Frensia.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Jember telah melantik seluruh pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Jember, di Pendopo Wahyawibawagraha, pada Sabtu (3/10/2026).
Dalam pelantikan tersebut, dihadiri oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HKTI Jawa Timur, H. Muhammad Arum Sabil, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI Jember, H. Ponimin Tohari, dan Bupati Jember, Muhammad Fawait.
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu, mengajak HKTI untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Jember, dalam program swasembada pangan daerah.
“Karena dalam sejarahnya, Jember pernah menjadi salah satu yang terbesar sebagai daerah lumbung pangan Jawa Timur, bahkan jadi lumbung pangan nasional,” kata Gus Fawait.
Walaupun kata dia, dalam beberapa tahun belakangan Kabupaten Jember sempat menempati peringkat lima, namun di tahun ini telah masuk ke 3 besar se-Jawa Timur untuk produktivitas padi.
“Mudah-mudahan kolaborasi Pemda (pemerintah daerah) dengan HKTI bisa membuat lebih baik lagi,” tuturnya.
Selain itu, Gus Fawait mengajak agar HKTI bisa mengakses program-program dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.
“Dalam 2 tahun ini perhatian pemerintah pusat dalam konteks ini Presiden Prabowo, kepada sektor pertanian di Jember sesuai dengan data sudah luar biasa,” ucapnya.
Dia menyebut anggaran yang telah dialokasikan oleh pemerintah pusat untuk Kabupaten Jember di sektor pertanian, sudah sebanyak Rp 300 miliar lebih, selama 2025 sampai 2026.
“Ini bentuk komitmen perhatian pemerintah dan keberpihakan pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat kepada sektor pertanian,” kata dia.
Menurutnya, keberpihakan Pemkab Jember kepada masyarakat, termasuk petani juga dalam layanan kesehatan yang kini telah dijamin dengan progam Universal Health Coverage (UHC) prioritas dan homecare serta beasiswa.
“Bukan cuma itu, sekolah-sekolah yang mendapatkan revitalisasi sekolah, rata-rata ada di pedesaan dan rata-rata yang sekolah adalah anak petani,” tuturnya.
Gus Fawait juga meminta agar HKTI memperkuat sinergi antara pemerintah dengan petani, kelompok tani dan organisasi pertanian.***






