Dokter Spesialis Paru Ungkap Penyebab Menularnya Penyakit ISPA di Jember

Thursday, 1 October 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dr. Wahyu Agung Purnomo, Sp.P, FAPSR, AIFO-K, Spesialis Paru Fellow Terapi Sistemik Onkologi Toraks. (Foto: Fadli/Frensia).

dr. Wahyu Agung Purnomo, Sp.P, FAPSR, AIFO-K, Spesialis Paru Fellow Terapi Sistemik Onkologi Toraks. (Foto: Fadli/Frensia).

Frensia.id – Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Jember, telah terdata mencapai sebanyak 2.893 kasus hingga minggu ke-37.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 566 pasien kini sedang menjalani perawatan inap di rumah sakit dan puskesmas yang tersebar di Kabupaten Jember.

Merespons hal itu, Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi Jember, dr. Wahyu Agung Purnomo, mengungkapkan bahwa penyebab dari maraknya kasus ISPA, diduga ada virus yang menyerang saluran pernapasan masyarakat.

Penyakit ini tergolong bersifat akut, karena menyerang saluran pernapasan secara mendadak.

“Nah penyebabnya untuk yang kali ini adalah virus. Nah virus yang disinyalir atau diduga menjadi penyebab adalah Influenza A,” kata Wahyu, saat ditemui di Poli Paru RSD dr. Soebandi, pada Kamis (1/10/2026), siang hari.

Menurut dia, jenis strain pada virus influenza A bermacam-macam sebagaimana dibagi berdasarkan Hemaglutinin (H) dan Neuraminidase (N), yaitu H2N3 dan H1N1.

“Kalau report yang terakhir di tahun 2026, beberapa laporan yang meningkat adalah kasus yang H1N1,” tuturnya.

Baca Juga :  Morula IVF Surabaya Berkunjung ke Jember, Prof Budi Santoso Jelaskan Layanan Bayi Tabung

Kata Wahyu, strain influenza A H1N1 dulu pernah outbreak atau menjadi wabah di tahun 2009, yang sebelumnya dikenal dengan influenza A PDM09.

Dia menjelaskan bahwa virus influenza ini bersifat situasional, sehingga mudah tertular karena penularannya melalui udara.

“Jadi karena masuknya lewat saluran pernapasan dibawa melalui udara, maka gampang sekali terjadi penularan,” ucapnya.

Wahyu berkata bahwa gejala yang banyak dialami oleh pasien penyakit ISPA sering kali ditandai dengan batuk, demam, pusing atau nyeri kepala dan pilek.

Adapun untuk kelompok yang rentan diserang penyakit ISPA yaitu balita dan lansia.

“Karena kita tahu bahwa balita itu memiliki kekebalan atau daya tahan tubuh yang relatif belum optimal. Jadi umur balita dan lansia ini, menjadi salah satu faktor risiko, untuk terinfeksi salah satunya virus influenza,” ujarnya.

Menurut Wahyu, apabila beberapa kasus ISPA mengalami kondisi perburukan, hal itu bukan disebabkan virus influenza, melainkan karena pasien tersebut memiliki penyakit bawaan sebelum menderita ISPA.

Baca Juga :  Alfamart dan Sweety Lanjutkan Program Sahabat Posyandu, Jangkau 8.400 Penerima Manfaat

“Misalnya dengan penyakit jantung, diabetes, stroke, atau penyakit asma, PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) itu juga bisa terjadi hal yang perburukan karena suatu influenza. Tapi bukan berarti influenza menjadi penyebab dasar. Ya karena memang komorbid atau penyakit penyerta,” tuturnya.

Wahyu mengatakan untuk mencegah menularnya penyakit ISPA tersebut, masyarakat diimbau agar memakai masker dan mencuci tangan selama beraktivitas.

“Jika mengalami gejala-gejala yang sudah saya sebutkan tadi, ya segera memeriksakan diri,” ucapnya.

Meskipun kata Wahyu, sebenarnya tidak ada pengobatan spesifik untuk menyembuhkan penyakit ISPA, namun bisa sembuh dengan kekebalan tubuh manusia itu sendiri.

“Bisa menggunakan antivirus, tapi itu pun efektivitasnya hanya didapatkan saat kondisi akut antara 1 sampai 3 hari, ketika dia mulai untuk bergejala. Setelah itu yang bekerja adalah kekebalan tubuh kita sendiri,” tuturnya.

Dia juga menyampaikan masyarakat tidak perlu khawatir, karena virus Influenza A ini tidak seperti virus COVID-19 yang berpotensi membahayakan jiwa manusia.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Morula IVF Surabaya Berkunjung ke Jember, Prof Budi Santoso Jelaskan Layanan Bayi Tabung
Morula IVF Surabaya Beri Edukasi Layanan Bayi Tabung di Jember
Alfamart dan Sweety Lanjutkan Program Sahabat Posyandu, Jangkau 8.400 Penerima Manfaat
Dinkes Jember Temukan 271 Orang Terdiagnosa TBC per Juni 2026
Peringati Hari Anak Nasional, Alfamart Edukasi Gizi Ibu dan Anak di Jember
Pemkab Jember akan Luncurkan Layanan Homecare, Berikut Cara Mengaksesnya
Kisah Lutfiyah, Warga Sukowono Jember yang Takut Berobat setelah Idap Kanker Payudara
Cerita Pasien Jantung Asal Banyuwangi Temukan Harapan di RSD Soebandi Jember

Baca Lainnya

Thursday, 1 October 2026 - 20:00 WIB

Dokter Spesialis Paru Ungkap Penyebab Menularnya Penyakit ISPA di Jember

Saturday, 8 August 2026 - 17:40 WIB

Morula IVF Surabaya Berkunjung ke Jember, Prof Budi Santoso Jelaskan Layanan Bayi Tabung

Saturday, 8 August 2026 - 17:30 WIB

Morula IVF Surabaya Beri Edukasi Layanan Bayi Tabung di Jember

Thursday, 6 August 2026 - 17:00 WIB

Alfamart dan Sweety Lanjutkan Program Sahabat Posyandu, Jangkau 8.400 Penerima Manfaat

Friday, 31 July 2026 - 19:42 WIB

Dinkes Jember Temukan 271 Orang Terdiagnosa TBC per Juni 2026

TERBARU

Gambar Polisi Gerebek diduga Tempat Sabung Ayam di Muncar, 31 Motor Diamankan (Sumber: Istimewa)

Regionalia

Polisi Gerebek diduga Tempat Sabung Ayam di Muncar, 31 Motor Diamankan

Wednesday, 30 Sep 2026 - 22:31 WIB

Gambar Anggota DPRD Banyuwangi Diduga Terciduk Nyabu, Begini Penjelasan BK (Sumber: Istimewa)

Regionalia

Anggota DPRD Banyuwangi Diduga Terciduk Nyabu, Begini Penjelasan BK

Wednesday, 30 Sep 2026 - 22:27 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading