Cek Data: Gus Fawait Pernah Katakan Jumlah Orang Miskin di Jember Meningkat, Benarkah?

Monday, 18 November 2024 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Cek Data: Gus Fawait Pernah Katakan Jumlah Orang Miskin di Jember Meningkat, Benarkah? (Grafis/Frensia)

Gambar Cek Data: Gus Fawait Pernah Katakan Jumlah Orang Miskin di Jember Meningkat, Benarkah? (Grafis/Frensia)

Frensia.id – Cek data, Pernyataan Gus Fawait dalam debat kandidat pertama calon bupati paslon 02 di Pilbup 2024 menarik perhatian publik. Ia menyebut bahwa kemiskinan di Jember meningkat di bawah kepemimpinan Hendy Siswanto. Benarkah demikian?

Tim Frensia.id menelusuri data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengecek klaim tersebut.

Berdasarkan data BPS, ada indikasi bahwa tingkat kemiskinan di Jember memang sempat naik dalam periode pemerintahan Hendy Siswanto. Pada tahun 2022, jumlah masyarakat miskin di Jember tercatat sebanyak 232.730 jiwa dengan persentase kemiskinan 9,39 persen.

Angka ini menempatkan Jember di peringkat ke-21 daerah termiskin di Jawa Timur.

Namun, situasi memburuk pada tahun 2023. Jumlah penduduk miskin di Jember meningkat menjadi 236.460 jiwa, dengan persentase mencapai 9,51 persen. Kenaikan ini cukup signifikan, membuat Jember naik peringkat menjadi ke-18 dalam daftar kabupaten/kota termiskin di Jawa Timur.

Baca Juga :  Respons Gus Fawait soal Desas-Desus Proyeksi Maju di Pilgub Jatim 2029

Data inilah yang tampaknya menjadi dasar pernyataan Gus Fawait yang mengkritik kepemimpinan Hendy Siswanto sebagai gagal dalam mengurangi kemiskinan di Jember.

Namun demikian, pernyataan tersebut tidak sepenuhnya dapat dibenarkan jika melihat data terbaru. Penelusuran Frensia.id menemukan bahwa pada tahun 2024, di penghujung masa jabatan Hendy Siswanto, angka kemiskinan di Jember justru mengalami penurunan.

Data menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin menurun menjadi 224.770 jiwa, atau turun sebanyak 11.690 jiwa dari tahun sebelumnya. Persentase kemiskinan turun menjadi 9,01 persen, sehingga Jember kembali ke peringkat ke-21 di Jawa Timur, sama seperti tahun 2022.

Meskipun demikian, penurunan ini tidak serta-merta menunjukkan keberhasilan besar. Faktanya, meskipun ada sedikit perbaikan, Jember masih berada di peringkat yang sama dalam daftar kabupaten/kota termiskin di Jawa Timur pada tahun 2024. Dalam perbandingan regional, Jember masih tertinggal dari kota-kota terdekat. Kota Probolinggo, misalnya, mencatat persentase kemiskinan 6,18 persen, Kota Pasuruan 6,32 persen, Lumajang 8,65 persen, dan Banyuwangi yang lebih baik dengan 6,54 persen.

Baca Juga :  Gus Fawait Beri BPJS Kesehatan dan Beasiswa Jalur Khusus bagi Anak Kader Posyandu dan Ketua RT/RW

Jadi, apakah klaim Gus Fawait benar? Data menunjukkan bahwa meskipun kemiskinan di Jember memang sempat meningkat selama periode tertentu di bawah Hendy Siswanto, situasi membaik pada tahun terakhir masa kepemimpinannya.

Namun, perbaikan ini masih belum cukup untuk mengubah posisi Jember sebagai salah satu daerah termiskin di Jawa Timur. Pernyataan Gus Fawait tidak sepenuhnya salah, tetapi tidak pula sepenuhnya benar, mengingat dinamika angka kemiskinan yang fluktuatif selama periode kepemimpinan Hendy Siswanto.

Kesimpulannya, memang kemiskinan di Jember sempat naik, namun data terbaru menunjukkan adanya penurunan yang patut diapresiasi, meski belum cukup untuk mengubah posisi ranking Jember di Jawa Timur secara signifikan. Ini menjadi tantangan serius bagi siapapun yang akan memimpin Jember ke depan.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Bupati Jember akan Renovasi Pasar Tanjung Senilai Rp250 Miliar dari Dana APBN
Warga Banyuwangi Jadi Korban KM Virgo, Istri : Terakhir Kontak Sabtu Pagi
Terlibat Judi Online, Bansos 206 Warga di Kecamatan Genteng Dicabut
Penjelasan Ketua DPRD Jember terkait Persetujuan Anggaran Raperda Perubahan APBD Tahun 2026
Respons Gus Fawait soal Desas-Desus Proyeksi Maju di Pilgub Jatim 2029
Gus Fawait Pastikan Revitalisasi Sekolah di Jember Tahun 2026 Naik 100 Persen Dibanding 2025
Mantan Kepala Inspektorat Jember Akui Pernah Periksa Hisyam di Ruangannya
Penyegaran Organisasi, Sejumlah Pejabat Polresta Banyuwangi Berganti Posisi

Baca Lainnya

Monday, 14 September 2026 - 21:58 WIB

Warga Banyuwangi Jadi Korban KM Virgo, Istri : Terakhir Kontak Sabtu Pagi

Monday, 14 September 2026 - 21:49 WIB

Terlibat Judi Online, Bansos 206 Warga di Kecamatan Genteng Dicabut

Monday, 14 September 2026 - 20:58 WIB

Penjelasan Ketua DPRD Jember terkait Persetujuan Anggaran Raperda Perubahan APBD Tahun 2026

Monday, 14 September 2026 - 20:51 WIB

Respons Gus Fawait soal Desas-Desus Proyeksi Maju di Pilgub Jatim 2029

Monday, 14 September 2026 - 20:26 WIB

Gus Fawait Pastikan Revitalisasi Sekolah di Jember Tahun 2026 Naik 100 Persen Dibanding 2025

TERBARU

Plt. Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Phil. Sahiron, saat mengukuhkan 4 guru besar di Gedung Kuliah Terpadu (GKT). (Foto: Fadli/Frensia).

Educatia

UIN KHAS Jember Kukuhkan 4 Guru Besar

Thursday, 17 Sep 2026 - 19:23 WIB

ilustrasi kenaikan indeks dollar (sumber: Pixabay)

Economia

Kenaikan Indeks Dollar Berpotensi Menekan Nilai Tukar Rupiah

Thursday, 17 Sep 2026 - 12:01 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading