Frensia.Id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus mematangkan langkah strategis untuk mempercepat penanganan kemiskinan.
Pemkab Jember datang ke kantor Badan Pusat Statistik (BPS) RI di Jakarta untuk menyelaraskan data intervensi sosial.
Langkah ini diambil guna memastikan program pengentasan kemiskinan di daerah sejalan dengan indikator pendataan nasional.
“Kami berkonsultasi dan memohon arahan serta masukan dari BPS Pusat. Tujuannya, agar berbagai program pengentasan kemiskinan yang tengah dijalankan Pemkab Jember dapat berjalan selaras dan terintegrasi dengan BPS,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember, Lingga Diputra, Kamis (1/10/2026).
Lingga menjelaskan, Pemkab Jember selama ini konsisten menjalankan berbagai program intervensi sosial.
Strategi tersebut berfokus pada dua pilar utama, yakni mengurangi beban pengeluaran warga kurang mampu serta mendongkrak pendapatan kelompok warga miskin produktif.
“Salah satu program nyata yang diandalkan yakni layanan Homecare,” ujarnya.
Namun, Pemkab Jember mendapati banyaknya capaian dan intervensi dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum terekam secara optimal di basis data statistik nasional.
Dari hasil audiensi bersama Sekretaris Utama BPS RI dan perwakilan BPS Jawa Timur tersebut, terungkap adanya solusinya, yaitu aplikasi Sistem Informasi Pengelolaan Data Desa Terintegrasi (Singosari) milik BPS.
Melalui aplikasi Singosari, setiap program dan intervensi sosial dari seluruh OPD di daerah dapat dicatat serta diintegrasikan langsung ke dalam sistem BPS.
“Sebagai tindak lanjut, kami akan segera bersurat resmi ke BPS Provinsi Jawa Timur agar Pemkab Jember diberikan akses ke aplikasi (Singosari) tersebut,” paparnya.
“Dengan integrasi ini, seluruh intervensi yang disalurkan pemkab dapat terdata secara akurat, sehingga dampaknya benar-benar efektif menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Jember,” tandasnya.***






