Frensia.id – Lemahnya nilai tukar rupiah (IDR) terhadap dolar Amerika Serikat (USD) telah berdampak pada sektor otomotif.
Dampak tersebut telah dirasakan pada berbagai onderdil sepeda motor, termasuk oli yang mulai mengalami kenaikan harga secara signifikan.
Ainur Rosi, salah satu Montir dan sekaligus Kasir di Bengkel Citra Motor, Kecamatan Mayang, Jember, mengatakan bahwa kenaikan harga tersebut hingga mencapai 30 persen untuk semua onderdil sepeda motor.
“Semua. Mulai dari ban, oli, sama spare part, baut-baut juga naik,” kata Rosi, saat ditemui di bengkel, pada Selasa (9/6/2026).
Rosi mencontohkan onderdil yang mengalami kenaikan harga, yaitu ban sepeda motor.
“Dari Rp 185 ribu, sekarang Rp 200 ribu lebih,” kata dia.
Tak hanya itu, menurutnya kenaikan harga juga menyasar berbagai macam merk oli sepeda motor.
Harga oli merk MPX (Maximum Protection Expert) yang semula masih berharga Rp 45 ribu, kini naik menjadi Rp 65 ribu.
Selain itu, kata dia, untuk merk Deltalube, dari yang awalnya berharga Rp 85 ribu, naik menjadi Rp 105 ribu.
Sedangkan untuk oli merk Yamalube, dari harga awal Rp 40 ribu, kini telah naik menjadi Rp 60 ribu.
Lebih lanjut, dengan naiknya harga onderdil, kata Rosi, pelanggan di bengkel motornya telah berkurang.
“Berkurang daripada kemarin. Soalnya kan orang-orang mungkin kaget harganya naiknya cepat,” tuturnya.
Menurut Rosi, kenaikan harga tersebut dirasakannya sejak 1 bulan terakhir ini.
Dia menyebut dari berbagai onderdil sepeda motor yang mengalami kenaikan harga secara masif yaitu oli.
“Tapi yang cepat memang oli. Yang benar-benar kerasa (harganya naik) oli,” ujarnya.
Rosi berharap nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bisa segera kembali normal, sehingga tidak berdampak pada harga onderdil di bengkelnya.
“Semoga rupiah cepat stabil lagi. Soalnya yang jadi korban, ya orang-orang kecil kayak gini kan, usaha-usaha kecil,” tegasnya.






