Frensia.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, kini sedang melakukan proses penataan Pasar Tanjung.
Namun, dalam berjalannya penataan tersebut, sempat mengalami gelombang penolakan dari sejumlah masyarakat dan para pedagang.
Untuk menyikapi permasalahan itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait, menggelar rapat konsolidasi dan penataan Pasar Tanjung di Graha Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember, pada Jum’at (2/10/2026).
Forum tersebut menghadirkan jajaran Forkopimda, salah satunya Polres Jember.
Wakapolres Jember, Kompol Antonio Effan Sulaiman, mengajak kepada seluruh elemen masyarakat dan pedagang, untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama proses penataan Pasar Tanjung.
Menurutnya, dengan tidak terciptanya keamanan dan ketertiban maka semua hal aktivitas tidak akan berjalan normal.
“Tentu banyak pihak-pihak yang dirugikan,” kata Effan.
Dia menjelaskan bahwa terdapat perbedaan ketika membahas peraturan dan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah daerah.
“Berbicara aturan dan kebijakan tentu dua hal yang bertolak belakang. Bicara aturan tentu kita harus lurus. Seperti tidak menggunakan jalan, trotoar. Tapi yang disampaikan dari rekan-rekan mahasiswa, jadikanlah pasar sebagai pasar, jadikanlah jalan sebagai jalan. Itu bicara aturan,” tuturnya.
Kata dia, perlu ada kebijakan yang diterapkan secara jangka pendek, sehingga jangka panjangnya bisa terlaksana dengan baik.
“Untuk itu berbicara kebijakan, tentu kita semua perlu sama-sama bijak,” tuturnya.
Oleh karena itu, Effan menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban di Pasar Tanjung, Jember, tidak akan terlaksana tanpa dukungan dan keterlibatan dari masyarakat.
“Tidak bisa hanya TNI, Polri, tidak bisa hanya pemerintah, tapi semua elemen masyarakat betul-betul harus menjaga keamanan, ketertiban sehingga semua bisa berjalan sebagaimana fungsinya,” tegasnya.***






