Respons DPRD Jember soal Antrean BBM: Harusnya Pertamina Melakukan Mitigasi

Friday, 16 October 2026 - 00:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jl. Ahmad Yani, Jember kota. (Foto: Fadli/Frensia).

Salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jl. Ahmad Yani, Jember kota. (Foto: Fadli/Frensia).

Frensia.id – Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, merespons terkait antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) yang kembali terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kabupaten Jember.

Menurutnya, permasalahan antrean BBM tidak hanya terjadi di wilayah Jember, tetapi juga diberbagai daerah, seperti Pulau Bali.

Hal itu menunjukkan bahwa adanya antrean BBM, bukan disebabkan proses pengiriman dari Banyuwangi.

“Sederhananya kami membaca bahwa ini bukan persoalan hanya proses pengiriman yang dari Banyuwangi, jadi ini problem mungkin bahkan nasional,” kata Widarto, pada Kamis (15/10/2026).

Widarto menyesalkan atas lambannya langkah yang dilakukan oleh pihak Pertamina, sebelum terjadi antrean BBM.

Baca Juga :  Terkecoh Lampu Tambak, Kapal Nelayan Terbalik di Jember: 1 Tewas, 3 Hilang

Menurutnya, mitigasi dan sosialisasi seharusnya sudah dilakukan sebelum perubahan pola distribusi atau penyesuaian kuota akan berdampak pada sejumlah SPBU di berbagai daerah.

“Harusnya Pertamina melakukan mitigasi dan melakukan sosialisasi sebelum terjadinya kejadian yang menyebabkan antrean panjang di SPBU itu,” tuturnya.

Kata dia, respons  reaktif dari Pertamian saat terjadinya antrean BBM, dinilai kurang efektif dalam meredam keresahan publik.

Widarto berharap Pertamina tidak lagi mendadak dalam memberikan informasi kepada pemerintah daerah dan masyarakat luas, ketika akan terjadi antrean BBM.

“Sehingga masyarakat tahu kondisi yang sebenarnya dan kemudian bisa mengantisipasinya,” ujarnya.

Baca Juga :  Warga Desa Suci dan Pakis Audiensi ke DPRD Jember Tuntut Kejelasan Sertifikat Tanah Ketajek

Sebelumnya, melalui Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, telah memberikan klarifikasi atas terjadinya antrean BBM di berbagai daerah.

Dia berkata bahwa adanya antrean BBM karena dampak dari penyesuaian pola distribusi bahan bakar minyak, yang disebabkan dinamika geopolitik global, sehingga berpengaruh pada jadwal kedatangan kapal tanker.

Lebih lanjut, Pertamina akan tetap memastikan ketersediaan stok BBM bagi masyarakat menjadi prioritas utama mereka.

“Kami garis bawahi bahwa tidak ada pengurangan pengiriman, namun memang ada penyesuaian pola distribusinya,” tegas Ahad.***

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Diduga Meninggal dan Sudah Digelar Selamatan, Nenek di Jember Pulang Usai 30 Tahun Hilang di Malaysia
Ketua Panitia Muscab IKA PMII Jember: Muscab Jadi Pondasi Awal Gerakan Alumni
Muscab IKA PMII Jember Segera Digelar, Momentum Konsolidasi Alumni untuk Pembangunan Daerah
Misteri Rumah Kosong di Cangkring Jember Ludes Terbakar, Api Muncul Dari Sela-Sela Keramik
Keren! Polisi Jember Sholat Subuh Berjamaah Sambil Sosialisasi Tertib Lalin
Identifikasi DNA Cocok, Jenazah Kernet Truk Korban KMP Virgo Transport Dipulangkan ke Jember
Aksi Sosial Jum’at Berkah, Satlantas Polres Jember Bagikan Sembako dan Nasi Bungkus ke Warga
Jalur Nasional Jember-Banyuwangi Retak sepanjang 40 Meter

Baca Lainnya

Friday, 16 October 2026 - 00:20 WIB

Respons DPRD Jember soal Antrean BBM: Harusnya Pertamina Melakukan Mitigasi

Wednesday, 14 October 2026 - 17:38 WIB

Diduga Meninggal dan Sudah Digelar Selamatan, Nenek di Jember Pulang Usai 30 Tahun Hilang di Malaysia

Tuesday, 13 October 2026 - 17:05 WIB

Ketua Panitia Muscab IKA PMII Jember: Muscab Jadi Pondasi Awal Gerakan Alumni

Tuesday, 13 October 2026 - 15:56 WIB

Muscab IKA PMII Jember Segera Digelar, Momentum Konsolidasi Alumni untuk Pembangunan Daerah

Tuesday, 13 October 2026 - 15:44 WIB

Misteri Rumah Kosong di Cangkring Jember Ludes Terbakar, Api Muncul Dari Sela-Sela Keramik

TERBARU

Masyarakat yang akan mengurusi paspor di Kantor Imigrasi. (Foto: Istimewa).

Regionalia

Imigrasi Kantongi PNBP Rp8,68 Triliun, 5.310 WNA Nakal Dideportasi

Thursday, 15 Oct 2026 - 22:52 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading