FRENSIA.ID– Memasuki hari ketiga kemacetan yang terjadi di pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi mendesak ASDP untuk mencari solusi strategis jangka pendek.
Desakan tersebut disampaikan dalam kunjungan komisi 4 DPRD ke kantor pusat ASDP Ketapang, ketua Komisi 4 DPRD Banyuwangi Patemo menegaskan bahwa DPRD telah menyerap informasi dari masyarakat yang memicu kemacetan. Patemo mempertanyakan terkait kemacetan yang terjadi diluar momentum Idul fitri dan Nataru.
“Masyarakat ini gelisah dengan adanya kemacetan yang berkepanjangan. Kami ini juga diwaduli dari banyak pihak, nah bagaimana ini solusi segera dalam jangka pendek. Karena ini perlu penanganan cepat,” tegas Patemo, Kamis (25/06/26).
Politisi dari PDI Perjuangan ini juga mempertanyakan terkait keberadaan kantong parkir yang berada di Bulusan, menurutnya posisi kantong parkir Bulusan memicu kemacetan yang seharusnya dapat dihindari. Lantaran terjadi crosing kendaraan dari Bulusan menuju Ketapang saat kendaraan akan masuk kapal melalui dermaga di pelabuhan ASDP.
“Ini juga, kantong parkir di Bulusan kendaraan jadi crosing yang beresiko ini. Karena sudah pegang tiket antri dulu ke Bulusan mau naik kapal keluar parkiran masuk ke Ketapang lagi ini memakan waktu dan memicu kemacetan juga. Kenapa ini tidak dicari solusinya,” ungkap Patemo.
Menanggapi hal tersebut, General Manager ASDP Ketapang Arief Eko Kurniansjah menjelaskan, saat ini ASDP Ketapang tengah menunggu informasi pemenang tender proyek pembangunan dermaga yang ditargetkan pengerjaannya bisa dilakukan pada Juli mendatang.
“Sudah ada pengumuman pemenang tahun ini bisa dilakukan dan targetnya saat Nataru sudah bisa dioperasikan. Selain itu, jika ada perbaikan disini maka di Gilimanuk juga akan terhambat karena memang ini sepasang. Targetnya setiap tahun akan ada dermaga yang direvitalisasi sepasang,” ungkap Arief.
Saat ini, kapasitas dermaga di pelabuhan ASDP Ketapang hanya berada diangka 30 ton dan hanya dermaga LCM yang mampu mengakomodir muatan berkapasitas sekitar 80 ton. Arief menyebut, dermaga yang akan dibangun menampung muatan hingga 50 ton.
“Saat ini di Ketapang ada 9 dermaga sementara di Gilimanuk ada 7 dermaga dan yang berkapasitas 80 ton hanya LCM sisanya ada MB dan Ponton hanya mampu menampung kapasitas 30 ton. Sementara mayoritas kendaraan didominasi logistik dengan muatan diatas 30 ton,” ungkap Arief.
ASDP menargetkan pada 2028 akan ada 3 pasang dermaga dengan kapasitas lebih dari 50 ton. Menanggapi permintaan solusi dalam jangka pendek, ASDP mengaku telah mengoptimalkan operasional kapal yang ada dengan mengoperasikan 28 kapal setiap harinya. (Qhobid Z)






