Frensia.Id- Jalur nasional Gumitir yang menghubungkan Jember dan Banyuwangi terancam longsor. Polisi dan BPBD Jember menemukan retakan tanah sepanjang 40 meter di bahu jalan yang berpotensi memicu bencana saat musim hujan.
Retakan tersebut ditemukan di KM 33, tepatnya di atas tikungan pemancar TVRI. Posisi retakan hanya berjarak sekitar 80 cm dari badan jalan dengan lebar celah mencapai 1 cm.
“Panjang dari titik pertama hingga ke depan kurang lebih sekitar 40 meter. Bahu jalannya juga tidak memiliki struktur penahan atau cor yang memadai,” kata Kanit Turjawali Satlantas Polres Jember, Ipda Ratno Budi Jatmikho, Kamis (8/10/2026).
Miko menjelaskan, kondisi ini sangat membahayakan jika diguyur hujan. Air yang masuk ke celah tanah dikhawatirkan mengikis penopang jalan dan memicu longsor.
“Satlantas Polres Jember kini menggalang koordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) untuk penanganan darurat,” ujarnya.
Sementara itu Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, membenarkan adanya ancaman tersebut. Berdasarkan hasil cek lapangan bersama relawan dan BBPJN di titik KM 230+950, retakan berada tepat di dekat jurang.
“Cukup mengkhawatirkan karena hanya berjarak 2 hingga 3 meter dari jalur kanan yang berbatasan langsung dengan jurang,” ungkapnya.
Guna mencegah risiko fatal, BPBD Jember menjadwalkan rapat koordinasi lintas instansi melibatkan BBPJN, Dinas PUPR Jember, Perhutani, Polres Jember, dan Dishub. Rapat ini bakal membahas skema penanganan teknis, pemangkasan pohon penahan tanah yang terlalu berat, hingga pengaturan lalu lintas kendaraan bertonase besar.
Meski demikian, BPBD memastikan belum ada keputusan terkait penutupan jalur.
“Fokus kita saat ini adalah mitigasi pengurangan risiko bencana sebelum curah hujan tinggi memperparah kondisi jalan,” tandasnya.






