Karena Engkau adalah Ibu: Menengok Kembali Keteladanan Uwais Al-Qarni Menggendong Ibunya Haji

Sunday, 19 May 2024 - 16:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frensia.id – Ibu adalah bidadari yang Allah turunkan di muka bumi ini. Cinta seorang ibu adalah cerminan dari cinta Allah — meski cinta/rahmat Allah melebihi segalanya–, cinta yang tanpa syarat dan tidak pernah berakhir.

Membalas cintanya tentu tidak akan pernah sama, sebab itu sebagai anak harus berusaha mengamini permintaanya sekalipun diluar nalar, senyampang tidak menyalahi larangan Allah.

Sejarah telah mencatat seorang anak yang memiliki keterbatasan namun tidak mengurangi cinta dan baktinya pada ibunya, ia adalah Uwais Al-Qarni.

Syaikh Muhammad Sa’id Nursi, ulama penghafal 86 kitab dan terkenal tokoh pembaharu Islam asal Turki dalam Tokoh-tokoh besar Islam Sepanjang Sejarah menyebutkan, Uwais al-Qarni nama lengkapnya Uwais bin Amir bin Jaza’bin Malik al-Qarni. Qarn merupakan salah satu keluarga dari bani Murad di Yaman.

Sebagai orang yang sangat berbakti kepada orang ibunya, Uwais Al-Qorni selalu memenuhi segala permintaan ibunya. Termasuk permintaan yang berat baginya, ketika ibunya meminta mengerjakan ibadah haji.

Baca Juga :  Gus Yahya Berharap Muktamar ke-36 NU Kembali Dibuka Presiden Prabowo

Bagi Uwais al-Qarni permintaan sang ibu tentu berat, mengingat radius Mekkah yang jauh, melewati padang tandus dan panas. Selain butuh transportasi juga dibutuhkan bekal yang banyak, sedangkan ia tergolong miskin, dalam batas penalaran yang wajar tentu tidak mungkin.

Sebagai anak yang berbakti, tidaklah menjadi penghalang. Dimana ada kemauan disitulah ada jalan. Ungkapan yang pas menggambarkan kegigihan Uwais al-Qarni. Untuk mewujudkan mimpi ibunya, Uwais al-Qarni setiap hari berlatih mengendong lembu ke atas bukit.

Ia lakukan selama 8 bulan lamanya, tidak sedikit orang menilai yang dilakukan Uwais al-Qarni itu aneh bahkan mengatakan gila. Setelah ia lakukan berhari-hari lembu yang gendong ke kandangnya diatas bukit semakin besar, begitu pula otot Uwais al-Qarni bertambah kuat.

Disinilah orang yang dulunya mengatakan gila dan aneh baru paham. Kegiatan rutinnya itu sebagai sarana latihan untuk menggendong ibunya berjalan kaki dari Yaman ke Mekkah.

Uwais al-Qarni menempuh perjalanan yang sangat jauh mengendong ibunya menunaikan rukun Islam yang kelima. ia berjalan tegap menggendong ibunya wukuf di ka’bah. Melihat Baitullah dihadapannya, ibu Uwais al-Qarni menangis bahagia.

Baca Juga :  Menengok Festival Ojung Jember, Ratusan Pendekar Saling Cambuk-Ajang Melestarikan Budaya

Di hadapan Baitullah, Uwais al-Qarni dan sang ibu tercinta menengadahkan tangan berdoa.

“Ya Allah, ampuni semua doa ibu” Doa Uwais al-Qarni

Ibunya bertanya penuh keheranan “Bagaimana dengan dosamu?”

“Dengan diampuninya dosa ibu, maka ibu akan masuk surga. Cukuplah ridha dari ibu yang membawaku ke surga.” Jawab Uwais al-Qarni .

Sebuah dialog yang sangat indah, anak mendoakan ibunya sedangkan ibu dengan perhatiannya ingin anaknya mendoakan dirinya. Itulah cinta, meniadakan keinginan diri demi yang dicintainya.

Cinta ibu pada anaknya digambarkan dengan indah oleh D. Zawawi Imron, penyair terkemuka di Indonesia asal Pulau garam Madura dalam puisinya berjudul Ibu.

Ia menyebutkan ibu adalah gua pertapaanku, bila kasih ibu ibarat samudera sempit lautan teduh. (*)

*Moh. Wasik (Anggota LKBHI UIN KHAS Jember, Penggiat Filsafat Hukum)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Menjaga Tradisi Tajemtra, Puluhan Tahun Berjalan sebagai Simbol Kebersamaan Masyarakat Jember
Menengok Festival Ojung Jember, Ratusan Pendekar Saling Cambuk-Ajang Melestarikan Budaya
Gus Yahya Berharap Muktamar ke-36 NU Kembali Dibuka Presiden Prabowo
Audiensi Ditolak-Surat Tak Dibalas, MWCNU se-Jember Kecewa pada Pengurus Karteker PCNU
Ötzi! Mayat Pendaki Korban Pembunuhan, Telah Lama Difilmkan
Haul KH Achmad Mohammad Nawawi ke 21 di Sampang Dihadiri Ribuan Jemaah
Khotbah Idul Adha Di Polres Jember, Prof Hepni Sebut Ritual Sa’i Sebagai Ajaran Kepedulian Sosial
Khotbah Di Masjid Roudhotul Muchlisin, Gus Aab Sampaikan Falsafah Sa’i Untuk Kehidupan

Baca Lainnya

Saturday, 5 September 2026 - 17:44 WIB

Menjaga Tradisi Tajemtra, Puluhan Tahun Berjalan sebagai Simbol Kebersamaan Masyarakat Jember

Monday, 31 August 2026 - 21:40 WIB

Menengok Festival Ojung Jember, Ratusan Pendekar Saling Cambuk-Ajang Melestarikan Budaya

Thursday, 27 August 2026 - 22:20 WIB

Gus Yahya Berharap Muktamar ke-36 NU Kembali Dibuka Presiden Prabowo

Wednesday, 29 July 2026 - 19:00 WIB

Audiensi Ditolak-Surat Tak Dibalas, MWCNU se-Jember Kecewa pada Pengurus Karteker PCNU

Tuesday, 2 June 2026 - 09:02 WIB

Ötzi! Mayat Pendaki Korban Pembunuhan, Telah Lama Difilmkan

TERBARU

Bupati Kabupaten Jember, Muhammad Fawait (tengah) (Foto: Fauzan).

Politia

Gus Fawait: Atasi Masalah Kemiskinan Harus dengan Data

Monday, 7 Sep 2026 - 23:24 WIB

Pemkab Jember saat bertemu pihak PT Pertamina Patra Niaga. (Foto: Istimewa).

Politia

Antrean SPBU Jember Mengular Gus Fawait Panggil Pertamina

Monday, 7 Sep 2026 - 18:15 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading