Keren, Dua Peneliti Kanada Fokus Kaji Wanita Seksi Yang Saling Bersaing

Monday, 7 October 2024 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Keren, persaingan antar perempuan, diteliti oleh akademisi asal Kanada. Mereka adalah Tracy Vaillancourt dan Aanchal Sharma. Keduanya fokus pada persaingan wanita seksi  (Sumber: Canva)

Gambar Keren, persaingan antar perempuan, diteliti oleh akademisi asal Kanada. Mereka adalah Tracy Vaillancourt dan Aanchal Sharma. Keduanya fokus pada persaingan wanita seksi (Sumber: Canva)

Frensia.id-  Keren, persaingan antar perempuan, diteliti oleh akademisi asal Kanada. Mereka adalah Tracy Vaillancourt dan Aanchal Sharma. Keduanya fokus pada persaingan wanita seksi dengan sesamanya pada tahun 2014.

Persaingan tersebut disebut sebagai persaingan intraseksual. Sebuah fenomena yang sudah lama diteliti, terutama di kalangan pejantan dari berbagai spesies, termasuk manusia. Namun, persaingan di antara betina, masih belum banyak dipahami.

Penelitian terbaru mulai mengungkap sisi persaingan ini, terutama dalam konteks bagaimana wanita bereaksi terhadap sesama wanita yang mereka anggap sebagai pesaing potensial. Dua studi eksperimen memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana penampilan dan persepsi seksual memicu respons persaingan intraseksual di antara wanita.

Studi pertama menggunakan pendekatan eksperimental untuk menguji hipotesis yang berakar pada teori evolusi. Peneliti berhipotesis bahwa wanita akan bereaksi negatif terhadap wanita lain yang tampil secara provokatif secara seksual.

Hipotesis ini didasarkan pada gagasan bahwa wanita yang berpakaian seksi dianggap membuat seks terlalu “tersedia,” yang dapat menimbulkan ancaman terhadap peluang reproduksi wanita lain. Dalam eksperimen ini, penilai independen mengamati reaksi wanita terhadap rekan wanita yang berpenampilan menarik, dengan variasi cara berpakaian—baik provokatif secara seksual maupun konservatif.

Hasil eksperimen menunjukkan temuan yang menarik: hampir semua wanita bereaksi negatif, yang digambarkan sebagai perilaku “bitchy,” terhadap rekan wanita yang berpakaian seksi. Mereka menggunakan agresi tidak langsung untuk merendahkan wanita tersebut, seperti komentar sinis atau sikap yang tidak ramah.

Baca Juga :  Puting Beliung Terjang Purwoharjo Banyuwangi, 12 Rumah Rusak dan Pohon Tumbang Timpa Bangunan

Namun, ketika wanita yang sama berpakaian lebih konservatif, reaksi negatif hampir tidak ada, dan dia hampir tidak diperhatikan oleh para peserta. Temuan ini memberikan dukungan empiris yang kuat untuk gagasan bahwa persaingan intraseksual di kalangan wanita dapat dipicu oleh penampilan yang dianggap sebagai ancaman seksual.

Studi kedua bertujuan untuk mengeksplorasi apakah wanita seksi yang dilihat dalam Studi 1 dipandang sebagai pesaing seksual oleh peserta wanita lainnya. Dalam studi ini, para peserta diminta untuk mengevaluasi apakah mereka akan memperkenalkan wanita yang sama kepada pacar mereka, mengizinkan wanita tersebut menghabiskan waktu berdua dengan pasangan mereka, atau bahkan menjadi teman wanita tersebut.

Hasilnya secara konsisten menunjukkan bahwa wanita tidak ingin memperkenalkan rekan wanita yang seksi kepada pasangan mereka. Mereka juga tidak ingin mengizinkan wanita tersebut menghabiskan waktu berdua dengan pasangan atau berteman dengannya.

Hal ini mendukung hipotesis bahwa wanita melihat wanita lain yang berpakaian provokatif sebagai ancaman dalam konteks hubungan romantis. Penampilan yang seksi membuat mereka merasa perlu menjaga pasangan mereka dan menjaga jarak dari wanita tersebut.

Baca Juga :  Naas! Cek-cok Dengan Suami, Perempuan Tewas Ditusuk di Banyuwangi

Temuan riset mereka memperkuat argumen bahwa persaingan intraseksual di antara wanita tidak hanya terkait dengan status sosial atau kepercayaan diri, tetapi juga dengan ancaman yang dirasakan terhadap peluang reproduksi dan hubungan romantis.

Kedua studi ini memberikan wawasan berharga tentang bagaimana mekanisme persaingan intraseksual beroperasi di antara wanita. Dalam konteks evolusi, wanita telah mengembangkan strategi untuk melindungi sumber daya reproduktif mereka, yang dalam hal ini adalah pasangan romantis.

Wanita yang berpakaian seksi dianggap sebagai ancaman yang berpotensi menarik perhatian pria, yang bisa mengganggu hubungan romantis yang stabil. Oleh karena itu, agresi tidak langsung, seperti komentar negatif atau sikap dingin, muncul sebagai mekanisme untuk mengurangi daya tarik atau status sosial wanita seksi di mata orang lain.

Dalam kesimpulannya, persaingan intraseksual di antara wanita tidak hanya berkisar pada penampilan, tetapi juga melibatkan strategi yang dipicu oleh ancaman potensial terhadap hubungan dan peluang reproduksi.

Secara garis besar, studi ini menunjukkan bahwa penampilan seksi dapat membangkitkan respons persaingan yang kuat, bahkan di antara wanita yang tidak saling mengenal. Fenomena ini mungkin mencerminkan strategi evolusi untuk mempertahankan keunggulan dalam hal reproduksi dan hubungan romantis di dunia yang kompetitif.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

KKN Kolaboratif Desa Sidomulyo-Semboro Jember Dorong Pengelolaan Sampah melalui Pemilahan dan Budidaya Maggot
UIN KHAS Jember Adakan Diklat Kepemimpinan Ormawa, Bekali Mahasiswa Kemampuan Kelola Organisasi
Polije Perkuat Kolaborasi Global Lewat WFK-ICT 2026, Gaet 9 Politeknik se-Indonesia
Amat Serius! Kuatkan Kapasitas Dosen, Fakultas Dakwah UIN KHAS Gelar Short Course PAR Di Kongsi Tengah
Pria Lansia 60 Tahun Meninggal Saat Bantu Nelayan Dorong Perahu di Pantai Kompit Banyuwangi
Pengukuhan Guru Besar Prof Hamdanah Soroti Urgensi Kelembagaan Pendidikan Islam Berkeadilan Gender
Morula IVF Gandeng RSI Fatimah Banyuwangi, Perkuat Layanan Fertilitas
Akademisi Hukum UIN KHAS Sebut Program Homecare Pemkab Jember Mudahkan Akses Kesehatan Warga Kurang Mampu

Baca Lainnya

Monday, 17 August 2026 - 14:25 WIB

KKN Kolaboratif Desa Sidomulyo-Semboro Jember Dorong Pengelolaan Sampah melalui Pemilahan dan Budidaya Maggot

Saturday, 15 August 2026 - 18:55 WIB

UIN KHAS Jember Adakan Diklat Kepemimpinan Ormawa, Bekali Mahasiswa Kemampuan Kelola Organisasi

Friday, 14 August 2026 - 23:08 WIB

Polije Perkuat Kolaborasi Global Lewat WFK-ICT 2026, Gaet 9 Politeknik se-Indonesia

Friday, 14 August 2026 - 19:38 WIB

Amat Serius! Kuatkan Kapasitas Dosen, Fakultas Dakwah UIN KHAS Gelar Short Course PAR Di Kongsi Tengah

Friday, 14 August 2026 - 18:44 WIB

Pria Lansia 60 Tahun Meninggal Saat Bantu Nelayan Dorong Perahu di Pantai Kompit Banyuwangi

TERBARU

BPBD Jember, saat mendistribusikan air bersih di wilayah yang terdampak kekeringan (Foto: Humas BPBD Jember).

News

BPBD Jember Catat 922 KK Terdampak Kekeringan di 7 Kecamatan

Wednesday, 19 Aug 2026 - 21:26 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading