Penyesuaian Minum Obat Saat Puasa, Begini Caranya Bagi Pengidap Penyakit Hipertensi

Monday, 4 March 2024 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Hipertensi (sumber: Freepik)

Ilustrasi Hipertensi (sumber: Freepik)

Frensia.id – Puasa merupakan ibadah yang wajib dilaksanakan Muslim di saat bulan Ramadhan. Muslim yang mempunyai penyakit tidak bisa meminum obat sesuai durasi sebagaimana mestinya selama puasa.

Bagi pasien yang membutuhkan komsumsi obat-obatan perlu adanya penyesuaian saat menjalani ibadah puasa. Sebab selama terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari harus menahan diri dari makan dan minum, termasuk mengonsumsi obat.

Meskipun ada keringanan bagi orang yang sakit diperbolehkan untuk tidak berpuasa, namun ada sebagian dari pasan yang menginginkan untuk tetap menjalankan puasa. Sehingga perlu adanya penyesuaian dosis, obat, dan waktu pemberian obat.

Baca Juga :  Peringati Hari Anak Nasional, Alfamart Edukasi Gizi Ibu dan Anak di Jember

Ada penelitian dengan judul “Skrining Hipertensi Dan Edukasi Penggunaan Obat Selama Bulan Ramadhan” yang ditulis Monalisa Heryani Dkk ini dilakukan bertujuan untuk skrining awal penyakit hipertensi pada anggota Dasawisma RW 04 Tanjung Barat Jakarta.

Hasil penelitian pada 32 penduduk yang diperiksa, ada 56 % (18) orang masuk kategori pre-hipertensi, 6% atau 2 orang masuk kategori hipertensi derajad 1, dan 38% atau 12 orang masuk kategori tekanan darah normal. Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas anggota Dasawisma yang diperisa memiliki tekanan darah pre-hipertensi.

Penelitian yang terbit di MARTABE: Jurnal Pengabdian Masyarakat pada tahun 2023 ini menjelaskan penggunaan obat pada bulan puasa bagi pengidap penyakit hipertensi perlu adanya penyesuaian. Obat yang diberikan dengan dosis terbagi 3-4 kali sehari perlu penyesuaian atau penggantian obat. Bisa diganti dengan obat yang satu golongan dan rentang terapinya lebih lama.

Baca Juga :  Kisah Lutfiyah, Warga Sukowono Jember yang Takut Berobat setelah Idap Kanker Payudara

Sehingga dapat memudahkan dikonsumsi 1 sampai 2 kali sehari saja agar memudahkan diminum saat sahut dan buka puasa. Misalnya, jika sebelumnya pasien hipertensi mendapatkan obat antihipertensi kaptopril yang diminum 3 kali sehari, bisa diganti dengan obat lisinopril dosis sekali dalam sehari.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Peringati Hari Anak Nasional, Alfamart Edukasi Gizi Ibu dan Anak di Jember
Pemkab Jember akan Luncurkan Layanan Homecare, Berikut Cara Mengaksesnya
Kisah Lutfiyah, Warga Sukowono Jember yang Takut Berobat setelah Idap Kanker Payudara
Cerita Pasien Jantung Asal Banyuwangi Temukan Harapan di RSD Soebandi Jember
Alfamart Gandeng Baby Happy Targetkan 6.000 Ibu dan Anak Raih Layanan Kesehatan Gratis
Dinsos Jember Pastikan Bayi yang Dibuang Berstatus Anak Negara Jika Orang Tua Tak Ditemukan
DPRD akan Panggil 3 RSD Terkait Tunggakan Utang Ratusan M Buntut Program J-Keren
Tiga RSD di Jember Krisis Obat Akibat Tunggakan Hutang J-Keren Ratusan M

Baca Lainnya

Thursday, 23 July 2026 - 12:53 WIB

Peringati Hari Anak Nasional, Alfamart Edukasi Gizi Ibu dan Anak di Jember

Wednesday, 22 July 2026 - 16:50 WIB

Pemkab Jember akan Luncurkan Layanan Homecare, Berikut Cara Mengaksesnya

Monday, 13 July 2026 - 21:26 WIB

Kisah Lutfiyah, Warga Sukowono Jember yang Takut Berobat setelah Idap Kanker Payudara

Tuesday, 16 June 2026 - 16:30 WIB

Cerita Pasien Jantung Asal Banyuwangi Temukan Harapan di RSD Soebandi Jember

Saturday, 23 May 2026 - 13:02 WIB

Alfamart Gandeng Baby Happy Targetkan 6.000 Ibu dan Anak Raih Layanan Kesehatan Gratis

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading