Kata Shalih bin Fauzan: Latih Lidah Sebelum Datang Bulan Puasa

Wednesday, 6 March 2024 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber; Pixabay

Sumber; Pixabay

Frensia.id- Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan merupakan seorang ulama’ Salafi asal Arab Saudi. Ia pernah menjabat sebagai anggota kehormatan dari Komite Tetap untuk Penelitian dan Fatwa Islam di Arab Saudi sejak 15 Rajab 1412 H. Secara khusus, ia pernah banyak membahas tentang hal yang perlu dihindari saat berpuasa.

Kitab yang berjudul Majalis Syahri Ramadhan Al Mubarok adalah karya besarnya fokus membahas ibadah-ibadah di bulan puasa. Dari penjelasannya salah satu, dapat diketahui bahwa hal yang perlu dilatih sebelum berpuasa adalah lisan.

Ia mengawali penjelasannya dengan berdasar pada hadist di bawah ini;

فإن سابه أحد أو شاتمه فليقل اني صائم

“Jika ada yang mencelanya atau mencaci makinya, hendaknya dia katakana, ‘Aku sedang puasa, aku sedang puasa”

Baca Juga :  Gus Yahya Berharap Muktamar ke-36 NU Kembali Dibuka Presiden Prabowo

Menurutnya, terdapat beberapa interpretasi terhadap makna hadis ini. Interpretasi pertama, menyatakan bahwa ungkapan “inni shaim” (saya sedang puasa) diucapkan secara lisan, di mana seseorang mengatakan kepada orang yang memprovokasi atau mengejeknya bahwa dia sedang dalam keadaan berpuasa.

Dengan demikian, dalam konteks ini, artinya adalah, “Seandainya aku tidak sedang berpuasa, mungkin aku akan membalas cacianmu.”

Sedangkan interpretasi kedua menyatakan bahwa kalimat ini diucapkan dalam hati dan pada dirinya sendiri. Seorang yang berpuasa perlu mengingatkan dirinya sendiri bahwa dia sedang berpuasa. Agar ada motivasi untuk menahan dirinya dalam membalas orang yang mencaci atau mencela dirinya.

Penjelasan tersebut menunjukkan pentingnya menjaga lisan dan perilaku, baik saat berpuasa maupun, sebenarnya juga di saat tidak berpuasa. Hadis ini menjadi pedoman untuk memahami pentingnya menjaga lisan dari perkataan yang menyakitkan atau merugikan orang lain, seperti celaan, caci maki, ghibah, dan adu domba.

Baca Juga :  Audiensi Ditolak-Surat Tak Dibalas, MWCNU se-Jember Kecewa pada Pengurus Karteker PCNU

Jadi meskipun dalam beberapa konteks hukum Islam, membalas dengan cacian semisal dapat dibenarkan. Hanya saja, seseorang yang berpuasa tetap menahan diri dari tindakan tersebut karena hal itu dapat mempengaruhi kesucian puasanya.

Dengan demikian, hadis dijelaskan oleh syech Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan dapat menjadi landasan yang penting dalam memahami kewajiban menjaga lisan. Lidah yang merasakan kenikmatan saat berbicara, namun jika tak terjaga, dapat menyakitkan dan menyebabkan penderitaan yang besar.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Gus Yahya Berharap Muktamar ke-36 NU Kembali Dibuka Presiden Prabowo
Audiensi Ditolak-Surat Tak Dibalas, MWCNU se-Jember Kecewa pada Pengurus Karteker PCNU
Haul KH Achmad Mohammad Nawawi ke 21 di Sampang Dihadiri Ribuan Jemaah
Khotbah Idul Adha Di Polres Jember, Prof Hepni Sebut Ritual Sa’i Sebagai Ajaran Kepedulian Sosial
Khotbah Di Masjid Roudhotul Muchlisin, Gus Aab Sampaikan Falsafah Sa’i Untuk Kehidupan
Kepala KUA Tanggul Jember Sampaikan Fokus Transformasi Pelayanan di 100 Hari Kerja
Rektor UIN KHAS Jember Sampaikan Peran MUI di Pembukaan Musda ke-XI
Perempuan Cantik Tidak Disunnahkan Mengikuti Sholat Idul Fitri, Begini Penjelasan dalam Kitab Fathul Qorib

Baca Lainnya

Thursday, 27 August 2026 - 22:20 WIB

Gus Yahya Berharap Muktamar ke-36 NU Kembali Dibuka Presiden Prabowo

Wednesday, 29 July 2026 - 19:00 WIB

Audiensi Ditolak-Surat Tak Dibalas, MWCNU se-Jember Kecewa pada Pengurus Karteker PCNU

Wednesday, 27 May 2026 - 21:44 WIB

Haul KH Achmad Mohammad Nawawi ke 21 di Sampang Dihadiri Ribuan Jemaah

Wednesday, 27 May 2026 - 08:27 WIB

Khotbah Idul Adha Di Polres Jember, Prof Hepni Sebut Ritual Sa’i Sebagai Ajaran Kepedulian Sosial

Wednesday, 27 May 2026 - 07:26 WIB

Khotbah Di Masjid Roudhotul Muchlisin, Gus Aab Sampaikan Falsafah Sa’i Untuk Kehidupan

TERBARU

Gambar Muncul Titik Api di Jalur Pendakian, Gunung Raung Ditutup (Sumber: Isitimewa)

Regionalia

Muncul Titik Api di Jalur Pendakian, Gunung Raung Ditutup

Wednesday, 9 Sep 2026 - 12:08 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading