Keluhan Pedagang Pasar Tanjung Jember soal Pembiaran Penataan Lapak Dagang

Wednesday, 16 September 2026 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu pedagang yang berada di lantai 2 Pasar Tanjung, Luluk Maesaroh. (Foto: Fadli/Frensia).

Salah satu pedagang yang berada di lantai 2 Pasar Tanjung, Luluk Maesaroh. (Foto: Fadli/Frensia).

Frensia.id – Kondisi carut marutnya penataan lapak dagang di Pasar Tanjung, Kecamatan Kaliwates, Jember, berujung mendapat banyak keluhan dari sejumlah pedagang.

Salah satu pedagang yang berada di lantai 2 Pasar Tanjung, Luluk Maesaroh, mengeluh bahwa selama ini banyak lapak yang berdiri secara sembarangan di sekitar atau bagian bawah Pasar Tanjung.

“Kan sudah ada undang-undang dari dulu pasar itu jarak 10 m (meter) dari pasar yang induk itu, seharusnya tidak ada pasar gitu loh,” kata Luluk, saat ditemui pada Rabu (16/9/2026).

Menurutnya, keberadaan lapak dagang yang terlalu dekat dengan Pasar Tanjung dinilai tidak etis, karena mengganggu siklus penjualan pedagang yang berada di lantai atas.

“Tidak asal ada orang jual di situ oke, retribusi jalan, dibiarkan, semakin menjamur, semakin ke mana-mana,” tuturnya.

Baca Juga :  PERADI Desak Polri Usut Tuntas Kematian Pedagang Cermin di Pejompongan: “Bukan Semata-mata Musibah”

Lebih lanjut, Luluk juga mengeluh terkait waktu operasional pedagang yang berjualan di luar jam normal.

“Sudah dua kali ada aturan. Kalau jam segini tutup, jam segini buka. Tidak jalan, jalan seminggu habis gitu kembali lagi. Enggk main disiplin waktu. Kita tidak dikasih kesempatan untuk jualan,” keluhnya.

Lapaknya yang berada di lantai 2 Pasar Tanjung, dia buka mulai pukul 07.00 WIB dan tutup sekitar pukul 20.00 WIB.

Namun, waktu operasional tersebut, terganggu karena ada pedagang yang berada di bawah Pasar Tanjung, saat siang hari sudah mulai bersiap berjualan untuk waktu malam.

“Nah, nanti jam 12.00 WIB kita belum tutup, sudah buka lagi yang mau jual malam,” tuturnya.

Baca Juga :  GMNI Jember bersama Pedagang Gelar Aksi Tuntut Perbaikan Tata Kelola Pasar Tanjung

Luluk menyarankan Pemkab Jember agar bersikap tegas dalam mengatasi masalah penataan lapak yang sembarangan berada di bagian bawah Pasar Tanjung.

“Kalau memang ada pasar di situ harus dinaikkan, disatukan. Kalau tidak muat, Pak Bupati harus bisa mengatur ya bagaimana menggabungkan,” ucapnya.

Selain itu, dia juga mengusulkan apabila masih tetap tidak muat jika digabungkan dengan Pasar Tanjung, maka Pemkab Jember dapat membangun pasar baru lagi.

“Ya bagaimana caranya Bupati. Entah dibuatkan pasar baru khusus untuk apa, kan harus ada ide seperti itu. Enggak cuma, enggak muat terus dibiarkan ke bawah,” tegasnya.***

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Bitcoin Melonjak Hingga 4,76 %, Apa Sebabnya?
BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun di Triwulan II 2026 Berkat Konsisten Gerakkan Ekonomi Kerakyatan
Menjadi Paus di Pasar Saham, Apa Saja Portofolio Blackrock?
Pidato Ketua The Fed, Dianggap Memicu Penurunan Bitcoin hingga $77.000
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jember, Pemkab Bersama BI dan OJK Perkuat Kolaborasi Sektor Perbankan
Emas hingga Daging Sapi Jadi Penyumbang Andil Inflasi Tahunan Jember pada Juli 2026
BPS Catat Inflasi Tahunan Jember pada Juli 2026 Capai 2,53 Persen
Peringati Hari Koperasi Ke-79, Dekopinda Jember Gelar Jalan Sehat hingga Gaet Puluhan UMKM

Baca Lainnya

Wednesday, 16 September 2026 - 19:15 WIB

Keluhan Pedagang Pasar Tanjung Jember soal Pembiaran Penataan Lapak Dagang

Friday, 4 September 2026 - 12:45 WIB

Bitcoin Melonjak Hingga 4,76 %, Apa Sebabnya?

Monday, 31 August 2026 - 17:44 WIB

BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun di Triwulan II 2026 Berkat Konsisten Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

Monday, 31 August 2026 - 07:01 WIB

Menjadi Paus di Pasar Saham, Apa Saja Portofolio Blackrock?

Sunday, 30 August 2026 - 07:19 WIB

Pidato Ketua The Fed, Dianggap Memicu Penurunan Bitcoin hingga $77.000

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading