Bawa Sengketa Pilkada Bondowoso ke MK, Paslon BAGUS Tuding Ada “Zombie Voters” dan Manipulasi Suara

Thursday, 12 December 2024 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frensia.id- Pasca penghitungan Pilkada Bondowoso, pasangan calon 01, Abdul Hamid-As’ad Yahya Syafi’i (RAHMAD) lebih unggul dari pasangan calon 02, Bambang Soekwanto-Mohammad Baqir (BAGUS) dengan selisih sebanyak 11.612 suara. Kini pasangan BAGUS tengah mengajukan upaya hukum ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Langkah ini dilakukan karena adanya dugaan modus penggelembungan daftar pemilih tetap (DPT) selama proses pemilu, seperti keberadaan zombie voters atau orang-orang yang telah meninggal dunia, namun namanya masih tercantum dalam DPT. Selain itu sejumlah nama yang tidak lagi berada di tempat pemilihannya tetapi suaranya “diwakili” secara tidak sah.

Hal ini disampaikan Kuasa hukum Paslon BAGUS, Mohammad Hasby As Shiddiqy, S.H.I., dkk, ia mengatakan langkah pengajuan upaya hukum dilakukan setelah berkoordinasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tim hukum. Sebagai bentuk ikhtiar atas beberapa kejanggalan proses pilkada.

“Setelah berkoordinasi dan konsultasi serta sowan pada beberapa tokoh masyarakat, ulama dan tim ahli, serta tim hukum yang terbentuk. Maka sudah sepakat untuk mengajukan upaya hukum yaitu Permohonan ke MKRI. Ini adalah salah satu bentuk upaya/ikhtiar, selebihnya tawakkal untuk hasilnya.” Ujarnya

Baca Juga :  Serah Terima Jabatan Direksi, PJ Sekda Minta Prestasi Perumdam Jember Tak Menurun

Tim kuasa hukum BAGUS menyampaikan sejumlah temuan yang dianggap mencederai proses pemilu, termasuk dugaan manipulasi data pemilih dan penggelembungan suara. Mereka mengungkapkan adanya kejanggalan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), yang dinilai sarat dengan data pemilih tidak valid.

“Sebagai pokok permohonan kami, ada modus penggelembungan suara dengan memasukkan orang yang sudah meninggal dunia dalam DPT (zombie), bahkan hak suaranya digunakan sesuai dengan daftar hadir di TPS, ada yang bekerja diluar kota pun demikian. Pengkondisian saat penghitungan suara dan sebagainya yang nanti akan kami jabarkan dalam permohonan dan bisa diakses bebas oleh siapapun. Kami ambil sample 1 TPS setelah dilakukan PSU, yang awalnya paslon 02 kalah dengan selisih 80 suara, namun setelah itu berbalik 180% dengan selisih 100 suara lebih dan masih banyak lagi.” Tambahnya

Baca Juga :  Gus Fawait Genjot Sektor Pertanian Jember, Anggaran 2025 Pecahkan Rekor 4 Dekade!

Selain itu, tim kuasa hukum menyoroti proses rekapitulasi suara yang dianggap penuh dengan pelanggaran dan jauh dari prinsip transparansi. Mereka menyebutkan adanya tindakan yang menghambat saksi dalam menjalankan tugasnya selama pemungutan dan penghitungan suara.

“Proses rekapitulasi itu sangat tidak transparan, contohnya ada saksi di TPS yang dilarang masuk untuk ikut menyaksikan. Ini baru tingkat TPS, apalagi naik di kecamatan dan kabupaten. Tentu sangat banyak pelanggaran.” Tegasnya

Tim kuasa hukum BAGUS juga menyatakan bahwa gugatan yang diajukan ke MK merupakan langkah terakhir dalam memperjuangkan keadilan pemilu. Mereka berharap majelis hakim mempertimbangkan permohonannya agar pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) dapat dilakukan di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dipersoalkan.

“Karena ini adalah upaya akhir, maka besar harapan kami untuk MK bisa mengabulkan permohonan kami untuk PSU minimal di 76 TPS yang kami sebut dan akhirnya rakyat bisa mendapatkan pemimpin yang adil dan amanah”. Harapnya

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Serah Terima Jabatan Direksi, PJ Sekda Minta Prestasi Perumdam Jember Tak Menurun
DPC PKB Apresiasi Program Peta Cinta Pemkab Jember
Pemkab Launching Program Peta Cinta, Warga Jember Kini Bisa Urus Adminduk di Kecamatan
Akhirnya, Gus Yahya dan Rois Am Islah! Titik Damai Konflik NU
Gus Fawait Genjot Sektor Pertanian Jember, Anggaran 2025 Pecahkan Rekor 4 Dekade!
Bupati Fawait Turun Langsung Tinjau Lokasi Perumahan Terendam Banjir
Gus Fawait Minta Organisasi Mitra Pemerintah Tak Hanya Gelar Acara Seremoni
Temui Guru Ngaji, Gus Fawait Pastikan Insentif Guru Ngaji Berjalan Lancar

Baca Lainnya

Tuesday, 6 January 2026 - 13:45 WIB

DPC PKB Apresiasi Program Peta Cinta Pemkab Jember

Monday, 5 January 2026 - 18:20 WIB

Pemkab Launching Program Peta Cinta, Warga Jember Kini Bisa Urus Adminduk di Kecamatan

Thursday, 25 December 2025 - 21:05 WIB

Akhirnya, Gus Yahya dan Rois Am Islah! Titik Damai Konflik NU

Monday, 22 December 2025 - 18:15 WIB

Gus Fawait Genjot Sektor Pertanian Jember, Anggaran 2025 Pecahkan Rekor 4 Dekade!

Tuesday, 16 December 2025 - 02:32 WIB

Bupati Fawait Turun Langsung Tinjau Lokasi Perumahan Terendam Banjir

TERBARU

Foto: Tangkapan Layar dari Media Sosial.

News

Perempuan di Jember Tewas Tertemper Kereta Api

Friday, 9 Jan 2026 - 19:40 WIB

Foto Betrand Russel (Sumber: Arif)

Kolomiah

Ketika Usaha Mengkhianati Hasil

Wednesday, 7 Jan 2026 - 22:18 WIB