Aliansi Mahasiswa Unmuh Jember Gelar Konsolidasi atas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

Friday, 3 April 2026 - 02:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aliansi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, saat selesai membacakan pernyataan sikap atas kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. (Foto: Istimewa).

Aliansi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, saat selesai membacakan pernyataan sikap atas kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. (Foto: Istimewa).

Frensia.id – Aliansi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), menggelar konsolidasi dengan menyatakan sikap atas kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, pada Kamis, (2/4/2026), di Lapangan Basket kampus.

“Mendesak presiden dalam pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF) Independen, guna mengungkap kasus ini secara objektif, transparan, dan bebas dari intervensi,” tulis salah satu pernyataan sikap hasil konsolidasi dalam Press Release.

Kasus ini menunjukkan adanya unsur kesengajaan dan perencanaan yang kuat, sebagaimana terlihat dari bukti rekaman CCTV serta kondisi korban yang mengalami luka berat.

Namun, hingga saat ini proses penegakan hukum dinilai lambat dan belum menunjukkan perkembangan yang signifikan, sehingga menimbulkan pertanyaan besar terhadap komitmen aparat dalam menegakkan keadilan.

Presiden Mahasiswa BEM Unmuh Jember, Irfan Amiluddin, menilai bahwa lambannya proses hukum dalam kasus ini tidak hanya merugikan korban secara pribadi, tetapi juga berpotensi melemahkan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Menurutnya, jika kondisi ini terus dibiarkan, maka akan muncul ketakutan di kalangan masyarakat sipil untuk menyuarakan kritik.

Baca Juga :  Tim URC Satreskrim Polresta Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster senilai ratusan juta

“Ini bukan hanya soal satu korban. Ini soal masa depan demokrasi. Jika kasus seperti ini dibiarkan lambat, maka siapa pun yang bersuara kritis bisa menjadi korban berikutnya,” kata dia, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, pada Kamis, 2 April 2026.

Irfan akan membawa Press Realese tersebut ke konsolidasi akbar rapat bersama BEM PTMAI Zona V Jawa Timur.

Kata dia, kejadian yang dialami oleh Andrie Yunus kemungkinan juga akan terjadi pada aktivis di Kabupaten Jember.

“Meskipun tidak bisa dipastikan akan sama persis. Kemungkinan terjadi ketika suara kita dianggap sebagai ancaman. Risiko seperti intimidasi, kriminalisasi, atau pembungkaman bisa saja muncul ketika jalur aspirasi tidak berjalan dengan semestinya,” kata Irfan.

Sebagaimana yang tertuang dalam Press Release, Aliansi Mahasiswa Unmuh Jember meminta agar kasus Andrie Yunus tidak diadili di peradilan militer.

“Menuntut agar perkara ini diadili di peradilan umum, bukan semata di peradilan militer, demi menjamin transparansi dan keadilan yang terbuka bagi publik,” tulis dalam keterangan Press Release.

Tak hanya itu, desakan ini juga bertujuan untuk mengungkap berbagai aktor yang terlibat dalam kasus tersebut.

Baca Juga :  UIN KHAS Jember Adakan Diklat Kepemimpinan Ormawa, Bekali Mahasiswa Kemampuan Kelola Organisasi

“Mendesak pengungkapan seluruh pelaku, serta mengusut keterlibatan pihak sipil dalam struktur komando dan aktor intelektual, termasuk pihak yang memberi perintah, hingga ke level tertinggi tanpa pandang bulu,” desakan dalam Press Release.

Desakan juga ditujukan pada Komisi III DPR untuk bersikap tegas, aktif, dan konsisten dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap aparat penegak hukum.

Selain itu, Press Release menyoroti peran pemerintah dalam komitmen penegakan HAM, sebagai bentuk tanggung jawab moral dan politik, terutama dalam konteks posisi Indonesia di tingkat internasional.

Hasil konsolidasi juga mendorong agar penegakan hukum berlapis dengan menggunakan pasal 468 ayat 1 KUHP dan pasal 459 KUHP UU nomor 1 tahun 2023.

Lebih lanjut desakan ditujukan kepada TNI untuk mengevaluasi seluruh personel agar tidak ada kejadian serupa terhadap pejuang Demokrasi.

Aliansi Mahasiswa Unmuh Jember berkomitmen akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, dan mengajak seluruh masyarakat, untuk bersama-sama menjaga ruang demokrasi serta menolak segala bentuk kekerasan terhadap aktivis.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

KKN Kolaboratif Desa Sidomulyo-Semboro Jember Dorong Pengelolaan Sampah melalui Pemilahan dan Budidaya Maggot
UIN KHAS Jember Adakan Diklat Kepemimpinan Ormawa, Bekali Mahasiswa Kemampuan Kelola Organisasi
Polije Perkuat Kolaborasi Global Lewat WFK-ICT 2026, Gaet 9 Politeknik se-Indonesia
Amat Serius! Kuatkan Kapasitas Dosen, Fakultas Dakwah UIN KHAS Gelar Short Course PAR Di Kongsi Tengah
Pria Lansia 60 Tahun Meninggal Saat Bantu Nelayan Dorong Perahu di Pantai Kompit Banyuwangi
Pengukuhan Guru Besar Prof Hamdanah Soroti Urgensi Kelembagaan Pendidikan Islam Berkeadilan Gender
Morula IVF Gandeng RSI Fatimah Banyuwangi, Perkuat Layanan Fertilitas
Akademisi Hukum UIN KHAS Sebut Program Homecare Pemkab Jember Mudahkan Akses Kesehatan Warga Kurang Mampu

Baca Lainnya

Monday, 17 August 2026 - 14:25 WIB

KKN Kolaboratif Desa Sidomulyo-Semboro Jember Dorong Pengelolaan Sampah melalui Pemilahan dan Budidaya Maggot

Saturday, 15 August 2026 - 18:55 WIB

UIN KHAS Jember Adakan Diklat Kepemimpinan Ormawa, Bekali Mahasiswa Kemampuan Kelola Organisasi

Friday, 14 August 2026 - 23:08 WIB

Polije Perkuat Kolaborasi Global Lewat WFK-ICT 2026, Gaet 9 Politeknik se-Indonesia

Friday, 14 August 2026 - 19:38 WIB

Amat Serius! Kuatkan Kapasitas Dosen, Fakultas Dakwah UIN KHAS Gelar Short Course PAR Di Kongsi Tengah

Friday, 14 August 2026 - 18:44 WIB

Pria Lansia 60 Tahun Meninggal Saat Bantu Nelayan Dorong Perahu di Pantai Kompit Banyuwangi

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading