Inovasi Bank Sampah Kencong Jember: Sulap Plastik Bekas untuk Pembayaran Pajak hingga Tangani Stunting

Tuesday, 14 July 2026 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muhammad Arif Yulianto, Pengelola Bank Sampah Krajan Kencong, Jember saat akan mengolah sampah plastik (Foto: Fadli/Frensia).

Muhammad Arif Yulianto, Pengelola Bank Sampah Krajan Kencong, Jember saat akan mengolah sampah plastik (Foto: Fadli/Frensia).

Frensia.id – Keberadaan Bank Sampah di Kabupaten Jember, telah banyak menguntungkan warga setempat yang ingin menukarkan sampahnya menjadi nilai ekonomis.

Namun berbeda dengan Bank Sampah di Dusun Krajan, Desa Kencong, Kecamatan Kencong, justru mempunyai inovasi merubah sampah plastik menjadi BBM alternatif berupa solar.

Selain itu, penukaran sampah plastik juga dialihkan untuk pembayaran pajak bumi, hingga membantu menangani stunting di desa setempat.

Sulap Sampah Plastik Jadi Solar

Muhammad Arif Yulianto, Pengelola Bank Sampah Krajan Kencong, bercerita bahwa dirinya mulai mengolah sampah plastik sejak pertengahan tahun 2025.

“2025 cuma kita kecil. Untuk percobaan naik. Setelah itu kita coba 2026 ini kita olah. Ya, alhamdulillah lah,” tutur pria yang akrab disapa Atok, saat dikonfirmasi pada Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, dengan adanya Bank Sampah tersebut, masyarakat dapat berubah sehingga bisa sadar terhadap lingkungan.

Kata Antok biasanya untuk produksi 4 hingga 5 kwintal plastik bekas, dirinya bisa menghasilkan 40 hingga 70 liter solar.

Dalam merubah plastik bekas menjadi solar, Antok menggunakan sistem teknologi pirolisis.

Dia menjelaskan tahapan yang dilakukan dalam memproduksi BBM alternatif tersebut.

“Jadi bahan datang ya. Kita pilah. Terus kita cacah, bersihkan, terus pakai pengering manual sebentar, baru kita olah,” tuturnya.

Baca Juga :  Gelar Gathering Sahabat Kebaikan Yatim, BSI Maslahat Ajak Puluhan Anak Yatim Jember Belajar Lewat Eduwisata

Sampah plastik yang disetorkan pada Antok sebagian besar berasal dari warga setempat dan penjual di pasar kencong.

Hasil Tukar Sampah Plastik Dialihkan untuk Pembayaran Pajak

Bank Sampah milik Antok tidak hanya menyulap menjadi solar. Namun, hasil penukaran sampah plastik akan dialihkan untuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) milik warga setempat.

Antok yang sekaligus Kepala Dusun Krajan, Desa Kencong itu, menyampaikan kini Bank Sampahnya sedang proses menjalin kerja sama dengan pemerintah desa.

“Semisal ada warga desa yang nyetorkan nyampe 1 kilo. Nanti kita total lah, sejumlah nominal yang disetorkan. Nominal yang disetorkan (untuk bayar pajak) kan 1 tahun sekali,” ujarnya.

Menurutnya, hasil penukaran sampah plastik yang disetorkan sudah terbilang cukup apabila untuk pembayaran pajak di setiap tahunnya.

“Karena berapa bulan sudah dapat nominal yang sesuai dengan pajak yang ditangguhkan wajib pajak itu, bisa dialihkan untuk pembayaran pajak,” kata dia

Melalui penukaran sampah plastik, tanggungan pajak warga sehingga tidak dibebankan dengan pengeluaran pribadi mereka.

“Jadi pengeluaran dari sampahnya mereka itu yang kita olah nanti gitu,” ujarnya.

Bayar Listrik dengan Hasil Tukar Sampah Plastik

Hasil penukaran sampah plastik warga menurut Antok nantinya juga bisa digunakan untuk membayar listrik.

Baca Juga :  Forum Komunikasi Masyarakat Cinta Jember Sampaikan Penolakan soal Rencana Pinjaman 786 M Pemkab Jember

“Jadi nomor ID (pelanggan PLN) ini, pembayaran setor ke kita nanti bisa kita yang bayar atau orang yang bersangkutan bayar sendiri,” tuturnya.

Meskipun, hal itu masih akan Antok rencanakan, apabila sudah bank sampah telah berjalan lancar.

“Kalau sudah jalan kita akan kerja sama dengan PLN setempat,” ucapnya.

Membantu Mengatasi Stunting di Desa

Dengan mengolah sampah plastik, Antok berkeinginan hasil olahannya bisa membantu menangani stunting di desanya.

“Untung itu tidak tak makan sendiri. Jadi tak kembalikan lagi ke masyarakat gitu. Kita bermain dengan Puskesmas, Kecamatan, Desa. Jadi kan ada PMT (Pemberian Makanan Tambahan). Kayak One Day, One Eat itu,” ucapnya.

Kini Bank Sampah milik Antok sudah mulai berkolaborasi dengan unit kesehatan, meliputi puskesmas dan posyandu.

Lebih lanjut, kata Antok pihak kecamatan telah berencana membuat bank sampah di setiap desa, dengan pengelolaannya di kantor kecamatan.

“Nantinya sampah plastiknya yang susah terurai itu bisa disetorkan ke saya,” ungkapnya.

Dari berjalannya bank sampah, Antok berharap masyarakat bisa sadar bahwa dari plastik bekas yang terlihat kotor tersimpan nilai tukar yang menguntuntkan.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

PERADI Desak Polri Usut Tuntas Kematian Pedagang Cermin di Pejompongan: “Bukan Semata-mata Musibah”
Kronologi Proyek Dam Kali Tanggul Senilai Rp 15,6 Miliar yang Tidak Berfungsi di Jember
Sawah Warga di Jember Terancam Gagal Panen Gegara Tidak Berfungsinya Proyek Dam Kali Tanggul Senilai Rp 15,6 Miliar
Polisi Usut Insiden Ambruknya Bangunan Kanopi sebabkan 1 Orang Tewas
Detik-detik Pria di Jember Tewas Tertimpa Tembok Apotek Saat Tunggu Istri Beli Obat
Insiden Sound System Karnaval di Jember Tabrak Pos Kamling, 3 Warga Terluka
Kasat Lantas Polres Jember Gerak Cepat Bantu Pemotor Alami Laka di Sukorambi
Cerita Penjual Sayur Petani Lokal Jember Keuntungannya Melonjak saat Pawai Budaya Ancak Agung

Baca Lainnya

Sunday, 30 August 2026 - 18:05 WIB

PERADI Desak Polri Usut Tuntas Kematian Pedagang Cermin di Pejompongan: “Bukan Semata-mata Musibah”

Saturday, 29 August 2026 - 23:12 WIB

Kronologi Proyek Dam Kali Tanggul Senilai Rp 15,6 Miliar yang Tidak Berfungsi di Jember

Saturday, 29 August 2026 - 21:50 WIB

Sawah Warga di Jember Terancam Gagal Panen Gegara Tidak Berfungsinya Proyek Dam Kali Tanggul Senilai Rp 15,6 Miliar

Saturday, 29 August 2026 - 19:30 WIB

Polisi Usut Insiden Ambruknya Bangunan Kanopi sebabkan 1 Orang Tewas

Thursday, 27 August 2026 - 18:05 WIB

Insiden Sound System Karnaval di Jember Tabrak Pos Kamling, 3 Warga Terluka

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading