Pria 29 Tahun di Sempu Banyuwangi Ditemukan Meninggal di Pohon Rambutan

Tuesday, 8 September 2026 - 18:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Pria 29 Tahun di Sempu Banyuwangi Ditemukan Meninggal di Pohon Rambutan (Sumber: Istimewa)

Gambar Pria 29 Tahun di Sempu Banyuwangi Ditemukan Meninggal di Pohon Rambutan (Sumber: Istimewa)

FRENSIA.ID– Seorang pria berinisial MF (29) ditemukan meninggal dunia di sebuah kebun di wilayah Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Selasa (08/09/26) pagi. Korban ditemukan dalam kondisi tergantung pada pohon rambutan menggunakan tali tampar.

Kapolsek Sempu AKP Satrio Wibowo membenarkan adanya kejadian tersebut. Polisi bersama perangkat desa, TNI, tenaga kesehatan dan warga kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi serta pemeriksaan terhadap korban.

“Benar, kami menerima laporan adanya seorang warga yang ditemukan meninggal dunia di wilayah Kecamatan Sempu. Setelah dilakukan pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar Satrio, Selasa (08/09/26).

Korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang saat itu hendak menuju kandang ayam sekitar pukul 06.30 WIB. Saat melihat ke arah kebun di sebelah kandang, saksi mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung di pohon rambutan.

Saksi kemudian menghubungi warga lain dan meneruskan informasi tersebut kepada perangkat dusun. Petugas kepolisian, Bhabinkamtibmas, Babinsa serta tenaga kesehatan Puskesmas setempat tiba di lokasi sekitar pukul 07.15 WIB.

Baca Juga :  Dua Pria Diduga Curi Cabai di Sawah Banyuwangi, Tepergok Petani

“Korban kemudian kami turunkan bersama warga untuk selanjutnya dibawa ke rumah keluarga. Tenaga kesehatan juga melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah,” terang Satrio.

Dari pemeriksaan awal tersebut, tidak ditemukan luka luar yang mengarah pada dugaan penganiayaan. Petugas menemukan sejumlah ciri yang sesuai dengan dugaan kematian akibat gantung diri.

“Hasil pemeriksaan luar sementara tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Namun untuk memastikan penyebab kematian, kami tetap melakukan penanganan sesuai prosedur,” katanya.

Dari keterangan keluarga, MF diketahui tidak memiliki riwayat penyakit tertentu. Keluarga juga telah menerima kejadian tersebut dan menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap jenazah.

Polisi juga mendalami dugaan persoalan yang dialami korban sebelum ditemukan meninggal. Pada Senin sekitar pukul 23.30 WIB, korban disebut sempat terlibat persoalan dengan seorang tetangga.

Persoalan itu diduga bermula ketika korban diketahui berada di dalam rumah tetangganya. Kejadian tersebut kemudian menimbulkan persoalan antara korban dan pemilik rumah.

Baca Juga :  BPBD Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Puting Beliung di Purwoharjo

“Untuk dugaan motifnya, kami masih mendalami. Informasi sementara dari pihak keluarga, malam sebelum kejadian korban sempat mengalami persoalan dengan tetangga,” ujar Satrio.

Menurut keterangan yang diterima polisi, persoalan tersebut diduga membuat korban merasa malu. Kondisi itu kini menjadi salah satu hal yang didalami penyidik untuk mengetahui apakah berkaitan dengan keputusan korban mengakhiri hidupnya.

“Yang jelas, kami masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. Dugaan terkait persoalan tersebut masih kami dalami dan belum bisa kami simpulkan sebagai penyebab pasti,” tegasnya.

Tetangga korban yang sebelumnya terlibat persoalan juga disebut telah menyatakan tidak mempermasalahkan kejadian tersebut dan tidak menuntut keluarga korban.

Polisi mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait kejadian tersebut. Penanganan perkara tetap dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan dan keterangan para saksi. (Qhobid Z)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Pulang Kerja, Pria di Kabat Banyuwangi Dibacok Golok hingga Luka di Dagu
Gapasdap Dorong Perluasan Dermaga LCM Pelabuhan Ketapang, Siap Sinergi Talangi Anggaran Pengembangannya
Dirlantas Polda Jatim Tegas Minta Seluruh Pihak Jalankan Peran, Pengendara Jangan Ngeblong di Ketapang
Diduga Kesurupan, Pria di Banyuwangi Menceburkan diri ke dalam Sumur
Kebakaran Merapi Ungup-Ungup Meluas, Api Tembus Kawasan TWA Kawah Ijen
Macet Parah, Sopir Truk Tuntut ASDP Hentikan Diskriminasi Antrean
Curi 2 Alat Survei di Gudang Perusahaan, Pria di Banyuwangi Diciduk Polisi
Viral di Media Sosial, Seorang Pria di Banyuwangi Bakar Al-Quran

Baca Lainnya

Tuesday, 8 September 2026 - 18:13 WIB

Pria 29 Tahun di Sempu Banyuwangi Ditemukan Meninggal di Pohon Rambutan

Tuesday, 8 September 2026 - 18:10 WIB

Pulang Kerja, Pria di Kabat Banyuwangi Dibacok Golok hingga Luka di Dagu

Monday, 7 September 2026 - 09:21 WIB

Gapasdap Dorong Perluasan Dermaga LCM Pelabuhan Ketapang, Siap Sinergi Talangi Anggaran Pengembangannya

Sunday, 6 September 2026 - 19:26 WIB

Dirlantas Polda Jatim Tegas Minta Seluruh Pihak Jalankan Peran, Pengendara Jangan Ngeblong di Ketapang

Saturday, 5 September 2026 - 18:51 WIB

Diduga Kesurupan, Pria di Banyuwangi Menceburkan diri ke dalam Sumur

TERBARU

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jember, Achmad Imam Fauzi, (dari kiri), Bupati Jember, Muhammad Fawait (tengah), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman (kanan) (Foto: Diskominfo).

Politia

Pemkab Jember dan DPRD Setujui KUA PPAS 2027

Tuesday, 8 Sep 2026 - 16:32 WIB

Bupati Kabupaten Jember, Muhammad Fawait (tengah) (Foto: Fauzan).

Politia

Gus Fawait: Atasi Masalah Kemiskinan Harus dengan Data

Monday, 7 Sep 2026 - 23:24 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading