Frensia.Id- Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember tahun 2026 tidak hanya diisi dengan pengenalan dunia akademik dan kemahasiswaan. Para mahasiswa baru diajak melakukan aksi nyata menjaga lingkungan melalui penanaman pohon dan gerakan “Sedekah Oksigen” di lingkungan Fakultas Dakwah.
Kegiatan tersebut melibatkan aktivis lingkungan dari Komunitas Sahabat Alam Jember yang diwakili langsung oleh Ketua Komunitas Sahabat Alam Jember, Parmuji. Sejumlah mahasiswa internasional juga ikut ambil bagian dalam kegiatan penanaman dan penyerahan pohon tersebut.
Suasana PBAK pun menjadi berbeda. Para mahasiswa yang biasanya duduk mengikuti rangkaian materi, kali ini turun langsung ke halaman fakultas, memegang bibit pohon, menggali tanah, dan menanamnya bersama-sama.
Aksi tersebut menjadi simbol bahwa pendidikan tidak hanya berbicara tentang pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga tentang kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Dekan: Mahasiswa Harus Punya Kepedulian terhadap Lingkungan
Dekan Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Fawaizul Umam, M.Ag., mengatakan kegiatan penanaman pohon sengaja dihadirkan dalam rangkaian PBAK untuk menanamkan kesadaran lingkungan kepada mahasiswa sejak awal memasuki dunia perguruan tinggi.
“Mahasiswa jangan hanya pintar secara akademik, tetapi juga harus memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Menanam pohon hari ini mungkin terlihat sederhana, tetapi dari sinilah kita belajar bahwa kehidupan membutuhkan kontribusi dan kepedulian kita bersama,” ujar Prof. Fawaizul, pada Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, gerakan sedekah oksigen memiliki pesan moral yang kuat. Pohon yang ditanam hari ini bukan hanya untuk dinikmati oleh mahasiswa yang sedang belajar di kampus, tetapi juga akan memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.
“Ketika kita menanam pohon, sebenarnya kita sedang memberikan sesuatu yang mungkin tidak langsung kita nikmati. Kita memberikan oksigen, kesejukan, dan kehidupan untuk orang lain. Inilah bentuk sedekah yang manfaatnya terus mengalir,” tambahnya.
Ia berharap aksi tersebut tidak berhenti pada kegiatan PBAK, tetapi menjadi kebiasaan yang terus dilakukan mahasiswa selama berada di kampus maupun ketika kembali ke tengah masyarakat.
Sahabat Alam: Sedekah Oksigen Harus Menjadi Gerakan Bersama
Ketua Komunitas Sahabat Alam Jember, Parmuji, mengapresiasi langkah Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember yang memasukkan aksi lingkungan dalam rangkaian kegiatan PBAK.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam penanaman pohon merupakan langkah strategis untuk membangun kesadaran lingkungan sejak usia mahasiswa.
“Sedekah oksigen ini bukan sekadar menanam pohon. Ini adalah gerakan untuk menyadarkan kita bahwa udara bersih adalah kebutuhan semua manusia. Ketika kita menanam satu pohon, kita sedang menyiapkan kehidupan untuk hari ini dan masa yang akan datang,” kata Parmuji.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa internasional dalam kegiatan tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi mahasiswa dari berbagai negara yang ikut menanam dan menyerahkan pohon. Lingkungan tidak mengenal batas negara. Siapa pun kita, dari mana pun kita berasal, mempunyai tanggung jawab yang sama untuk menjaga bumi,” tegasnya. Parmuji berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan dalam bentuk gerakan lingkungan yang lebih luas, tidak hanya di lingkungan kampus tetapi juga di masyarakat.
Mahasiswa Afghanistan: Menanam Pohon adalah Pengalaman Berharga
Kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman tersendiri bagi mahasiswa internasional. Salah satunya Arezo, mahasiswa asal Afghanistan yang turut terlibat langsung dalam penanaman pohon.
Bagi Arezo, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus memperkenalkannya pada budaya kepedulian lingkungan di Indonesia.
“Saya sangat senang bisa ikut menanam pohon bersama teman-teman. Ini pengalaman yang sangat baik bagi saya. Menanam pohon bukan hanya tentang lingkungan, tetapi juga tentang memberikan sesuatu yang baik untuk masa depan,” ujar Arezo.
Ia juga mengaku senang dapat berinteraksi dengan mahasiswa Indonesia dalam kegiatan tersebut.
“Saya merasa senang bisa belajar dan melakukan kegiatan bersama mahasiswa Indonesia. Kami berasal dari negara yang berbeda, tetapi ketika menjaga lingkungan, kita mempunyai tujuan yang sama,” katanya.
Aksi penanaman pohon dan sedekah oksigen menjadi salah satu rangkaian PBAK Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember yang diikuti 280 mahasiswa baru, termasuk mahasiswa internasional dari sejumlah negara seperti Afghanistan, Nigeria, dan Thailand.
Kegiatan ini menjadi pesan bahwa PBAK bukan hanya tentang mengenalkan struktur fakultas, program studi, organisasi mahasiswa, dan kehidupan akademik. Lebih dari itu, mahasiswa juga diajak memahami bahwa menjadi insan akademik berarti memiliki tanggung jawab sosial.
Jika sebelumnya mahasiswa diperkenalkan dengan pesan Dekan tentang pentingnya membaca, berdiskusi, dan menulis sebagai tiga kunci sukses belajar, melalui aksi lingkungan mereka diajak menerjemahkan pengetahuan tersebut ke dalam tindakan nyata.
Satu pohon yang ditanam mungkin tampak kecil. Namun, jika dilakukan bersama oleh ratusan mahasiswa dan dirawat secara berkelanjutan, ia dapat menjadi simbol tumbuhnya budaya akademik yang tidak hanya mencerdaskan pikiran, tetapi juga menjaga kehidupan.
PBAK pun tidak berhenti pada pengenalan kampus. Ia dimulai dari sebuah tindakan sederhana: menanam pohon, merawat lingkungan, dan bersedekah oksigen untuk masa depan.***







