FRENSIA.ID – PKBM Merdeka menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Tutor dengan fokus pada penyusunan perangkat ajar Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran mendalam.
Kegiatan yang bertempat di Kandang Banteng Aliyan, Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, berlangsung selama dua hari Sabtu hingga Minggu (8-9/08/26). Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kompetensi tutor melalui empat materi pokok yang saling melengkapi.
Kepala Sekolah PKBM Merdeka Nurul Ainiyah, MH., menyampaikan bahwa Pelatihan ini terjadi tiga materi khusus diantaranya Standarisasi Perangkat Pembelajaran, Pengintegrasian Skema Kesetaraan dan Penerapan Pendekatan.
Pertama, sesi mengenai standardisasi perangkat pembelajaran membahas perbedaan antara RPP sebagai panduan ringkas tutor dan Modul Ajar sebagai dokumen lengkap untuk warga belajar. Standarisasi ini diharapkan mampu menyederhanakan administrasi tanpa mengurangi kualitas pembelajaran.
Kedua, materi tentang pengintegrasian skema kesetaraan menekankan pemetaan Satuan Kredit Kompetensi (SKK) ke dalam tiga moda belajar. Diantaranya tatap muka untuk pendalaman konsep, tutorial untuk bimbingan kelompok, dan mandiri untuk penugasan terstruktur di rumah.
Dan yang ketiga, penerapan pendekatan deep learning dilatih melalui strategi mindful, meaningful, dan joyful.
“Dalam hal ini Tutor diajak mengemas materi dengan pertanyaan pemantik, mengaitkan pelajaran dengan dunia kerja dan kehidupan sehari-hari, serta menciptakan suasana kelas yang inklusif dan menyenangkan,” ujar Nurul Ainiyah, Sabtu (08/08/26).
Selain itu, sesi digitalisasi kurikulum memberikan pelatihan penggunaan template baku serta pengelolaan bank data RPP dan Modul Ajar melalui Google Drive lembaga. Langkah ini mendukung efisiensi pengarsipan sekaligus persiapan akreditasi PKBM Merdeka.
Sementara Novia Lutfia Anita, Waka Kurikulum PKBM Merdeka menambahkan, Sebagai Output Kegiatan Para Tutor diharapkan memiliki pemahaman teknis yang lebih baik dalam menyusun perangkat ajar praktis dan kontekstual.
“Output kegiatan ini, tutor diharapkan memiliki pemahaman teknis yang lebih baik dalam menyusun perangkat ajar praktis dan kontekstual. Warga belajar akan merasakan proses pembelajaran yang lebih bermakna, mudah dipahami, dan aksesibel,” Tegas Novia.
Selain itu, lembaga memperoleh tata kelola administrasi akademik yang rapi, siap pakai untuk supervisi, evaluasi mutu, dan akreditasi.
Dengan demikian, Direktur Pengembangan Lembaga Pendidikan Yayasan Kampung Merdeka Banyuwangi Ainur Rozqiyah, M.Pd. menyebut kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya PKBM Merdeka mewujudkan pembelajaran yang berkualitas, relevan, dan berdampak nyata bagi warga belajar serta masyarakat luas.
“Ini adalah bagian dari PKBM Merdeka untuk terus mempertahankan Akreditasi A yang sudah diraih dan meningkatkan kemampuan tutor agar lebih profesional dalam menjalankan tugasnya,” pungkas Ainur Rozqiyah, M.Pd. (Qhobid Z)






