Industri Game Nasional Mulai Digalakkan, Lalu Bagaimana Hukum Islam Memandang Game Ini? Mubah, Makruh atau Haram?

Minggu, 18 Februari 2024 - 12:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frensia.id -Pemerintah telah menyiapkan peraturan khusus yang disusun sebagai acuan untuk mempercepat pertumbuhan industri game nasional. Beleid tersebut berupa Perpres nomor 19 tahun 2024 tentang percepatan industri Game Nasional dengan melibatkan beberapa kementerian.

Perpres diteken Jokowi untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi ekonomi industri di nasional. Selain itu pengutamaan Gim Nasional agar mampu bersaing dengan Gim asing, peningkatan kompetensi sumber daya manusia Pelaku Industri Gim Nasional.

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika tahun 2022, jumlah pemain Gim di Indonesia pada tahun 2021 mencapai 174.100.000 orang dan diperkirakan akan terus meningkat mencapai 192.100.000 orang pada tahun 2025.

Artinya ada peluang besar kedepan game akan terus menggurita di negeri ini. Lalu bagaimana dengan hukum Islam memandang game ini? Mubah, makruh atau haram?

Baca Juga :  Buka Puasa Gratis Sepanjang Ramadan 2025! Alfamart dan WINGS Group Gandeng Warteg UMKM di 36 Kota Bantu Kaum Duafa

Menurut Dr. K.H Abdul Moqsith Ghozali seperti di rilis NU Online, permainan game seperti game online merupakan persoalan baru yang itu tidak dibahas dalam kitab klasik.

Namun secara esensial hukum terkait sebuah permainan sudah disinggung oleh ulama terdahulu. Misalnya salah satu permainan yang diperbolehkan oleh para ulama adalah permainan catur karena permainan ini mengandalkan kekuatan pikiran.

Menurut pakar Bahtsul Masail yang saat ini menjadi pengurus PBNU, permainan ini bisa diilhaqkan (disamakan) kepada permainan catur yaitu boleh, diizinkan untuk dikerjakan.

Baca Juga :  Sya'ban bulan Sholawat, Tiket Murah Menuju Rasulullah

Namun, jika kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa permainan game online menyebabkan seseorang lalai mengerjakan yang diwajibkan (ترك الواجبات) atau menyebabkan seseorang jatuh pada yang diharamkan (فعل المنهيات), maka bermain game online itu bisa haram.

Begitu halnya yang menurut Buya Yahya seperti dilansir media Al-Bahjah, menurutnya game online pada dasarnya tidak haram asalkan tidak ada unsur judi di dalamnya dan tidak menyebabkan kita meninggalkan kewajiban baik kepada Allah maupun manusia.

Game juga harus jauh dari unsur pornografi. Selama tidak ada unsur-unsur diatas, game dikategorikan sebagai hal yang mubah (boleh dilakukan). Namun alangkah lebih bijak dalam bermain game, pesannya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Lima Jawaban Elegan Untuk Pertanyaan Sensitif Saat Lebaran
Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan
Manifesto Zakat: Cinta, Kemanusiaan, dan Keadilan
Mereguk Sahur, Meneguk Cahaya Ramadhan
Ramadhan dan Kita yang Sibuk Sendiri
Sekolah Tiga Bahasa Rukun Harapan Jember: Jodoh Perjuangan Gus Dur dengan Pendiri Yayasan
Bikin Haru, Jawaban Nyai Sinta Ketika Ditanya Tentang Kebiasaan Buka Puasa Gus Dur
Viral Pedagang Bakso Jember Diringkus Polisi Diduga Gelapkan Uang Arisan 3 M, Begini Kronologinya

Baca Lainnya

Selasa, 1 April 2025 - 08:23 WIB

Lima Jawaban Elegan Untuk Pertanyaan Sensitif Saat Lebaran

Kamis, 27 Maret 2025 - 21:23 WIB

Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan

Selasa, 25 Maret 2025 - 15:26 WIB

Manifesto Zakat: Cinta, Kemanusiaan, dan Keadilan

Selasa, 18 Maret 2025 - 18:52 WIB

Mereguk Sahur, Meneguk Cahaya Ramadhan

Sabtu, 15 Maret 2025 - 17:41 WIB

Ramadhan dan Kita yang Sibuk Sendiri

TERBARU

Kolomiah

Lebaran yang Membumi

Rabu, 2 Apr 2025 - 23:14 WIB

Ilustrasi idul fitri 1446 H

Opinia

Lebaran: Subjek Bebas yang Memaafkan

Rabu, 2 Apr 2025 - 13:20 WIB