memilih untuk mengistirahatkan kedua anaknya dari aktivitas sekolah hingga kondisi mereka benar-benar pulih total,” tandasnya.






